Ulang Tahun Terakhir Anne

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 9 June 2019

Bingung. Akan memberikannya sebuah kado apa. Hmmm, aku memutuskan akan memberikan Anne sebuah boneka tedy bear. Anne adalah gadis yang sudah menjadi sahabatku selama 4 tahun. Sayangnya ia menderita kanker otak stadium 3.

“Selamat ulang tahun Anne!” ucapku pada pesta ulang tahunnya sambil mengulurkan kotak berisi tedy bear itu.
“Thanks ya Ra” jawabnya.

Saat acara pemotongan kue, aku terkejut. Aku melihat wajah Anne yang tiba tiba menjadi pucat dan tiba tiba ia mimisan. Anne segera mengelapnya.
“Anne, kenapa kau?” tanyaku.
“Tak apa..a” Brukkk!!! Anne terjatuh.
Orang orang segera membawa Anne ke rumah sakit.

“Ma, aku dimana?” tanya Anne di sela sela komanya. Wajahnya pucat dan rambutnya sudah sangat sedikit, hampir botak.
“Di rumah sakit sayang, lawan kanker itu! Semangat!” kata mama Anne sambil menangis.
“Iya ma” jawab Anne parau.
Aku hanya bisa meneteskan air mata dan menangis.

“Makasih ya ra kadonya, selamat tinggal” Anne pun menghembuskan nafas terakhirnya.
“Anneeeeeee!!!!” tangisku sambil memeluknya.

Malam itu semua orang dirundung kesedihan. Padahal saat itu adalah hari ulang tahun Anne. Ulang tahun terakhir.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha
Maaf jika ada salah kata karena saya masih cukup pemula

Cerpen Ulang Tahun Terakhir Anne merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bila Di Dunia Kertas

Oleh:
Pagi hari Bila telah sibuk membereskan tempat tidurnya, lalu ia mandi dan mengenakan T-shirt berwarna ungu, memakai celana selutut yang berwarna abu-abu, dan bandana berwarna ungu di sampingnya terdapat

Buku Resep Persahabatan

Oleh:
“Alishaaa…” panggilku. Alisha menghampiriku. “Kenapa?” Tanyanya. “Besok sore, ajak Fina ke rumah gua. Lo juga ikut” terangku. “Ooh.. oke” dia kembali berjalan menuju kantin. Aku merasa puas. Sangat puas.

Sepatu Balet Valerina

Oleh:
“Lalalalala…Lalalala..” Senandung Valerina sambil mendengarkan kotak musik miliknya. “Syalala…Syalala..” mulut kecilnya bersenandung menirukan suara asli dari kotak musiknya. Tiba-tiba terlintas ide di benak Valerina. Ya! Sepatu balet. Dia mengambilnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *