Tinta Hitam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 3 March 2021

Hidup seorang diri tanpa ditemani seseorang membuat dunianya hitam kelam. Memiliki paras cantik, dan memiliki bola mata berwarna Amber.

Wanita muda berumur sekitar 20 tahun. Kini dirinya hidup sebatang kara, dari mulai dibuang di panti asuhan oleh orangtuanya, dan seperti asing hidup di dunia.

Arrabella Azura. Nama yang sangat indah bukan ada nama bulan tercantum pada namanya, tetapi bulan lebih bersinar jika dibandingkan dengannya. Sangatlah bertolaK belakang dan patut di garis bawahi sangatlah berbeda.

Yang membedakan disana bukanlah fisik, tetapi kehidupannya terlalu sulit untuk dipahami. Dan tidak banyak orang yang menyukainya.

Dulu hidupnya sangat berwarna, tetapi setelah beberapa tahun kemudian dunianya runtuh seketika. Wanita yang telah mengurusnya mati terkapar dan sekujur tubuhnya penuh dengan lebam, dan pisau menancab pada tengkuk lehernya.

Darah segar dan bau amis menyeruak ke dalam indra penciumannya. Dimana pada ruang tersebut dirinya dibunuh dengan sangat keji. Mita Anastasya wanita muda dengan segala keunikannya. Namun tidak dengan kematiannya.

Kini semua tinggallah cerita, Arrabella atau sering disebut Bella. Telah Kehilangan sosok surganya, yang telah merawatnya dari bayi hingga dirinya ditinggalkan dalam kesendirian.

Tida ingin seseorang kah menemani hidupnya?, bahkan sampai saat ini pun Bella tidak tau keberadaan orangtuanya, tetapi lebih tepatnya Bella tidak ingin orangtuanya, toh hidupnya sudah hancur karenanya.

Panti asuhan yang setengah terbakar di bagian belakang pekarangan menambah kekumuhan pada panti asuhan tersebut.

Matahari pagi, tanpa permisi masuk melalui celah dinding yang mulai retak, seperti tersinari wajah sayunya yang beberapa tahun sangatlah ceria, tetapi kini hidupnya penuh kekosongan.

Bella terbangun dari tidurnya, dan mulai merasakan lapar. Melangkah kaki putihnya menuju dapur yang dulu sempat terbakar.

Makanan alakadarnya dan jauh dari karbohidrat, dan vitamin lainnya. Tetapi sangatlah bodoamat tentang itu kini dirinya sedang menyantap makanan itu dengan penuh diam dan menikmatinya.

Tidak tau sampai kapan hidupnya seperti ini, tidak ingin keluar dari keterpurukannya atau malas berhubungan dengan manusia yang tidak mempunyai hati.

Trimakasih

Cerpen Karangan: Anisa Putri
Blog / Facebook: Pena

Cerpen Tinta Hitam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Juara Pertama Untuk Ibu

Oleh:
Terdengar suara orang yang sedang membuka pintu, dan ternyata itu adalah ibuku. Adikku yang sangat gembira menyambut ibuku yang sudah pulang dari kantornya. Dan dia memberikan sebuah kado untuk

Kakek Mono dan Boneka Angry Bird

Oleh:
Wajah sumringah penuh keceriaan Kakek Mono terpancar jelas dari setiap guratan kulit yang semakin menua dan berkeriput. Senyumnya selalu mengembang di setiap langkahnya yang mantap, sedikit miring ke kanan

Migegil

Oleh:
Waktu menunjukkan pukul 05.00, sudah menjadi kebiasaanku untuk bangun tidur lalu membantu pekerjaan rumah, kemudian mandi, sarapan dan berangkat sekolah. Kemudian aku bangkit dari tempat tidur sambil menutup mulutku

Biarkan Kita Menjadi Cerita

Oleh:
“tenang.. rumah ini udah siap pakai kok” ucap papa Gea seakan tahu apa yang sedang Gea fikirkan ketika melihat rumah barunya. “oh..” jawab Gea ber-oh pendek Ya, hari ini

Cahaya Untuk Icha

Oleh:
“ aah Riki, basah tahu.. aah udah..” rengekku ketika bermain pistol air bersama Riki sahabat kecilku. Tawa kami bisa jadi tawa paling istimewa di kompleks ini. Rumahku dengan rumah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *