Hukuman Bermanfaat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 6 October 2021

“Kamu mengenali saya kah, tidak?”, seseorang menepuk pundakku saat apel malam.
“Siap, Tidak”, jawabku polos. Maklum saat itu tingkat konsentrasiku jauh dibawah normal karena seharian mengkuti latihan yang menguras tenaga, wajar saja saat apel malam, bulu mata atas dan bawah pengen reunian alias mengantuk berat.
“Kamu masuk bak mandi, dan menghadap saya segera”, perintah seniorku yang sangat usil itu. Hukuman yang sangat tidak sukai yaitu disuruh masuk bak dan menghadap dia, sudah pasti nanti aku dikerjain. Yang jelas pasti aku disuruh push up sampai lupa hitungannya.

Terkadang aku berpikir tindakan yang menyiksa itu tidak dapat dipopulerkan, apalagi seniorku itu bercita-cita jadi prajurit bukan selebriti, tapi kenapa dia selalu usil, kami juniornya selalu dicek harus mengenali suara dia.

Hukuman masuk bak mandi menjadi kebiasaan dalam asramaku dan setelah itu rangkaian senam yang dikategori hukuman harus dilakukan. Tidak hanya kasihan kami yang dihukum, tapi piketpun menerima imbasnya yang selalu harus menguras bak setelah seseorang dihukum. Ternyata itu untuk membersihkan bak mandi yang setiap saat harus dikuras.

Sampai dengan aku lulus Akabri, hukuman itu tidak terlupakan olehku, terutama keusilan senior yang minta dikenali suaranya.

Baru berdinas dua bulan, akupun diperintahkan untuk melaksanakan tugas operasi ke provinsi paling barat Indonesia yang saat itu sedang bergejolak. Perasaan takut muncul karena momentum perdanaku menuju medan laga, tapi ketakutan hilang saat aku sadari sejatinya hidupku akan selalu berada di lokasi yang berbahaya.

Akupun berangkat bersama pasukanku, aku menjadi seorang Komandan Pleton yang membawa 37 orang anggota. Ada yang lebih tua dari aku dan berkeluarga ada pula yang sebaya dengan aku. Dikarenakan pangkat dan jabatan, mereka semua menjadi tanggung jawabku. Yang menjadi ganjalanku, ketika terjadi korban, bagaimana caranya aku memberitahukan kepada istri ataupun anaknya? Makanya aku wanti-wanti untuk tidak ada yang korban dalam pasukanku.

Mulailah kami hidup tidak normal di medan perang, tidak pernah nyanyak tidur di kasur karena memang kami selalu di hutan, tidak pernah enak makan seperti di restoran karena hanya isi hutan yang dapat kami makan.

Berulang kali terjadi kontak tembak dengan musuh sudah menjadi permainan biasa, maklum perang itu seperti mainan tetapi matinya benaran. Saking terbiasanya prajuritku sudah hilang akal sehatnya, disaat kontak tembak malah masih sempat rokok an.

“Dor, dor, dor”, tiga kali tembakan terdengar saat kami sedang patroli, spontan semua prajuritku tiarap. Kami terdiam sejenak, selanjutnya tembakan rentetan menghujani posisi kami.
“Sebelas Dua Ratus,” aku berteriak untuk memberitahukan bahwa musuh menembak dari arah jam 11 jarak 200 meter.
“SMS, tersebar”, anggotaku terdepan memberitahukan kami bahwa musuh yang dihadapi menggunakan senjata mesin sedang yang tembakan menyebar ke segala arah.
“Berlindung, hentikan tembakan” instruksiku untuk mereka.

Semua anggotaku mengikuti instruksi karena saat itu kami kalah dari aspek medan yang mana kalau dihadapi secara langsung akan ada korban di pihakku, makanya aku suruh bertahan saja dulu. Musuh terus gencarkan tembakannya.
Aku dan anggotaku sama-sama kami ambil sebatang rokok, bukannya sombong tapi hanya menambah sugesti untuk tidak takut. Hampir separuh batang rokok, musuhpun berhenti menembak. Mereka bersorak girang mengira sudah menang karena kami tidak menembak mereka.

Disaat mereka berlari mendekati kami, spontan aku perintahkan seluruh anggotaku “Buka tembakan”. Musuh langsung kocar kacir karena tidak sempat menembak dan kamipun berhasil memenangkan pertempuran tanpa korban.

Hari sudah menjelang gelap, aku perintahkan pasukan untuk berbivak, kamipun melaksanakan istirahat di bivak masing-masing.

Ketika malam hari, aku mendengar adanya suara tembakan, tapi dari jarak yang sangat jauh. Tidak lama berselang, di radio aku mendengar bahwa Pleton temanku ada yang tertembak.
Kamipun bersiaga, mengantisipasi adanya serangan mendadak.
Namun alangkah kagetnya aku, menerima berita bahwa Komandan Pleton (temanku) menembak anggotanya disaat anggota sedang buang air di luar area bivak.

“Kok, bisa terjadi?” tanyaku kepada temanku itu.
“Aku tidak mengenali suara dia (korban), maka aku langsung tembak, aku kira musuh” jelasnya dengan nada menyesal.

Akhirnya aku tahu, seniorku yang dulu usil, mengajariku untuk mengenali suara anggota agar tidak terjadi korban sia-sia. Mohon maaf, aku sudah berburuk sangka. Hukuman itu ternyata bermanfaat.

Cerpen Karangan: Riyandi Mallay

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 6 Oktober 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Hukuman Bermanfaat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Onema

Oleh:
Pada sebuah massa, di alam semesta, Ada sebuah negeri yang disebut sebagai negeri tertinggi. Di negeri ini dimana orang-orang yang tinggal di sana memiliki kekuatan yang luar biasa serta

Guardianteli

Oleh:
Dunia benar-benar kacau selama dua puluh tahun terakhir ini. Jika dilihat dari Planet Mars, maka tak ada lagi sepetak hijau yang melekat. Biru menguasai Bumi. Dua puluh tahun silam

Sleep Deprived

Oleh:
Aku hanya memasang wajah datar ketika pria tambun berusia 50an itu merobek revisi proposal kelimaku. Tak sedikitpun aku melirik robekan kertas yang kukerjakan semalaman dan membuatku tidak tidur selama

Suamiku Palsu

Oleh:
“Eni..!! cukup!! Tak sepantasnya kamu mengucapkan semua itu pada ayahmu!!” bentak mira pada anaknya dengan nada bergetar. Seperti ada perang batin di hatinya, ia tak tega melihat eni disiksa

Melawan Lucifer

Oleh:
Sering kita melihat ilustrasi makhluk Tuhan yang dikisahkan membangkang terhadap perintah-Nya, yaitu bertanduk, bertubuh merah, bertaring atau apapun itu yang menyeramkan. Dia telah menunjukkan wujud aslinya. Semua orang bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *