Adil Mudhoffar

Kumpulan cerpen karangan "Adil Mudhoffar" , Total diketemukan sebanyak 8 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Tekad

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 21 February 2015
Kumainkan pena yang ada di tanganku. Sesekali aku membuka kamus, mencoba merangkai kata dalam bahasa inggris. “Kamu lagi buat apa?” tanya Ajun yang sedang duduk membelakangiku. “Lagi buat cerpen.” jawabku. “Gilee… ana kira antum lagi buat compose.” “Sama aja » Baca lanjutan ceritanya...

Hanya Ingin Pulang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 27 April 2014
Dalam langkah. Aku meratapi kepergian diriku yang entah ke mana harus dituju. Seakan nestapa terus mengalir dalam seni rupa wajah dunia. Aku terperangkap dalam dunia animasi. Otakku. Itulah kebanyakan orang menyebut diriku dan orang-orang yang sama sepertiku. Apa salahnya » Baca lanjutan ceritanya...

Penyesalan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 1 May 2013
Kereta api ekonomi jurusan Bogor – Jakarta – Yoyakarta. Mereka berempat duduk berhadap-hadapan. Ahz duduk di sebelah Vhanz, dan Natsu duduk di sebelah Juno. Kembali pulang ke Jogja untuk menyelesaikan kuliah semester akhir. Lelah, letih, lesu, lunglai dan lemah. » Baca lanjutan ceritanya...

Reuni

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 1 May 2013
“Juno, kamu dapat undangan IKAPMI enggak?” tanya Ahz. “Reuni IKAPMI, iya aku juga dapat, emang kamu enggak dapat?” “Dapat, pengen memastikan aja kalau kamu kebagian” Natsu keluar dari kamar mandi. Tubuhnya masih di balut hanya dengan sebuah handuk. “Reuni » Baca lanjutan ceritanya...

Video

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 30 April 2013
Ahz membantai semua pemain yang ada di dalam permainan Romantic Fantasy. Dia sudah tidak memandang bangsa sendiri. Semuanya di anggap lawan. Tak peduli dia akan di hukum oleh Archon yang memimpin. Persedian Health Potion menipis. Hinga pada akhirnya Ahz » Baca lanjutan ceritanya...

Peluklah

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 29 April 2013
“Kakak, bisa bantu aku kan?” tanya Waffa kepada Ahz “Bantu apa” jawab Ahz “Bikin video pembukaan untuk acara pentas seni, Nanti kakak kasih duit dah buat upah kerja” “Upah Kerja” mendengar itu Ahz sangat antusias. Bagaimana tidak. Keuangan Ahz » Baca lanjutan ceritanya...

Temani

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 26 April 2013
Menari di atas lantai dansa. Mendengarkan aliran nada yang bergema membara. Pikiran melayang terbang menuju sanubari. Membentangkan khayalan ke negeri impian. Tapi, itu bukanlah yang Anna rasakan sekarang. Anna menari layaknya orang gila. Melepaskan semua kekesalan dan kekecewaan yang » Baca lanjutan ceritanya...