Zian dan Mail

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Sunda, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 26 June 2013

Zian seorang remaja berusia 13 tahun itu baru pindah ke desa Sukamana bersama keluarganya. Dia pindah dikarenakan ayahnya akan membangun perumahan di desa Sukamana. Suatu hari dia akan daftar ke sekolah barunya bersama ibunya.
“Zian cepet dong pake bajunya nanti kesiangan,” sahut Ibunya, “Iya bu bentar,” balas Zian.
“Aduh ibu kok Zian sekolah di sekolah yang kampungan sih bu? udah kumuh, kotor, anak anaknya pada dekil lagi” protes Zian, “Habis kamu mau sekolah di mana lagi? Ini tuh cuman satu satunya sekolah yang ada di desa ini” bentak ibunya. Akhirnya Zian pun pasrah untuk bersekolah di SMPN 1 Sukamana.

Keesokan harinya Zian pun pergi bersekolah di antar oleh ibunya. “Halo, kalian telah kedatangan satu orang murid baru dari Jakarta, silahkan perkenalkan namamu” sahut wali kelas ke seluruh siswa dikelasnya, “Aduh males banget, pake perkenalan segala,” berkata dalam hati, “Ayo cepet perkenalkan namamu” ucap wali kelas agar Zian cepat cepat memperkenalkan dirinya, “Perkenalkan nama saya Zian Tri Pandhie, saya berasal dari SMPN 12 Jakarta” Ucap Zian sambil malu malu, “Oke terimakasih Zian, silahkan duduk di bangku ke empat paling ujung di samping Mail” ucap bu guru menyilahkan Zian untuk duduk di kursinya.

Zian pun duduk di sebelah Mail. “Halo, namaku Mail” sambil menyodorkan tanganya untuk berkenalan dengan Zian, tapi Zian tidak membalas salaman tangan Mail, “Oh, maaf kalo tidak mau” sahut Mail sambil tersenyum. Bel pulang berbunyi, “Anak anak, sekian pelajaran hari ini, berjumpa lagi besok dengan ibu, PR halaman 124 di buku paket Matematika” tutup ibu guru, anak anak pun beres beres dan pulang.
“Aduh bu gimana nih PR nya Zain gak bisa bu, mana besok dikumpulin lagi” sahut Zian sambil meminta ibunya untuk mengajarkannya, “Aduh Zian kenapa kamu gak kerja kelompok bareng temen temen barumu, ibu lagi sibuk” balas ibu Zian, “Zian belum punya temen ibu” ucap Zian, tiba tiba ada suara ketukan pintu terdengar (Tok tok tok tok), ibunya membuka pintu depan dan melihat seorang anak berbaju dekil menanyakan Zian, “Zian… Zian… Ada temen nih nyariin kamu” teriak ibu Zian memanggil manggil nama Zian, “Siapa bu? Suruh masuk aja” balas Zian, Akhirnya Mailpun masuk setelah di suruh masuk oleh ibu Zian. “Jang (panggilan bahasa sunda untuk seorang laki laki) tolong bantuin Zian ngerjain PRnya tuh dia gak bisa” suruh ibu Zian kepada Mail, Mail berkata “Iya bu” sambil tersenyum. “Eh jang, siapa namamu?” Tanya ibu Zian, “Mail” Zian menjawab pertanyaan ibunya, “Zian ibu nanya ke dia bukan ke kamu” ucap ibunya “Memang bu nama saya Mail” jawab Mail, “Oh Mail” ucap ibu Zian sambil tersenyum menatap Mail. Hari itupun Zian dan Mail bersahabat, “Akhirnya beres juga ya Mail PR matematikanya, makasih ya Mail” ucap Zian kepada Mail, “Ya sama sama, Zian aku pulang dulu ya, lain besok kita main lagi” sahut Mail sambil berpamitan pulang, “Iya siap, hati hati ya di jalan” ucap Zian sambil tersenyum.

Keesokan harinya Mail pun datang ke rumah Zian tapi anehnya di rumahnya tidak ada siapa siapa, “Kamana nya si Zian teh, ongkoh manehna nu ngajak Mail ulin ka imahna bari si Zianna euweuh,” (Kemana ya si Zian, bukannya dia yang ajak Mail main ke rumahnya tapi kok Ziannya gak ada) protes Mail dengan logat sundanya yang kental, Mail pun pulang ke rumahnya dan besok akan ke rumah Zian lagi mungkin besok bakalan ada, piker Mail. “Zian… Zian… Main yuk” setelah beberapa kali dipanggil panggil tapi sosok Zian tak muncul juga. “Baru aja sehari jadi temen eh dia malah ninggalin aku”.

“Anak anak ada kabar duka dari teman barumu Zian…” tiba tiba Mail memotong pembicaraan Ibu gurunya dengan wajah yang khawatir dengan keaadaan temannya si Zian, “Kenapa bu Zian, Zian gak apa apa kan bu?” tanya Mail, “Pukul 4 pagi tadi Zian bersama keluarganya mengalami tabrakan saat dia pergi ke Jakarta, Ibunya selamat tapi Zian dan ayahnya meninggal di tempat karena kondisinya sangat parah”. Mailpun pulang dengan bercucuran air mata, “Kenapa tuhan kau merenggut nyawa teman baruku itu…” ucap Mail sambil terus menangis di sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya.
“Ada apa itu Bu, Pa? Di TPU kami kok banyak orang?” ucap Mail memberitahu ibu dan bapaknya, “Tidak tau Mail, ayo kita pergi ke TPU untuk mengetahui lebih jelasnya” ajak bapak Mail, “Ibu disini aja yah bu”, “Ayo pak”.

“Pak RT siapa yang meninggal?” Tanya bapak Mail ke pak RT, “Itu pak, anak dan suaminya Ibu Tini, warga baru itu yang dari Jakarta”, “Innalillahi, Kenapa bisa meninggal?”, “Keluarga Bu Tini pergi ke Jakarta untu mengecek kondisi rumah terdahulunya tapi pada saat di jalan mereka mengalami kecelakaan, Suami dan anaknya meninggal karena kondisi mereka yang sangat parah, tapi Bu Tini tidak apa apa hanya luka luka ringan saja” ucap Pak RT menjelaskan kejadian yang dialami oleh keluarga Bu Tini.

“Assalamualaikum, ada Mailnya bu?” “Sebentar ya bu, Mail… Mail…” ibu Mail memanggil Mail dengan sedikit berteriak, “Ada apa Bu?” Tanya Mail ke Bu Tini, “Ini ada surat dari Zian, sebelum dia meninggal dia meletakannya suratnya di kamarnya” “Oh, makasih bu” ucap Mail.

Mail

Maaf kalau aku pas pertama ketemu suka menghinamu, merendahkanmu aku tau kita tidak boleh memilih milih teman atau melihat orang dari luarnya saja tapi harus dari dalamnya, hatinya. Sekali lagi Mail aku ucapkan beribu ribu maaf untukmu, dan maaf jika aku tidak ada di rumah karena aku mau ke Jakarta dan sekali lagi maaf baru membertaumu bahwa aku sekarang pergi ke Jakarta, 🙂 salam persahabatan
Dari Zian

“Aku pasti memaafkanmu Zian” ucap Mail sambil berderai air mata.

Cerpen Karangan: Dandi Tri Dirgantara
Facebook: Dandi Dirgantara

Cerpen Zian dan Mail merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Diamond

Oleh:
Waktu itu gue duduk di kelas 2 SMP, kenalin nama gue nirmala temen-temen biasa manggil gue mala. gue ikut berbagai kegiatan di sekolah contohnya aja kayak osis. Ekskul osis

Memori Bersama IPA 1 Smansa Mamuju

Oleh:
Entah mengapa malam ini aku memikirkan sesuatu. Entah mengapa malam ini teringat Sesuatu. Entah mengapa malam ini hanya ada aku. Entah mengapa malam ini aku ingin menulis sesuatu. Kehidupan

Sahabat Kecilku (Part 1)

Oleh:
Aku mengerti, cinta itu tidak bisa dipikir dengan logika. Tentu saja benar, bukannya memang hati dan pikiran manusia selalu mengalami konflik? Entah siapa yang benar atau yang dibenarkan dalam

The Best Of Friends

Oleh:
Sahabat karibku dialah yang bernama aguswan. Dulu saya dan aguswan berteman dari SD. Saya (sandi) dan aguswan selalu bersama di SD selalu berdua; hobi kami berdua ialah bermain bola,

Sinar

Oleh:
Rintik-rintik hujan masih terus membasahi bumi. Becek, itulah yang terjadi saat ini. Tapi walau begitu tak menghalangi Sinar bocah cilik yang masih duduk di bangku kelas 4 SD ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *