The Story of Her

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 June 2014

Aku memiliki seorang teman, namanya Keysha. Aku sudah bersahabat dengan Keysha selama kurang lebih 5 tahun, dia sering menceritakan keluh kesahnya kepadaku, terutama tentang pacarnya, Aldo. Awalnya Keysha tidak mau menceritakan hal ini padaku, tapi tanda tanda itu sangat jelas, sehingga aku mendesaknya untuk bercerita. Setiap sore kami selalu menyempatkan waktu untuk bertukar cerita dan kabar tentang masing masing. Bila ditanyakan, dia akan selalu menjawab hubungannya baik baik saja dengan Aldo, tetapi seringkali saat kami bertemu untuk bertukar cerita, aku melihat tanda tanda itu. Terkadang luka seperti tergores, tapi seringkali lebam. Di kaki, tangan, pipi, bahkan pernah saat kami mencoba baju bersama, aku melihat lebam itu di pinggangnya. Awalnya saat aku bertanya, dia selalu menjawab itu jatuh, atau terantuk meja dan lainnya. Tapi karena dari minggu ke minggu lebam lebam itu tidak kunjung hilang, bahkan semakin banyak, aku mendesaknya. Akhirnya keluar lah cerita itu. Sahabatku itu, diperlakukan seperti anjing.

Awal Keysha bertemu Aldo, Aldo adalah cowok baik yang sangat mencintai Keysha. Sebelum dia terlibat nark*ba, saat itu terjadi, Keysha sudah terlalu mencintai Aldo untuk melaporkannya ke polisi. Saat Keysha mulai menasehati Aldo dan membujuknya untuk masuk panti rehab, saat itu lah Aldo pertama kali menampar Keysha, saat pertama kali itu, Aldo langsung meminta maaf dengan sungguh, bahkan hampir menitikan air mata. Saat itu Keysha berkata dia hanya sedang dalam pengaruh nark*ba, dan itu terakhir dia cerita padaku. Karena dia sudah tidak cerita lagi, kupikir hubungan mereka baik baik saja, sampai aku melihat lebam lebam itu. Kalau pada awalnya Aldo menyesal telah memukul Keysha, lama kelamaan ia sudah tidak menyesalinya. Bahkan saat Aldo tidak dibawah pengaruh nark*ba pun dia tetap memukul Keysha.

Sejak Keysha menceritakan hal itu, aku selalu berusaha mengajak pergi Keysha. Pikirku, agar Keysha tidak perlu terlalu sering bersama lelaki itu. Tetapi begitu hancur hatiku saat mengetahui bahwa Aldo semakin sadis memukul, menendang Keysha bila Keysha menghabiskan banyak waktu denganku. Ribuan kali kukatakan pada Keysha untuk berpisah dengannya, atau setidaknya melaporkan ini pada pihak yang berwajib. Tapi ia menolak dan mengatas namakan cinta. Aku bahkan sempat mengancam akan melaporkan hal ini ke polisi, tetapi Keysha malah memohon padaku untuk tidak melakukannya, bahkan sampai berlutut di bawah kakiku. Rasanya teriris hati ini melihat sahabatku seperti ini, Keysha dulu adalah gadis aktif yang periang. Tetapi sekarang, melihatnya tersenyum dengan tulus saja sudah jarang sekali.

Sore ini, aku kembali bertemu dengannya untuk bertukar cerita. Aku selalu berharap Keysha datang dengan senyum dan mengatakan bahwa Aldo sudah berubah kembali. Tapi sudah 2 tahun sejak Keysha menceritakan kepadaku pertama kalinya tentang penyiksaan itu, harapanku belum juga terkabul. Dan selama 2 tahun itu juga, sahabatku hidup dalam kesedihan, kepahitan, kesakitan.

“Key, lo kenapa lagi? Kok kepala lo sampai diperban gitu?” tanyaku panik saat ia datang. “Gak papa La, biasa Aldo, botol birnya gak sengaja kena kepala gue. Tapi udah gak kenapa kenapa kok,” ujarnya sambil tersenyum, senyum yang aku kenal persis dan sudah dia obral selama 2 tahun ini, senyum terpaksa. “Please Key, gue bener bener khawatir sama lo. Please banget lo pisah aja sama cowok brengsek itu!” ucapku mulai emosi, dia bahkan masih membela Aldo dengan alasan tidak sengaja. “Gak bisa La, gue udah cinta banget sama dia. Gue gak bisa lihat dia menderita,” ujarnya miris, “eh, Aldo udah sms nih. Sorry ya gue balik duluan, gue takut dia marah lagi. Bye La.” Lanjutnya seraya meninggalkan uang untuk minumannya dan pergi keluar. Aku tidak menyadari bahwa itu adalah terakhir kalinya aku melihat sahabatku.

Cerpen Karangan: Sonia Meiliana

Cerpen The Story of Her merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Demi Sahabat

Oleh:
“Din tau gak kamu?” “Gak!!” “Ihhh kamu nih, ada anak baru lo, dia di kelas 2 IPA 3” “Emang knapa?” “Ihh kamu ini, dia ganteng banget” Namaku Dina, aku

Bintang di Hati Leon

Oleh:
Bintang dan Leon adalah sahabat yang selalu bersama di kala suka dan duka. Bintang adalah sosok cewek tomboy yang ahli main basket dan main gitar. Sedangkan Leon adalah adik

Persahabatan Yang Tak Disadari

Oleh:
Suatu hari di sebuah hutan ada seekor monyet bernama Monmon, Monmon mempunyai sifat yang sangat serakah dia tidak menyukai pertemanan dan juga hal baik lainnya, para hewan di hutan

Butterfly of Night

Oleh:
Tok tok tok… “Devy… devy…” teriak cowokku di depan pintu sementara aku sedang dikurung di kamar oleh orangtuaku, “ada apa nyari nyari devy?” tanya ayah dengan suara tingginya. “itu

Denyut Kehidupan Vallen

Oleh:
“Aduh, pelan-pelan Bu!” “Sakit ya Nak?” Gemetar, bibir ibu yang mulai membuka percakapan kepada buah hatinya ini, air mata yang mengalir lembab di pipi anaknya seakan memberi perintah agar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *