Akmal Khairi

Kumpulan cerpen karangan "Akmal Khairi" , Total diketemukan sebanyak 5 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Hilangnya Balon Hitamku

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 1 July 2018
Sabtu pagi, aku terbangun dengan riangnya. Aku sadar bahwa inilah kamar istimewaku. Kubuka jendela tua ini dengan senyum semangat. Udara pagi ini menyegarkanku. Aku segera beranjak dari tempat tidurku menuju kamar mandi. Pagi ini udara sejuk sekali di Pekanbaru. » Baca lanjutan ceritanya...

Tulip Maron

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 29 May 2018
Siang itu aku masih setia menemaninya. Di ruangan yang penuh aroma lavender seakan menyeruak hingga ke benakku. Sudah 14 bulan dia masih terbaring di sini. Dia sakit namun tetap memberikan senyuman yang memukau untukku, senyumannya terlihat sangat manis layaknya » Baca lanjutan ceritanya...

Di Balik Pohon Pinus

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 19 May 2018
Terlihat butiran-butiran hujan memandikan bumi sewaktu malam itu. Sayangnya angin malam itu mencoba menggetarkanku dengan kedinginannya yang memuncak layaknya salju. Menggigilkanku disetiap detik hembusannya. Namun, tubuhku berusaha kuat untuk berdiri tegap menghadapi suasana tak karuan itu. Aku menatap langit » Baca lanjutan ceritanya...

Balon Hitam Menghilang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 May 2018
Sabtu pagi, aku terbangun dengan riangnya. Aku sadar bahwa ini adalah kamar istimewaku. Aromanya menenangkan khas jeruk nipis pewangi ruangan kamarku. Aku segera beranjak dari tempat tidurku menuju kamar mandi. Pagi ini udara sejuk sekali, aku ingat bahwa pagi » Baca lanjutan ceritanya...

Matahari Tak Memberi Kabar Gembira

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 May 2018
Siang itu sekitar pukul 13.17 WIB, aku berangkat dari rumah menuju tempat tinggal temanku yang bernama Salmah. Aku sangat merindukannya karena sudah lama tak berjumpa. Sesampainya aku di sana, dia menyambutku dengan senyum yang indah bertemankan secangkir teh es » Baca lanjutan ceritanya...