Penjaga Rahasia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 7 November 2018

Tampak seorang lelaki yang gagah dan tampan itu. Mendatangi seseorang. Orang itu memanggilnya kemari.
“Ada apa, tuan presiden?” tanyanya
“Begini Frans, kau tau kan? Bahwa aku ini sudah tua.” ucap orang itu
“Iya tuan presiden. Memang kenapa?” tanya lelaki itu bernama Frans
“Kau adalah seorang mata-mata dari negara kita dan bekerja sudah lama padaku. Sekarang ini adalah pekerjaan terakhir untukmu dariku.” jawab orang itu
“Apakah aku sudah tidak pantas lagi bekerja denganmu tuan presiden?” tanya Frans dengan kebingungan
“Bukan! Karena aku sudah merasa sebentar lagi aku akan mati. Oleh karena itu, kau harus menjaga anakku. Ia adalah satu-satunya putriku yang sangat kusayangi. Semenjak ibunya hilang entah kemana. Aku merasa takut padanya jika ia akan menghilang juga. Maka aku ingin selalu menjaganya, walau tidak selamanya. Jadi, aku ingin kau laksanakan tugas ini. Apalagi sidik jarinya kujadikan sebagai kata sandi perusahaan ini. Semua rahasia ini di sidik jarinya, hanya ia yang bisa membukanya. Karena suatu hari, ada orang yang ingin menghancurkan kita dan ingin menghancurkan dunia. Sekarang tugas kita hanya bisa mencegahnya.” ucap orang itu
“Baik. Tapi mengapa kau bilang sebentar lagi kau mati?” tanya Frans
“Orang yang ingin menghancurkan dunia ini dengan kejahatan. Jadi kau harus menjaga anakku. Jika tidak kita akan mudah dikalahkan.” ucapnya
“Baik akan kulaksanakan tugas itu.” jawab Frans

Tak lama, seminggu kemudian tuannya itu meninggal. Karena ia dibunuh diam-diam ketika ia sedang di perjalanan menuju ke rumah. Anaknya itu, Grey, putrinya nampak menahan air mata.
“Mengapa ia pergi secepat ini? Siapa yang nanti akan menemaniku?” tanyanya dalam hati

Semenjak kepergian ayahnya itu, ia hidup sendiri sendiri dan menjalani kehidupannya seorang diri. Ketika itu ia sedang mencuci piringnya setelah ia makan.
“Hmmm, heran. Kenapa semenjak kepergian ayah, aku merasa ada orang yang memata-matai aku?” tanyanya dalam hati, “mungkin perasaanku saja.”

Hari demi hari berlalu. Ia sudah menyelesaikan pendidikannya di sekolah menengah atas. Sekarang ia akan menaiki pendidikan yang lebih tinggi. Ia masuk ke suatu Univesitas favorit di kotanya. Ia pun diterima masuk di sana. Anak tuannya itu sangat pintar, apalagi ia cantik dan dewasa. Ia baik dan rendah hati.

Sebulan ia di universitas. Tiba itu sebelum masuk pelajaran. Ia sedang duduk di luar kelas. Entah ada yang membuat ia mengalihkan pandangannya. Ia melihat seseorang pria. Apa yang dipikirkannya tentang pria itu. Pria itu Frans. Frans sengaja masuk di situ untuk bisa menjaga anak tuannya itu. Frans pun juga melihat bahwa anaknya itu melihat-lihatnya. Ia pun mendekati anak tuannya itu. Seakan anak tuannya itu, Grey pura-pura membaca buku dan merasa tidak ada apa-apa. Padahal ia merasa malu. Frans pun menyapa Grey, anak tuannya itu.

“Hey! Kamu kenapa lihat saya tadi?” tanya Frans
“Ah, enggak kok! Nggakpapa.” ucap grey
“Oh, namaku Frans. Namamu?”
“A.. Aku Grey.”
“Oooh Grey. Cantik.”
“Apa?! Maksudnya?!” tanya Grey merasa aneh
“Maksudku namanya cantik, kalo orangnya jelek.”
“Jujur amat.”

Dan akhirnya semakin hari mereka semakin dekat dan itu memudahkan Frans untuk selalu menjaga Grey, tugas yang di berikan ayahnya. Sementara di kantor rahasia ayahnya itu ia yang sementara mengurusinya. Saat itu ia datang sesekali untuk melihat dan memberi tugas pada mata-mata tersebut. Ketika Frans hendak pulang, tiba-tiba seseorang memanggilnya.
“Tuan Frans..” panggilnya.
Frans menoleh ke belakang
“Oh.. Kamu. Ada apa?”
“Begini tuan Frans, bukan tuan memiliki tugas sangat besar, yaitu menjaga anak tuan professor. Perlu tuan ketahui, para penjahat sudah memakai rencana untuk mengambil segala dokumen rahasia dari perusahaan kita. Jika anda tidak waspada mereka akan dapat dokumen itu.”
“Memangnya apa isi dokumen itu?” tanya Frans
“Dokumen itu berisi surat-surat penting. Berupa surat-surat berhaga. Serta uang negara kita.”
“Mengapa uang negara di simpan di situ?”
“Bukankah tuan bos itu seorang presiden? Walaupun ada mentei tapi semua sepakat untuk menyimpan di rumahnya, karena di sana orang tidak tau dan dijaga dengan ketat. Apalagi tuan presiden itu juga bos dari mata-mata negara kita. Sekarang mereka ingin mencari uang itu dan ingin menghancurkan negara ini.”
“Baik, aku akan menjaga semua dokumen penting itu dengan baik.”

Frans pergi dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia merasa ada hal yang buruk terjadi. Sementara di rumah Grey. Terlihat seseorang mencurigakan. Mereka berempat. Dan mengamat-ngamati rumah Grey.
“Rupanya rumah itu hanya ada anaknya saja.” jawab salah satu dari mereka
“Iya, semenjak tuan Presiden meninggal penjagaan rumahnya terbangkalai. Pemerintah sibuk melakukan tugasnya, apalagi Presiden. Sekarang mata-mata dari negara ini juga cukup melemah, jadi kita dapat menghancurkan negara ini.” ucap salah satu dari mereka juga.
“Ssst.. Jangan terlalu keras. Ketika kita sudah mendapat uang yang cukup besar. Kita akan memasang bom yang sangat besar pertama kita memancing mereka, baru kita ledakkan bom di kawasan militer dan polisi. Karena tidak adanya penjagaan. Baru kita sapu bersih kota ini.” ucap bos mereka
“Hahhahahaha.” tawa mereka semua
“Sudah lama aku menyimpan dendam padamu tuan detektif. Akan kuhancurkan orang-orang yang ada di sampingmu dan juga rakyatmu, hahaha..” ucapnya dalam hati dengan rasa kebencian

Mereka beraksi dan mencari celah untuk masuk seketika itu juga, Frans datang, dengan baju mata-matanya itu. Ia juga memakai topengnya berwarna hitam dan bercampur putih untuk menutup identitasnya.
“Hmm, gagal total!” ucapnya belakang mereka
“Tembak diaaa!!” ucap bos mereka
Mereka menembaknya tetapi peluru itu meleset. Ia berlari begitu cepat dan dapat menghindari tembakan mereka. Sedangkan Grey merasa gelisah dengan tidurnya. Ia mendengar suara yang menggangunya. Ia pun mencari arah suara yang mengganggu itu. Rupanya dari arah luar dan ia mengintip dari atas jendela. Betapa kagetnya ia melihat beberapa orang memegang pistol dan ingin menembak seseorang. Ia merasa ketakutan dan bersembunyi. Juga memegang pistol ayahnya untuk melindungi dirinya. Para warga bersembunyi ketakutan. Frans pun berhasil lolos dan ia bisa membunuh seorang rekannya.

“Bahaya! Kita pergi sekarang juga.” ucap bos mereka dan berusaha kabur
“Baik, ayo bos!” ucap anak buahnya

Frans tidak sempat menangkap mereka. Ia pun berusaha menenangkan warga sekitar.
“Tenanglah.. Sekarang sudah aman.” teriaknya
Warga pun mendengar dan keluar.

“Siapa kau sebeneranya dan ada apa?” tanya salah satu warga
“Mereka orang jahat dan berusaha menggeledah rumah tuan presiden.”
“Astaga… Sampai tuan presiden telah meninggal tetap saja orang yang meneror tuan presiden itu melakukan kejahatan. Apa mereka belum puas?” tanya seorang ibu itu
“Iya, yah!” jawab para warga
“Tenang..! Saya harap warga semua melaporkan pada polisi. Karena kalian saksinya. Saya harap secepatnya orang itu tertangkap dan saya akan membantu kalian.” jawab Frans
“Tapi siapa anda? Apa urusannya dengan anda?” tanya seorang warga
“Saya agen mata-mata yang menjaga negara dari para teror negara ini.”
“Oh.. Begitu.” ucap seorang warga

Frans pun pergi dan meninggalkan mereka. Dan ia pun juga memasang kamera rahasia yang tak terlihat di rumah tuannya. Agar ia tau jika para teror datang lagi ke sana. Grey pun mengintip lagi dari jendela. Ia pun merasa lega karena sudah tidak ada lagi orang-orang tadi. Hanya para warga yang sedang ada di luar yang sedang berkumpul memanggil polisi karena kejadian tadi.

“Akhirnya sudah tidak ada orang-orang tadi. Jadi aku bisa tidur dengan tenang. Tapi, siapa lelaki bertopeng tadi. Mengapa ia melawan penjahat tadi?” tanyanya pada dirinya sendiri
Grey pun tidur dan melakukan aktivitasnya seperti biasa. Ia pergi ke perguruan tinggi tempatnya sekolah. Seperti biasa ia selalu menghampiri Frans sebelum pelajaran. Ia melihat Frans di depan wc dan ia menghampirinya.
“Hei!! Frans.”
“Eh, kamu.. Bikin kaget aja!” jawab Frans
“Sorry-sorry! Oh, yah! Aku mau cerita sesuatu, nih!” ucap Grey
“Emang apa?”

Tiba-tiba pandang Grey melihat luka di tangan Frans. Ia pun menanyakannya.
“Frans, kamu kenapa? Kok tangannya luka?”
“Oooh, ini. Kemarin aku jatuh tersandung.”
“Makanya, hati-hati!” ucap Grey prihatin
“Katanya mau cerita? Cerita apa emang?”
Grey pun menceritakan kepada Frans kejadin kemarin. Frans pun pura-pura tidak mengetahuinya dan mendengarkan cerita Grey.

“Oh begitu, yah! Kayaknya kamu harus hati-hati deh!” ucap Frans
“Iya nih! Apalagi di rumah aku sendirian.”
“Kayaknya kamu perlu ini.” ucap Frans seraya mengulurkan sesuatu
“Apa ini?” tanya Grey
“Ini.. Setruman. Tapi bisa jarah jauh gak harus kena ke tubuhnya. Tapi hati-hati. Kalo mau nyetrum orangnya jangan terlalu jauh amat, maksimal 2 meter lah.”
“Wah, canggih amat! Kamu dapat dari mana?”
“Kalo masalah dapatnya gak perlu di bilang. Yang pasti kamu selamat.”
“Makasih.”
“Ya udah, aku mau masuk kelas dulu.”
Frans pun pergi dan menuju kelasnya. Grey melihat-lihat benda yang di beri Frans tadi. Ia langsung menyimpannya.

Pagi hari, keempat penjahat itu tadi menyusun rencana. Bagaimana agar bisa masuk ke rumah presiden tadi.
“Rupanya orang kemarin hebat juga.” jawab bos mereka
“Hemm, iya bos! Bagaimana kalo kita bunuh aja orang itu. Saya rasa dia itu salah satu anak buahnya.”
“Ide bagus itu, Ryex! Tapi bagaimana?”
“Kita tangkep aja anak presiden itu, lalu kita pancing dia.” sahut salah satu perempuan, anak buahnya
“Benar juga kami, bel. Baiklah bilang pada mereka mereka rencana itu.”
“Baik!” jawab anak buahnya, Bella

BERSAMBUNG

Cerpen Karangan: Fiona Christianni
Blog / Facebook: Fiona Christianni
Hi! Namaku Fiona Christianni
Kalian dapat memberi saran dan kritik di
Fb : Fiona Christianni
Lina: fiona1404

Cerpen Penjaga Rahasia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Onema

Oleh:
Pada sebuah massa, di alam semesta, Ada sebuah negeri yang disebut sebagai negeri tertinggi. Di negeri ini dimana orang-orang yang tinggal di sana memiliki kekuatan yang luar biasa serta

Dunia Lain

Oleh:
Saat itu, disaat mataku terbuka, aku merasakan sesuatu yang janggal di rumahku. Saat diriku bangun dari ranjang tidurku terdengar jeritan-jeritan yang menakutkan bersamaan dengan suara raungan serigala, seketika aku

All of Her

Oleh:
Gelapnya malam membuat bulu kudukku meremang. Apalagi di sini sama sekali tak ada pemukiman penduduk. Hanya ada hamparan ladang gandum yang sangat luas. Kota terdekat dari sini hanyalah Bomont

The Flower of War (Part 2)

Oleh:
Rabu, 21 November 2018 Anya bangun dari tidurnya dengan malas. Kesiangan pula. Membuat Mamanya marah-marah. “Anyaaaa! Kenapa bangun siang lagi? Kasihan Papamu setiap hari harus telat karena kamu. Udah

Suamiku Palsu

Oleh:
“Eni..!! cukup!! Tak sepantasnya kamu mengucapkan semua itu pada ayahmu!!” bentak mira pada anaknya dengan nada bergetar. Seperti ada perang batin di hatinya, ia tak tega melihat eni disiksa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *