Di Tepi Kali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 23 December 2017

Aku duduk termenung di kursi dekat pinggir kali. Memandangi air yang jernih dan banyak eceng gondoknya. Aku sempat terkagum melihat bunga berwarna ungu itu. Ada kecebong juga! Aku tersenyum.

Melihat kecebong-kecebong itu, ada satu pertanyaan di pikiranku. Mungkinkah mereka bahagia dengan kehidupan mereka? Aku amati setiap gerak-gerik mereka. Mereka lucu, imut, walaupun kecil tetapi bisa membuat aku tersenyum. Mereka terlihat gembira. Berenang dengan ria bersama kawan-kawannya. Ah! Aku jadi ikut bahagia.

Pandanganku kualihkan ke tepi kali di sebelah kiriku.
“OH MY GOD! Ada ulat mau jatuh! Aku harus menolongnya!” Aku terkejut melihat ulat itu susah payah untuk bisa naik ke atas tanah yang licin. Semalam memang hujan deras. Aku cepat-cepat mengambil seranting kayu untuk menjadi pijakan ulat itu. Yap! Benar saja. Ulat itu dengan senang hati menerima pertolonganku. Ia naik ke atas ranting dengan pelan. Lalu aku mengangkat ranting itu dengan perlahan. Aku takut ulat itu terjatuh ke air. Mataku mulai mencari-cari pohon yang cocok untuk ia tinggali.
“Pohon cempaka putih…? Aku rasa cocok buatmu,” kataku.

Aku mendekat ke pohon cempaka putih yang rindang.
“Kamu pasti tenang di sini. Jauh dari pemangsa. Daun-daun di sini juga cocok dengan selera makanmu,” ucapku.
Aku lalu menaruh ranting itu ke atas daun dan ulat itu berjalan pelan ke atas daun. Lucunya, ulat itu cepat-cepat bersembunyi di balik dedaunan. Hahaha… Aku tertawa melihatnya.

Hari sudah petang. Aku tidak mau lama-lama di sini. Banyak nyamuk berterbangan di atas kepalaku lalu hinggap di tubuhku. Aku langsung meninggalkan kali itu dan berjalan menunduk menyusuri tepi-tepi kali menuju jembatan. Aku takut menginjak binatang-binatang kecil, seperti semut misalnya.

“Hei!”
Sapa itu mengagetkanku. Aku menoleh ke samping kananku. Oh, rupanya Kelly. Dia adalah temanku dari kecil. Aku tersenyum.
“Selesai merenung di pinggir kali?” tanya Kelly menahan tawa.
Aku hanya tersenyum. Kelly memang tahu kebiasaanku kalau aku lagi bad mood.
“Main dulu, yuk, ke rumahku. Mamaku bikin bolu kukus. Kamu kan suka..” ajak Kelly.
“Mau dong..”
“Ayo!”

Aku dan Kelly pun pergi ke dapur dan memakan bolu kukus itu.

Cerpen Karangan: Lianna Dewi
Facebook: Li
Penulis menyukai dunia tulis-menulis sejak kelas 3 SD. Hingga sekarang hobinya masih ia lakoni.

Cerpen Di Tepi Kali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pencopet Angkutan

Oleh:
Baru pernah aku beli sekotak kue dengan harga sangat mahal. Tapi tidak apa-apa lah. Daripada nanti aku tidak jadi beli malah penjualnya marah. Soalnya tadi sudah kutawar banyak kali

The Meeting

Oleh:
Hmm… Kota Malang. Kota dingin yang menyajikan sejuta keindahan. Kota pelajar yang tak jarang mengundang romantisme para insan manusia di dalamnya, tak terkecuali diriku. Ya, Malang memang menjadi saksi

Semangkuk Bakso Diskusi

Oleh:
Di siang hari yang terik memang mantab menyantap yang segar-sagar, bakso. Bakso tidak pernah kehabisan untuk dijelajahi dan bakso selalu hadir dengan pesonanya yang pedas dan seksi. Siang yang

Bukan Kisah Insomnia Biasa

Oleh:
Ini kisahku, aku adalah seseorang yang akhir-akhir ini merasa tidak enak dengan diri ini karena menderita sebuah gangguan kesehatan. Ahh, mungkin gangguan kesehatan ini bukanlah separah penderita kanker, penderita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *