Villains (Mencuri Berlian)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 29 May 2018

“Hmm.. Karina, aku dapat kabar dari televisi. Katanya ada berlian seharga 10 trilliun di SunCity.” jelas Bella
“Bagus, kabar bagus. Kapan kita curi berlian itu?” kata Karina
“Lebih cepat lebih baik!” jawab Bella

Karina Natalya Kathrine dan Bella Irlania adalah kedua teman yang sangat setia kawan. Selain berteman, mereka berdua adalah penjahat yang paling ditakuti di seluruh kota.

“Sudah siapkan peralatan-peralatannya?” tanya Karina
“Sudah.”
“Ayo kita berangkat!” seru Karina bersemangat. Mereka berdua sudah siap untuk pergi ke Museum Diamond SunCity. Karina dan Bella sudah menggemblok tas ransel dan memakai seragam sekolah.
“Kita penjahat paling berbahaya. Tapi, memakai seragam sekolah.” kata Bella sambil duduk di mobil di samping Karina. Karina yang menyetir mobilnya
“Ini cara yang paling konyol dan manjur. Karena hanya kita yang mempunyai alat-alat serbaguna yang akan kita gunakan nanti, kita tidak boleh main ambil saja. Butuh sedikit permainan dan penyamaran agar tidak ada yang curiga.” jelas Karina sambil menyalakan mesin mobil dan menyetir mobil tanpa atapnya. Bella manggut-manggut tanda setuju.

15 menit kemudian mereka berdua sudah sampai di Museum Diamond SunCity yang jaraknya lumayan jauh dari rumah mereka berdua yang terletak di StarLand. Karina mengebut ketika mengendarai mobilnya. Selesai memakirkan mobilnya, Karina dan Bella berpencar.
“Aktifkan jam mu Bell.” pesan Karina sebelum mereka berpencar.

Di depan Museum ada 2 polisi penjaga. Bella sudah mengecek nama polisi dari jauh dengan bersembunyi di balik mobil dengan menggunakan kacamata tipis berwarna putih bening yang serbaguna. Jika kacamata diaktifkan dan dipakai maka Bella tinggal melihat objek yang ingin dicari tahu setelah itu ia akan melihat keterangan tentang objek tersebut. Kacamata tersebut berfungsi sebagai kaca pembesar digital. Selain kacamata serbaguna masih banyak peralatan Karina dan Bella yang cukup keren dan serbaguna.

Lewat Handponenya..
“Lya, ada 2 polisi di depan sini. Namanya adalah Richard dan Mark. mereka berdua bersenjata.” kata Bella memberi informasi
“Oke, di dalam ada 2 polisi. Namanya Daniel dan Michael. Mereka berdua bersenjata tapi mereka manis juga.”
“Huss. Lya, kita sedang dalam misi.”
“Oo iya.”
“Masuklah ke dalam Bell. ke ruang Blue Star Diamond. Berlian yang ingin kita curi, aku menunggu di sana.” lanjut Karina memberi keterangan lalu mematikan Handponenya. Bella menyimpan Kacamata serbaguna dan Handponenya dalam tas lalu segera masuk ke dalam Museum menuju ruang yang sudah diberi tahu Karina.

“Hmm.. Lya, kapan berlian ini dibawa ke sini??” tanya Bella berlagak sedang mengamati layaknya anak sekolah yang sedang berkunjung.
“Aku tidak tahu. Coba kita tanya pak polisi penjaga.” jawab Karina. Lalu Karina berjalan mendekati kedua polisi yang bernama Daniel dan Michael.
“Permisi pak polisi, saya ada tugas sekolah. Kapan berlian itu dibawa kemari?” tanya Karina sambil menunjuk ke arah berlian berwarna biru mengkilap yang dikelilingi laser merah.
“Itu dibawa oleh Mr. Thomas tahun 1936.” jawab salah satu polisi yang diketahui bernama Michael.
“Ooo. Terima kasih.” kata Karina lalu pergi menuju Bella. Karina membisikkan sesuatu ke telinga Bella. Bella mengangguk dan pergi, Karina juga pergi menuju toilet dan masuk ke bilik toilet. Ia mengeluarkan bom kecil dari dalam tas ranselnya lalu dinyalakan setelah itu Karina menekan tombol di ikat pinggangnya dan tubuhnya menghilang. Bom meledak tepat 15 detik lagi.
“Hadeeh, aku tidak tahu tombol mematikannya.” gerutu Bella. Bella menekan tombol di jam tangannya dan diarahkan ke pengatur CCTV, terlihatlah keterangan tentang CCTV.
“Aha! ketemu.” kata Bella sambil menekan tombol mematikan CCTV. Bella menekan tombol pada ikat pinggangnya dan tubuhnya menghilang. Bella yang tak terlihat meninggalkan ruangan dan kedua mayat penjaga yang sudah dibunuhnya sebelum mematikan CCTV tadi.
“BOOM!” Suara ledakan keras dari toilet membuat keadaan ricuh. Para pengunjung berlarian keluar Museum untuk menyelamatkan diri. Sedangkan para polisi menyelamatkan para pengunjung. Berbeda halnya dengan Karina dan Bella yang tak terlihat. Mereka mengambil berlian dengan mudahnya tanpa dilihat orang lain, tapi menyebabkan alarm berbunyi. Lalu mereka berdua lari keluar museum menuju parkiran dan menaiki mobil mereka.

Inspektur Daniel aneh dengan mobil tanpa atap yang berjalan sendiri. Lalu Daniel mengajak ketiga temannya untuk mengejar mobil tersebut.
“Sudah kau hubungi polisi lain dan ambulans?” tanya Michael ke Mark.
“Sudah. Mereka akan datang secepatnya.” jawab Mark

Karina dan Bella sudah dalam perjalanan dan sudah melepas penyamaran mereka. Bella yang menyetir mobilnya, Karina duduk di belakang sambil memegangi berlian yang baru saja dicurinya. Tiba-tiba..
“Jeduar! Jeder!” pistol yang dipegang Daniel menembakkan peluru ke arah Karina.
“Sial ada polisi.” kata Karina sambil menaruh berlian dan mengambil pistol lalu membalas tembakan Daniel.
“Polisi macam apa yang menembakkan peluru pada mobil anti peluru ini?” kata Bella sambil terkekeh dan mengambil pistol lalu menembak para polisi. Tangan kirinya memegang setir tangan kanannya memegang pistol.

“Angkat tangan dan menyerahlah!” kata Daniel dan Michael.
“Tidak akan!” bantah Karina sambil lanjut tembak menembak.

Mobil yang dikendarai Richard adalah mobil tanpa atap. Richard yang mengemudi menyamakan posisinya dengan mobil Karina. Bella dan Richard sama-sama mengebut, malah mempermudah Daniel menembak Karina. Karina tertembak di bagian pundaknya dan akhirnya jatuh tersungkur.

“Karina bangun! Karina kita akan sampai MoonCity sebentar lagi!” teriak Bella membangunkan Karina. Dalam keadaan yang sakit dan lemah Karina terbangun dan menembak Daniel. Tapi, Michael melindungi Daniel dan akhirnya Michael tertembak di bagian pundaknya. Karina menembak 4 ban mobil Richard yang akhirnya pecah. Setelah menembak ban mobil Richard dan mobil Richard berhenti, Karina pingsan.

“Hebat! dalam keadaan sakit dan lemah menembak orang yang disuka” kata Bella dan akhirnya mereka berdua masuk ke kota MoonCity (kota para penjahat)

3 bulan kemudian..
Karina sudah sembuh dan menjalani aktifitas seperti biasa. Bella datang dan tersenyum.
“Ada apa?” tanya Karina yang baru saja selesai mencuci piring
“Ada berlian mewah di MarsLand. Mau?” jelas dan tanya Bella.
Karina tersenyum dan mereka berlari menyiapkan peralatan dan kembali beraksi.

The End

Cerpen Karangan: Ardelya Putri Wahyudi
Namaku Ardelya Putri Wahyudi, berumur 12 tahun. Aku sangat suka menulis cerita. ini adalah cerita pertamaku. Aku tidak punya Facebook dan akan dibuat nanti. Karena ayah dan ibuku sangat menjaga dan memperketat penjagaannya padaku dan adikku.

Cerpen Villains (Mencuri Berlian) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The World Of Terraria (Part 1)

Oleh:
Di dunia Therratoria, Terdapat dua kerajaan yang melambangkan kebaikan. Dan satunya melambangkan kejahatan. Angin berhembus melintasi padang rumput yang luas. Dedaunan beterbangan mengikuti semilir angin menuju gunung Etna yang

Nia In Wonderland

Oleh:
Aku baru saja tersadar dan aku terkaget aku ada di mana sekarang?. padahal beberapa saat yang lalu aku sedang tidur di kamarku sambil membaca buku. tapi sekarang aku berada

Dunia Lain

Oleh:
Saat itu, disaat mataku terbuka, aku merasakan sesuatu yang janggal di rumahku. Saat diriku bangun dari ranjang tidurku terdengar jeritan-jeritan yang menakutkan bersamaan dengan suara raungan serigala, seketika aku

Mawar 13

Oleh:
Detektif Asep tengah bersantai di sofa kesayangannya. Matanya tertuju ke televisi yang sedang menyiarkan film aksi yang sangat disukainya. “Sudah lama aku tidak menonton film ini, kapan lagi ya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *