Drummer Band

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Sunda, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 January 2016

DB Band baru kelar menyuguhkan lagu ‘Resigned’ dari Blur. Hmm sekali-kali bawa lagu Inggris Raya tidak apa-apa kan. Nick, pemain drum baru saja membereskan sound system di acara peluncuran deodorant di Bandung Super Mall. Ini pertama kalinya bandnya diundang. Lumayan buat nambah uang sewa kos, hehe. Tapi sebel juga lihat gaya Damon yang lebay sama pengunjung cewek terutama yang berkulit putih mulus.

Tadi mereka mainin lagu dari Glen, Maroon Five, dan tiga lagu jazz lainnya. Sayang respon para penonton kurang antusias. Mungkin mereka ngarep Yovie Nuno cepet-cepet dateng pasalnya ada anggota milis Femina yang bela-belain ke Bandung demi melihat band pujaannya. Sampai disediakan dua bus yang satu jurusan ke Plaza Dago dan satunya lagi ke Paris Van Java. Ini cewek dari tadi ngelihatin Nick terus. Emang apa yang aneh dari gue? Janggut dikit di dagu kan lagi ngetren katanya.

Mungkin gue aja yang keGRan. Palingan juga wajah gue pasaran kali ya. Enak aja. Nama gue aja diambil dari Nick Carter Backstreet Boys, untung belakangnya Krisna tapi aliran gue bukan ngepop lebih ke universal lah. Entar dulu kayaknya gue kenal itu cewek. Tatapan matanya yang tajam seperti nantangin gue. Apa dia salah satu grupies yang pengen deketin Damon lewat gue? Coba kita lihat apa abis manggung dia bakal ngikutin.. eh bener!

“Mas Nick yah?”
“Iy..yaa ada yang bisa gue bantu?” sial kenapa suara gue gemetar gini, padahal yang nyanyi kan Damon!
“Balikin tuh stik drum yang lo pake! Itu punya cowok gue tahu!”
“Hah gak salah mbak? Ini kan punya gue!” asli gue kesel sama nih cewek!

Tiba-tiba dengan kasar cewek itu mengeluarkan stik drum dari ranselnya.
“Nih! Stik butut lo ketuker! Udah dipanggil-panggil tahunya lo malah asyik dengerin I-pod! Band lo ikut audisi Cardinal Band kan?! Oh ya nama gue Elvira.”
Eh udah jutek masih sempet juga punya sopan santun. Telat kali mbak kalau kereta mah udah ketinggalan! Setelah puas mempermalukan gue di depan anak-anak dengan anggunnya Elvira berlalu. Gue baru inget. Dia Elvira Yousda ketua OSIS SMA gue! Mampusss!

Kok bisa ketuker stik gue sama wakil ketua OSIS, Yuda? Oh iya waktu itu kan tangan gue keringetan terus yang ada di deket gue cuma Yuda, jadi gue minta tolong dia megangin stik gue sementara gue ke wastafel. Mau-maunya Yuda pacaran sama Miss Jutek tapi pintar itu! Biar ketularan pintar kali ya. Mungkin stres juga jadi anak kepsek jadi otomatis dia punya beban studi tinggi (kuliah kali).

– Elvira
Cowok gila! kalau orang gak lihat ada ear piece di telinganya pasti disangka pasien RSJ yang baru saja kabur! Gara-gara band dia tuh bandnya Yudha kalah, padahal cuma beda 1 angka. Kan ceritanya Yudha Band ikut audisi di TV nasional khusus musik itu loh. Gue percaya votingnya fair tapi tetep kesel nu aya. Ternyata Nick Saputra atau Krisna? Saha nya ah teuing! Gak mau tahu! kalau gak salah dia kan adik kelasnya Yudha yang ikut kelas akselerasi jadi dia tiba-tiba sekelas sama Yudha.

Ternyata makhluk autis itu jenius juga gawat bisa-bisa status juara umum gue direbut sama dia! Gue harus cari akal sebusuk apa yah biar dia gak fokus di kelas? Yang jelas gue gak mau nyewa orang karena bisa-bisa gue ditusuk dari belakang seperti lagunya Mulan Jameela, Jangan Tusuk Aku Dari Belakang, Sakit Minta Ampun Tahu! Wahh, gue kebanyakan belajar apa udah tercuci otak sama MTV yah?

Elvira baru saja keluar dari blog pribadinya yang cuma bisa diakses oleh dia dan Yuda, sang yayang. Kenapa ya dua hari ini dia tidak bisa fokus pada rapat persiapan reuni dan bazaar lima? Mungkin karena baru kali ini ia dengan pede mengambil dua tanggung jawab sekaligus! Emang dia banyak ngatur, bossy tapi kan acara apa pun selalu sukses kalau dia yang handle.

Biar abis operasi dan mengalami pendarahan sampai tengah malam selama empat jam besoknya dia sanggup ke sekolah dengan pipi bengkak bekas dicabut. Fotonya dimuat di mading biar saja memang banyak yang sirik sama dia. Kadang dia jadi paranoid. Sejak menjabat jadi ketua OSIS yang hampir berjalan dua semester ini jadi banyak orang yang tadinya cuek sama dia tiba-tiba jadi sok kenal sok dekat.

Sibuk banget hari ini! Ia mau ke EF, siapa tahu mau jadi sponsor bazaar lima nanti. Yuda gak bisa nganter karena nunggu motornya di bengkel. Sopir pribadinya lebih sering nganter kedua orangtuanya makanya ia gak mau rebutan sama mereka jadi ada satu mobil nganggur di rumah tapi gak boleh dia pake huh!

– Nick
Kenapa ya latihan gue gak konsen hari ini? Emang gue sanggup begadang buat menghafal apa pun dan mencari metode tercepat untuk membedakan kosa kata feminim dan maskulin di bahasa Perancis. Yah jurusan gue adalah bahasa. Drummer yang bisa bicara francaise, kali aja Damon bakal kasih kesempatan buat gue ngegarap lirik lagu in french dan dia seperti biasa mengolah melodi. Kalau dia lagi kumat dalam apa pun anak-anak suka manggil dia ‘Demon’!

Basis DB Band, Alex tak kalah ngetop dengan Damon. Beberapa kali ia jadi cover majalah musik dan diinterview radio-radio Bandung, cocoklah sebagai humas DB pokoknya. Sebagai yang paling idealis dibanding gue, Damon, dan David, Alexlah yang tidak mau memanfaatkan nama besar ayahnya sebagai komponis handal dan lebih memilih kocek sendiri untuk merilis album perdana kami tahun depan. Sejauh ini cuma omdo, kapan dong kalau semua anggota band sibuk sama pacarnya masing-masing kecuali gue yang sukses menyandang predikat jomblo sejak SMA kelas 1! Sampai baal gue dibilang drum adalah pacar gue.

Cerpen Karangan: Kurniati Saptarina
Facebook: Kurniati Evalinde Saptarina

Cerpen Drummer Band merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Without Me

Oleh:
Semerbak cahaya matahari pagi, masuk ke celah-celah kebahagian baru yang datang menyelimuti semangat baru beserta menggantikan secercah luka dengan kedamaian. “feb, cepetan udah nunggu temannya tuh!” teriak mamaku dari

Dermawan Itu Untuk Siapa Saja

Oleh:
Lagi-lagi pengamen itu menyanyikan lagu yang bercerita tentang pentingnya berbagi. Hari ini juga Mira seperti biasanya memberi uang receh kepada pengamen itu. Selesai bernyanyi pengamen itu lama sekali duduk

Ngedate Pertama

Oleh:
Malam minggu ini gak seperti malam-malam minggu yang lalu. Hari ini tuh hari pertama gue ngedate. Wah! senengnya gue. Dan ini tuh boleh gue akui untuk pertama kalinya gue

Fly High (Part 2)

Oleh:
Saat bel berbunyi, seluruh siswa berlari memasuki kelas mereka masing. “Anjir.. gua belum belajar. Ulangan biologi kan sekarang? Ya ampun.” Hensa berdiri sambil meremas botol minuman yang tadi dia

Weirdest Couple

Oleh:
Hari itu hari minggu, Sandy masih terduduk di depan monitor dengan mata merahnya yang berkantung. Sambil mengenakan headphone dan kedua kakinya naik di atas kursi tempat ia duduk. “Woi!!!”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *