Hujanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 1 September 2021

Hari ini Hujan sedang mencari perhatianku, saat sedang berkemas tuk bepergian, ia menyapaku dengan menjatuhkan butiran butiran air-nya, seolah berkata “Hai, aku ada disini. Janganlah dirimu pergi, diamlah di tempat singgahmu dan tataplah saja aku seraya menikmati minuman panas dan membaca buku, hal yang sangat suka kau lakukan dan sangat suka untuk kulihat.”

Membaca buku dengan seduhan minuman panas merupakan salah satu medium bagiku untuk merasakan kedamaian, langkah paling mudah nomor dua untuk merasakan kedamaian selain bersandar pada sofa empuk dan menikmati alunan musik.

Namun, hari ini perhatianku tidak sedang bersemayam padanya. Perhatianku sedang bermukim di seraian aspal yang mengundangku untuk bepergian, menikmati perjalanan tanpa tujuan jelas, yang akan memberikan perasaan damai, sesuatu yang sedang kukejar. Kendati demikian, Hujan tetap melontarkan butiran air-nya, butiran-butiran itu enak didengar, namun saat tidak sedang bersantai hal itu terasa menjengkelkan. Sudah berapa kali perjalananku tertunda ditengah jalan.

Hujan keras kepala, mengikutiku selama perjalanan sehingga membasahkan pakaianku hingga kuyup. Seolah memohon-mohon agar perjalananku ditunda saja, tidak untuk besok atau besoknya lagi, namun untuk selamanya.

Tidak Hujan, aku adalah manusia bebas, keputusanku adalah kehendakku, aku tetap pergi, biarlah dirimu tak kembali sekarang.
Namun, lain kali tetaplah bersamaku disini. Karena kedamaian sejati, hanya bersemayam pada dirimu, Hujan.

Cerpen Karangan: Irdandi Yuda Permana
Blog: irdandyyp.medium.com

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 1 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Hujanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Part of Life

Oleh:
Kembali menyesap kopi hitam yang tinggal setengah dan agak dingin, tapi pandanganku tak beralih dari layar tv yang masih menayangkan acara sepak bola di tengah malam, dan memasang telingaku

Terlambat

Oleh:
Kabut tebal menyelimuti pagi ini, matahari mulai memancarkan sinarnya yang hangat membuat pagiku ini kujalankan penuh dengan semangat. Semangat untuk belajar dan bertemu dengan teman-temanku di sekolah. Setiap pagi

Sang Romeo Salma

Oleh:
Siang itu, hujan turun begitu deras. Sederas air mata yang jatuh dari pelupuk mataku, sepuluh menit lalu, mungkin? …hhh, dengan tegar, aku menarik napas dalam-dalam sambil memejamkan mata. Kunikmati

She

Oleh:
Lima belas menit sebelumya… Line. Sebuah pesan dengan sebuah nama bertuliskan, Naffa: Hey, I just reached at cafe. Maaf tadi di jalan macet banget. Kamu masih di situ kan?

Meluruskan Niat

Oleh:
Kala itu kita sedang menunggu hujan reda, di masjid tepatnya. Jam menunjukkan pukul 18.30 WIB, jika kita tidak pergi berarti kita menggagalkan pertemuan kita dengan adik-adik panti asuhan an-nur,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *