Unforgettable

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 16 March 2015

Terus kupandang wajahnya. Cantik, putih, bersinar… Takkan gue lupakan senyum indah yang menghiasi wajahnya itu. Dan sampai saat ini tak bisa gue lupakan kejadian yang sampai merenggut nyawanya.

Namanya Audy. Saat itu gue sedang mengantarkan Audy ke toilet. Karena gue orang yang agak jail, gue masukan tikus putih ke toilet yang sedang Audy pakai. Ya karena Audy Phobia tikus.
Audy menjerit. “AAAAAaaaaaa, Nindy ada tikus. Tolongin gue Nindy”
Gue hanya tertawa. Dan saat itu Audy naik ke WC. Dan yang terjadi Audy jatuh tersungkur ke lantai.
“GEDEBUG”
Suara apa ya? Gue tengok Audy sudah bercucuran darah di kepala dan kakinya.
Audy segera dibawa ke rumah sakit. Gue gak boleh ikut, karena gue harus belajar.
Gue pun pulang dengan membawa salah. gue belum melihat Audy.

Dan saat esok pagi di sekolah ku dikabarkan teman Audy telah Tiada. Akibat kehabisan darah dan kaki kanan Audy yang patah.
Gue kaget, aku segera ke rumah sakit untuk memastikan itu tidak benar. Tapi sudahlah nasi sudah menjadi bubur. Takkan bisa ku kembalikan lagi seperti semula.

Tak kusangka Audy meninggalkan kami secepat ini. Meninggalkan keluarga, teman dan sahabat mu ini.
Ya Allah Maafkan Aku. Audy Maafin Nindy. Audy…

Gue pun akhir akhir setelah kepergian Audy banyak bengong, ngelamun, diem. Karena gak ada Audy. Dari kecil memang gue bareng bareng, sampai gede gue sama Audy ngekost bareng.
Tak terasa Air mata ku mengalir. Setiap ku memandangnya.

“Nindy”
Suara Cindy memecahkan lamunanku.
“Iya Cin?” Aku menghapus air mataku.
“Lagi ngapain lo? Liat foto Audy lagi? Udahlah Nin, udah 3 tahun lo kaya gini. Mau sampe kapan? Audy sudah pergi Nin. Kalo lo nangis terus, Audy nggak bakal tenang. Audy Cuma butuh Doa yang tulus dari lo dari hati lo” Cindy Nasehatin.
“Maaf Cin, gue terlalu dalam penyesalan gue apa yang gue lakuin ke dia, seharusnya gue gak begitu” Gue pun nangis lagi.
“Ya udah sekarang begini aja. Lo bangun, hapus air mata lo, ganti baju. Abis itu kita jenguk Audy ke makamnya” Ajak Cindy.
“Sekarang?” Tanya gue bloon.
“Taun depan” jawabnya nggak kalah bloon. “Ya sekarang lah onenk”
“Hehehehe..”

Kami sampai di gerbang TPU. Gue turun dengan baju item item. Gue sama Cindy sampai di tempat Audy dimakamin. Gue jongkok. Mohon doa sama Allah. Dengan khusyuk gue berdoa.
Usai berdoa gue taburin bunga ke atas tanah makam Audy. Setelah itu gue cium batu nisan Audy bertanda gue sayang sama dia.

Gue jalan dan Cindy udah di depan.
Gue tengok lagi makam Audy. Dan gue lihat Audy dengan baju putih, cantik dan bersinar sedang berdiri di samping makamnya sambil tersenyum.
Gue pun tersenyum. Mulai sekarang gue berjanji, gak ada tangisan lagi, gak ada bengong bengongan lagi. Dan mulai sekarang gue harus kuat.
Dan sekarang ada Cindy menjadi sahabat terbaik gue. Dia selalu ada disaat gue sedihin Audy. Dia hibur gue, dia bangkitin semangat gue untuk tetap tegar.
Dan mulai sekarang gue berjanji lagi. Takkan ku buat kecerobohan lagi. Kan ku jaga baik baik Cindy. Takkan ku biarkan gangguan apapun menangkapnya. Gue rela gantiin nyawa gue demi dia. Tapi Audy juga gak akan gue lupain. Audy… Cindy… I Love You.

Cerpen Karangan: Rara Hegira Hazara
Facebook: Rara Hegira Hazara

Cerpen Unforgettable merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kayuh Menjauh

Oleh:
“AYOO… kayuh terus ben pelan-pelan, awas remnya”, teriak seorang wanita muda sedang girang menyemangati anak asuhnya, yah, itulah inem sang pengasuh. “Beno bisa biii…!!! Teriak dari arah tengah lapangan

Persahabatan Di Bawah Hujan

Oleh:
Aku melamun di derasnya angin ini. Aku hampir 2 jam menunggu di halte tapi, dia tak kunjung datang. Dan tiba-tiba datang sorang gadis, sepertinya seumuranku, mengenakan Dress. Dia menghampiriku.

The Artist

Oleh:
Sudah beberapa bulan aku disini. Setelah pindah rumah, aku menjadi lebih percaya diri karena mempunyai sahabat-sahabat yang begitu baik padaku. Dulu aku adalah orang yang pemalu. Karena sahabatku, Ian

Sun Was Shine

Oleh:
Matahari pasti bersinar dan aku hanyalah badai yang menutupi sinar matahari, aku akan menjauh dari matahari Perkenalkan namaku Audrey aku memasuki kelas, terlihat tatapan sinis dari para gadis. Aku

Rendi

Oleh:
“Kakak, aku sudah lapar,” rintihan seorang pria kecil yang tangguh terdengar di tengah-tengah pasar kecil itu. “Sabar ya Ren, jualan kakak belum terjual. Mungkin sebentar lagi, kamu akan bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *