Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 15 July 2016

Sudut mata yang masih terpejam terbangun dengan suara adzan yang merdu lantunan adzan yang indah dan hembusan angin yang segar seolah bahwa serasa hati hampa, pikiran tenang dan ikhlas hidup apa adanya, setelah selelsai solat subuh, ku sebentar terdiam di sudut pojok halaman rumah sambil memandang indah dan cerahnya langit yang luas dan lebar ini untuk manusia, sering merasa menyesal akan dosa yang pernah dibuat yang disengaja bahkan yang tidak disengaja, tak lama duduk di halaman rumah perlahan matahari pun terbit sedikit demi sedikit menyinari yang gelap, aktivitas manusia dalam kehidupan duniapun dimulai, tepat pukul 06.00 para ibu rumah tangga bergegas pergi mencari sarapan, anak-anaknya pun bergegas menyiapkan aktivitas-aktivitas yang dilakukannya hari itu juga, mereka berpisah tak lama setelah selesai sarapan untuk mencari apa yang diinginkannya di dunia ini, diriku yang bingung entah kemana rencanaku di hari yang cerah ini apa aku diam saja dirumah?, “rasanya akan menjenuhkan” jawabku sendiri

Akhirnya saya mengabari teman-teman untuk mengisi acara, acara apa? entahlah yang penting tidak menjenuhkan sudah cukup acara bagiku, selama perjalanan menuju acara di rumah teman, mata yang sangat luar biasa ini sepanjang jalan menoleh kepada dunia yang luas dan bertanya-tanya pada diri sendiri tentang kehidupan yang luas dan indah ini, manusia memang berbeda-beda ada yang menyadari akan ajaibnya dunia ini ada pula yang acuh dan tak peduli apa dunia yang ditinggalinya itu, entahlah itu mungkin jalan hidupnya masing-masing, kembali pada pertanyaanku sendiri, indahya pemandangan yang kulihat dan segarnya udara yang kuhisap dan leganya napas yang kuhembuskan, sungguh sungguh luar biasa ilmu yang kau miliki kuasamu akan ciptaan ini begitu hebat tak ada yang bisa menandingi dan tak mungkin bisa ditandingi oleh siapapun, kau ciptakan langit dan bumi dengan begitu mudahnya dan kau ciptakan lautan samudera yang luas begitu mudahnya, sedangkan seorang insan membangun rumah untuk berteduh pun memrlukan waktu berhari-hari bahkan sebulan itu pun perlu dengan bantuan insan lainnya, malu rasanya akan diri ini yang tak punya apa-apa tak bisa yang aku tunjukan kepadamu apapun itu, yang ada aku meminta kepadamu “tunjukanlah kepada hambamu seperti engkau menunjukan jalan kepada orang yang kau berkati ya allah, aminn,”

Ternyata yang indah itu bukan bersama teman bukan bersama siapapun tapi bersama cinta dan hati, meskipun sendiri jika cinta yang alami sudah dimiliki sendiri pun akan senang dan mencintai yang ada, apalagi mencinta kuasa allah yang sempurna di dunia yang luas ini.

Cerpen Karangan: Dika A.R
Facebook: Dika.Ar

Cerpen Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Harapan Palsu

Oleh:
Tetesan hujan yang tidak berhenti semenjak malam tadi, dinginnya udara kota Bandung yang harus diterjang oleh Anna, seorang janda muda dengan anaknya yang bernama Ibnu yang berusia 2 tahun.

Siapa Kamu?

Oleh:
New York, 2016. Pusat perdagangan dan pemukiman penduduk Amerika Serikat. Aku berada di sini sekarang untuk menuntut ilmu. Kehidupan di sini agak memuakkan. Sangat jauh dari apa yang dibayangkan

Bulan Gundah

Oleh:
“Mengapa aku harus memilih, sedang semuanya bukanlah pilihan bagiku.” “Tapi kamu harus cepat-cepat menentukannya.” “Aku tidak bisa.” “Ini bukanlah tentang bisa atau tidak bisa, tapi ini tentang mau atau

Rindu Di Balik Hujan

Oleh:
Rintik hujan mewakili rindunya pada seseorang. Pikirannya terbang jauh menembus awan gelap. Termenung di balik jendela menatap tiap tetes air yang jatuh membasahi bumi. Sudah lama ia tidak bertemu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *