Thanks For All

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 February 2017

Izna hanya bisa tersenyum pedih. Di tempat rahasia mereka, sebuah laut biru dengan hamparan pasir yang indah, dia duduk dengan air mata yang terus menetes.
Izna menyesali perlakuannya kepada Rara, sahabatnya. Dia terus menerus menyalahkan dirinya atas kematian Rara, sahabatnya

Seminggu sebelum kematian Rara…
“Welcome Izna, my lovely friend!!!” Kata Rara sambil nyengir lebar kepada Izna saat Izna sampai di depan pintu kelsa menuju ke bangkunya. “Apaan sih Ra? Kayak anak-anak aja.” Gerutu Izna. Rara kaget dengan sikap dingin Izna.
“Ada apa Na? Sakit? Demam?” Kata Rara. Dia menempelkan punggung tangannya di dahi Izna. “Tapi nggak panas?” Kata Rara sambil berlagak seperti dokter
“Nggak ada apa-apa.” Kata Izna dingin. Rara sangat kaget. Dia melihat wajah Izna sangat dingin.

Saat istirahat, Rara melihat Sella, salah satu temannya dan Izna bercanda ria. “Pantas saja Izna sangat dingin kepadaku.” Pikir Rara

Tiga hari kemudian, Rara mendengar gosip teman-temannya. “Hei, katanya Izna dan Rara udah nggak sahabatan lagi”. “Iya tuh, mungkin Izna bosan kali sama Rara”. “Kasihan banget yah si Rara” Rara hanya menggeleng-geleng kecil, lalu duduk di bangkunya. Selama pelajaran, Rara hanya diam

Empat hari kemudian, Rara mendengar gosip kalau Izna dan Sella bertengkar. “Rasain tuh Na, makanya jadi orang setia kawan dong.” Dengar Rara dari gosip teman-temannya.

Rara pun langsung pergi ke bangku Izna. Dia melihat Izna hanya diam saja. “Ada masalah apa Na?” Tanya Rara. Izna hanya diam. “Kalau nggak sanggup nahan masalahnya, luapkan aja ke aku. Aku siap dengerinnya kok. Jangan sok kuat kalau kau nggak kuat.” Kata Rara
Izna langsung memeluk Rara. “Maafin aku Ra. Aku tau, aku itu seharusnya setia kawan.” Kata Izna. “Ra? Ra?” Izna kaget saat merasakan kalau tidak ada gerakan dari Rara.

Rara langsung dibawa ke rumah sakit setelah Izna memberitahu wali kelas. Izna juga pergi ke rumah sakit. Orangtua Rara juga datang. Semua orang yang ada di sana tampak khawatir. Dokter yang memeriksa keadaan Rara pun keluar dengan menghela nafas panjang.

“Nyawa Rara tidak dapat diselamatkan. Dia sepertinya stress berlebihan dan terlalu lelah. Dia memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.” Jelas dokter

“Semua ini salahku.” Kata Izna. “Tidak nak, tidak ada yang salah. Semua ini kehendak Tuhan.” Kata ibu Rara

Sekarang, Izna menyesal. Dia menyia-nyiakan kebaikan seseorang padanya. Dia mengingat kenangan saat dia dan Rara berjanji dulu
“Kita berjanji akan menjadi sahabat selamanya.” Kata Rara dengan wajah yang cerah sambil mengulurkan jari kelingkingnya. Izna hanya tersenyum kecil. Dia mengulurkan jari kelingkingnya juga. “Janji.” Kata mereka berdua sambil mengaitkan jari kelingking mereka di sebuah pantai dengan laut biru yang menakjubkan

“Thanks for all, Rara.” Senyum Izna. Dia melihat pemandangan matahari terbenam yang sangat indah, hal yang sering dilakukannya dulu bersama Rara. Tapi, pemandangan tersebut tak begitu indah tanpa ada Rara di sampingnya

“I will always miss you.” Gumam Izna sambil membayangkan wajah cerah Rara di matahari yang mulai terbenam itu

Cerpen Karangan: Indah Ramadhani F.
Facebook: Indah Rahmadhani

Cerpen Thanks For All merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teori Vs Praktek

Oleh:
Hai namaku Cattleya Sezu, aku anak paling suka sama pelajaran IPA, tapi aku lebih suka bagian praktek, kataku aku lebih suka sama IPA bagian praktek karena menurut aku itu

Kesempatan Kedua

Oleh:
“Azka, aku ingin bicara denganmu.” Kalimat yang membuat Azka terkejut kepada teman satu jurusannya itu, Efrida. “Azka? Kau mendengarku tidak? Aku ingin bicara denganmu. Jangan beralasan lagi untuk menghindariku

Cincin Kenangan

Oleh:
Pagi ini Dira dibuat tertawa ria oleh Ririn, sahabatnya. Ia bercerita tentang banyak hal, tentang Mas Hendra yang udah gede tapi takut sama gelap, tentang Mini mouse lucu miliknya

Hadir Mu, Sang Penolong (Part 1)

Oleh:
“Aku ingin menjadi malaikat bagi malaikat.” Randy. Seorang gadis berjalan ke sekolah sendirian. Rita melangkah santai meskipun sudah terlambat. Sebuah headset besar menggantung di kepalanya. Wajahnya sedikit terangkat dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *