Aida Anggreani

Kumpulan cerpen karangan "Aida Anggreani" , Total diketemukan sebanyak 6 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Kebersamaan Yang Tenggelam

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 October 2016
“Terimakasih kuucapkan…” usai sudah kelompok paduan suara menyanyikan lagu dalam acara perpisahan sekolah. Kami langsung pergi ke kelas masing-masing untuk mengganti kostum yang tadi dipakai. Sesudahnya kami mengganti pakaian, kami kembali ke depan panggung untuk menikmati acara perpisahan tersebut. » Baca lanjutan ceritanya...

Sahabat Menjadi Cinta

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 21 December 2015
“Selamat pagi anak-anak.” sapa seorang guru bahasa indonesia yang cantik berbadan kurus tinggi dengan kepala yang terbalut jilbab cokelat itu ketika memasuki ruangan kelas. “Pagi miss..” jawab murid-murid serentak. “Sekarang kita mulai pelajaran bab 4.” Setelah selesai menerangkan guru » Baca lanjutan ceritanya...

Menuntut Ilmu

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 January 2014
Dengan kuat aku terus goes sepedaku untuk menuntut ilmu ke sekolah. Aku ingin sekali mendapatkan ilmu yang berguna dan bermanfaat. Maka dari itu aku giat untuk menuntutnya. Walaupun ya, sedikit cape sih. Soalnya sekolah MD aku kan lumayan jauh. » Baca lanjutan ceritanya...

Kesenangan Bersama Sahabat

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 January 2014
Pagi itu aku keluar rumah dengan rasa riang gembira. Ku hirup udara segar, dan matahari pun sudah mulai memancarkan sinarnya. Aku merasa senang karena pada hari minggu ini teman-teman ku akan main ke rumah ku. Sebelum teman-teman ku datang » Baca lanjutan ceritanya...

Nggak Jadi Main Timezone

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 28 May 2013
krinnnggg…. krinngg….krinnngg bunyi alarm ku. Dengan sangat berat aku pun bengun. Lalu aku segera mandi dan bersiap-siap untuk berangkat menuju sekolah tercinta. sebelum berangkat terlebih dahulu aku meminta izin kepada kedua orang tua ku. “Mah, pah aku berangkat dulu » Baca lanjutan ceritanya...