Pistolet (Gun)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 14 July 2016

Seorang pemuda kuliahan, bernama Kenny mengangkat kepalanya, sesudah mengangkat tangannya. Ia melihat sebuah Glock-18 yang berada tepat di atas kepalanya. Moncongnya siap memuntahkan peluru sekali dalam satu tembakan, atau 3 dalam satu tembakan.

Kenny perlahan-lahan melihat sang penodongnya. Ia menggunakan topi seperti anak pramuka, namun memakai topeng putih yang hanya memperlihatkan matanya. Merekalah yang disebut Terroris Prancis. Dan, Kenny tak percaya bahwa para terroris menodong dirinya, setidaknya begitu pula yang orang-orang yang senasib dengannya rasakan. Sang Penodong terkekeh-kekeh melihat Kenny tak berdaya. Kenny hanya dapat mendengar suara kekehannya tanpa melihat seringai si penodong.

Awalnya, Kenny ingin pergi ke bank dan mencairkan ceknya, namu tiba-tiba segerombolan terroris datang ke mall mini tersebut. Namun, ia hanya berdua dengan si penodong di bank tersebut. ‘Mungkin yang lain dibawa ke ruang penyanderaan’ pikir Kenny singkat masih dengan tatapan tak percaya kepada si Penodong.

Kenny teringat 13 tahun lalu. Dimana ia hanya seorang bocah berumur 8 tahun yang tidak tau apa-apa tentang Teroris Prancis dan semua kudeta dan ceritanya. Pada saat itu, Kenny baru pulang dari rumah bibi dan pamanya di pinggiran Paris, tepatnya di Rue de Coulmiers menuju rumahnya. Saat itu, matahari hampir terbenam. Kenny kecil tersayup-sayup ingin tidur. Namun di detik berikutnya, 3 orang muncul dari tikungan. Mereka membawa keluar orangtua Kenny –yang duduk di kursi depan– dan membungkam mulut Kenny.

Sang penodong berdiskusi dan akhirnya mereka membunuh ibu dan ayah Kenny dengan memasang bom di bawah tangki bensin dan mengunci mobil. Kenny selamat, namun ia terlalu bersedih hati. Akhirnya, 2 polisi yang melihat ledakan datang karena curiga. Mereka melumpuhkan terroris dan menyelamatkan Kenny. Akhirnya, Kenny tinggal dengan bibi dan pamannya yang tinggal di Rue de Coulmiers, bersama dengan adik barunya, Scarlett yang lebih muda 7 tahu darinya.

Kenny seketika kembali pada masa ia ditodong. Saatnya ia merubah takdirnya dengan melawan penodong. Ia melawannya. Ternyata ia tak cukup kuat. Akibat tinjunya, si penodong pingsan. Kenny mengambil Glock 18 dan dia menjatuhkannya. Ia berpikir cara keluar yang lebih mudah. Ia memanjat jendela dan melihat ada pijakan kecil di jendela yang tak terlalu tinggi dari tanaman di sekitar jendela. Ia keluar dari sana dan melihat ada sebuah van. Ia membuka van tersebut. Ia masuk ke dalam dan melihat ada 2 buah rak di kiri dan kanan bagian belakang mobil. Di antara rak kiri dan kursi depannya ada rongga yang terdapat 2 boks. Boks pertama ditutupi kain atasnya dan lebih tinggi dan lebar dari boks kedua. Bok situ berbeda dari boks kebanyakan karena lebih mirip kotak penyimpanan kayu atau kotak kayu untuk kapal kargo. Kenny mengumpat di dalam sana.

Sementara itu, di bangunan yang ditinggalkan Kenny. Para terroris tertangkap oleh GIGN, sebuah regu militer elite dari Prancis. Tidak semuanya tertangkap. Ada 2, yang paling berbahaya. Mereka pergi ke van dimana Kenny berada. Kenny merasa sial mengapa ia tidak membawa Glock-18 tersebut.

Mesin dinyalakan dan van itu melaju pergi. Kenny tidak tau harus apa. Tapi, ia tau ia harus mencari tau tentang apa yang ingin dilakukan para teroris ini. Ia telah meikirkan rencana dan ia sudah siap.

TAMAT

Kenny akan kembali!

Cerpen Karangan: Shafira Puteri Ariana
Blo: wix.com/j.gummaen
Penulis adalah seorang yang sangat suka hal yang berbau petualangan, misteri dan hal seputar itu.

Cerpen Pistolet (Gun) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ikatan Persahabatan

Oleh:
Malam begitu gelap, bahkan bulan yang sedang menggantung di langit itu tak bisa menyinarkan cahayanya, awan-awan hitam menutupinya dengan paksa. Sebuah mobil jeep hitam melaju dengan cepat menusuk ke

Edelweis Pusaka Intraversia

Oleh:
Makhluk hitam yang dipimpin seorang lelaki berambut merah tembaga itu, menyebar ke segala penjuru belantara Intraversia. “Ayo cepat cari mereka! Bawa mereka ke hadapanku sekarang juga!” Titah lelaki itu.

Dunia Dalam Tengkorak (Part 1)

Oleh:
Silvia, itu namaku. Aku tidak banyak berbicara, aku bukan tipe orang yang punya banyak teman. Tapi itu semua bukan karena aku mengisolasi diriku, bukan karena aku antisosial, pemalu atau

Iro no Reinboo (Part 1)

Oleh:
Di sebuah dunia yang kosong dan hampa, tepatnya di dunia seorang gadis pengembara. Dia terbaring di puncak menara istananya yang hancur karena tembakan cannon-nya. Ia menatap langit gelap itu

Rabu Dini Hari

Oleh:
“Toolloonggg!!” Aku langsung terbangun dengan nafas tercekat. Tubuhku menegang seketika. Kaku dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Tubuhku merasa seolah-olah aku yang merasakan itu ketika terdengar jeritan itu. Tanganku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *