Tempat Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 29 March 2015

2 sahabat, Vira dan Arya, selalu berpetualang mencari tempat-tempat yang asik dan indah buat mereka kunjungi, udah banyak tempat yang mereka kunjungi, dari dalam kota maupun luar kota, ini adalah tempat kesekian yang mereka kunjungi, sebuah laut di daerah Lombok.

“Arya, tunggu dong, gue susah jalannya nih” teriak Vira.
“aduhhh lagian lo kenapa pake sepatu gituan sih? Udah tau mau ke laut, biasanya lo juga pake sendal jepit” jawab Arya.
“nyokap gue rese nih, gue dipaksa harus berdandan ala “cewek”, emang dia pikir gue bukan cewek apa?” gerutu Vira.
“haha ya udah sini gue gandeng, biar jalannya gak kaya anak batita yang lagi belajar jalan” Kata Arya.
1 jitakan mendarat tepat di ubun-ubun Arya.
“aww sakit tau, salah ya gue gandeng tangan lo?” tanya Arya polos.
“bukan gandengnya, tapi kata-kata lo barusan nyindir gue tau gak?” jawab Vira.
“nyindir apanya sih?” tanya Arya lagi dengan tampang polosnya.
“masa gue lo bilang anak batita yang baru belajar jalan sih?” jawab Vira cemberut.
Seketika tawa Arya meledak, “hahaha gue pikir apa gitu, Vira Vira” kata Arya sambil geleng-geleng, Vira makin manyun.
“yah manyun, maaf deh maaf, kan gak sengaja” ucap Arya.
“gak da maaf bagimu, huh” kata Vira jengkel dan ngeloyor pergi.
“yah kok gitu? Mau apa? Es krim? Coklat? Atau ngeliat bintang? Jangan ngambek dong” kata Arya memohon.

Kalau udah ngambek, Vira emang suka gitu, diiming-imingin sesuatu yang dia suka dulu baru deh kita dimaafin, “mau semuanya ya?” ungkap Vira sambil nyengir kuda. Gantian sekarang Vira yang dapet bogem dari Arya.
“dasar serakah, perasaan salah gue gak parah banget deh, sampe harus nurutin semuanya” kata Arya bete.
“oh ya udah, gue ngambek lagi nih” rajuk Vira.
Karena Arya gak pengen Vira ngambek –soalnya dia kalau udah ngambek semua bisa jadi sasaran, ribet deh urusannya- Arya menuruti keinginan Vira, dia ngajak Vira beli es krim, tapi Vira sebenernya Cuma di mulut doang, mau ini mau itu, tapi seketika dia lupa sama iming-iming yang Arya kasih.
“eh, Ya, liat deh, lucu ya, kaya kita kecil dulu” tunjuk Vira ke 2 orang anak kecil cewek dan cowok, sedang berebutan es krim. Arya menghentikan langkah dan mengikuti arah telunjuk Vira.
“haha inget aja, iya ya, jadi kangen deh” jawab Arya.
“ya udah kalo gitu, kita ulang lagi aja masa itu, sekarang kita beli es krim yuk” ajak Vira.
“emang kita mau beli es krim kan?” kata Arya mengingatkan.
“hehehe ayo buruan” kata Vira semangat. Arya tersenyum ngeliat sahabatnya sebahagia itu.

Mereka berjalan menuju tukang es krim di dekat pantai itu, setelah mendapatkan apa yang mereka mau, mereka duduk di bawah payung pantai.
“kita berenang yuk Vi” ajak Arya.
“ahh males gue, Ya” jawab Vira.
“yah Vi, ayo dong, bawa baju ganti juga” ajak Arya.
“gak mau ahh, malesss Ya” tolak Vira.
“terakhir Vi, setelah itu gak lagi deh” bujuk Arya.
Vira gak ngeh dengan kata-kata itu, dia akhirnya mau juga diajak Arya berenang, saat itu pengunjung lagi banyak-banyaknya, karena saking banyaknya pengunjung, saat mereka berenang juga gak kelihatan apa-apa, kaki orang semua, yang sepi cuma tengah kesanain, mana berani ada yang kesitu, kecuali yang ahli.

Vira dan Arya nekat kesitu, daripada gak berenang kan mending cari tempat kosong, mereka berenang sambil bercanda, saking asyiknya bercanda, mereka gak menyadari ada ombak besar akan menerjang mereka, dengan cepat ombak itu menipa Vira dan Arya, hanyutlah mereka terbawa ombak itu, pengawas pantai tidak menyadari hal itu, setelah ada orang yang melapor bahwa dia melihat ada 2 orang terbawa arus ombak, sang pengawas pantai langsung mengendarai motor boat supaya lebih cepat sampai ke tengah laut. Sesampainya disana yang ditemukan Cuma seorang wanita mengambang di tengah laut.

Vira sadar setelah 2 hari koma di rumah sakit, nama yang pertama diucapkan adalah Arya, dia ingat terakhir dia bersama Arya di laut, ombak dan setelah itu dia gak ingat apa-apa lagi termasuk sahabatnya itu, namun orang sekelilingnya hanya diam, tak bersuara.
“Arya mana Ma? Arya mana? Kenapa dia gak disini? Apa dia baik-baik aja?” Tanya Vira ke Mamanya.
“tenang sayang, Arya ada disini kok” kata papa nenangin Vira.
“mana? Gak ada” tanya Vira lagi.
“kamu gak bisa ngeliat dia, tapi papa yakin dia bisa ngeliat kamu” jawab papa lirih.
“maksud papa?” Tanya Vira bingung.
“Arya… tidak ditemukan sayang, dia hilang di laut itu” jawab papa lagi.
Vira berusaha mencerna ucapan papanya kemudian dia menangis.
“gak mungkin” katanya gak percaya.

Disinilah Vira, berdiri termenung menatap hamparan laut luas, laut yang telah merebut sahabatnya, tempat terakhir yang dia kunjungi bareng sahabatnya, Arya.
“Arya, dimana pun lo berada sekarang, gue yakin lo masih bisa liat gue disini, gue berdoa semoga kita bisa bertemu lagi”
Kalimat pertama yang diucapkan Vira mengiringi langkah kakinya meninggalkan laut yang juga merasakan kesedihannya, tapi jauh disana, ada senyum yang tulus diberikan untuknya, andai dia melihat.

Cerpen Karangan: Nurmanzilla Arfi
Facebook: Nurmanzilla Arvi

Cerpen Tempat Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tahun Baru Untuk Helen

Oleh:
Cinta itu aneh, kadang orang yang kita cintai tak mencintai kita dan orang yang mencintai kita tak kita cintai. namun, di balik semua itu hanya satu kata yang tepat

I Wish I Knew

Oleh:
“Nina! ayuk!” ajakku pada Nina. “Sebentar Vira!” ucap Nina. “Heh! kalian tu mau ngapain?! ajak aku juga dong!” ucap seseorang tiba-tiba dan rupanya itu Kayla. “Hei! kamu tu orangnya

Medul dan Nedul (Part 1)

Oleh:
Sahabat itu harus seperti teh manis. Ada yang menjadi gula. Dan ada yang menjadi bubuk teh. keduanya harus saling melengkapi untuk menjadi teh yang baik. Terkadang salah satu diantaranya

Kenangan Terakhir

Oleh:
Namaku Bila, aku adalah anak sematawayang. Ya, aku senang sekali menjadi anak sematawayang karena aku dapat bermanja-manja dengan kedua orangtuaku. Orangtuaku pun selalu memenuhi keinginanku, sangat bersyukurlah aku dengan

Letter

Oleh:
25 Desember 2016 Hari ini adalah perayaan natal ke-25 dalam hidupku. Namun, natal tahun ini tidak semeriah dulu. Orangtuaku sudah pergi akibat kecelakaan pesawat yang bahkan sampai sekarang baru

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Tempat Terakhir”

  1. Andhini Sekar Putri says:

    Bagus banget cerpennya. Sedih juga bacanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *