Ari Irawan

Kumpulan cerpen karangan "Ari Irawan" , Total diketemukan sebanyak 7 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 5)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 September 2017
“Ibu.. Ibu kenapa?! Apa yang tidak tenang…?!” Dewi garuk-garuk kepala semakin tidak mengerti dengan sikap Bibi Siti. “Gadis muda…” ucap Bibi Siti. “Tentu, tentu kau tidak mengerti. Diangga.. Diangga keponakanku, orang yang kau sebut tadi, dia sudah meninggal dua » Baca lanjutan ceritanya...

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 4)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 September 2017
Di hari terakhirnya dia liburan, sebelum esoknya pulang kembali ke Purwokerto, Dewi kunjungi Telaga Pucung. Sebuah telaga berair jernih tak jauh dari Curug Cipendok. Di telaga itu dia berniat hanya sekedar mencuci matanya yang kuyu karena beberapa malam dirinya » Baca lanjutan ceritanya...

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 3)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 September 2017
Samkosim, Kepala Desa Karangtengah baru saja menyelesaikan kebutuhan biologisnya dengan istri mudanya pada penghujung malam itu ketika di halaman rumah besarnya terdengar suara mobil berhenti. Belum lagi sang Kepala Desa yang tubuhnya masih panas berkeringat itu merapikan dalaman bawahnya, » Baca lanjutan ceritanya...

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 September 2017
Saat itu, dasar curug begitu dipadati pengunjung. Beberapa anak kecil riang bermain air yang jernih, sedang para orangtua di belakang mengawasi. Sejumlah muda-mudi asyik mengabadikan foto, beberapa yang lain duduk merendam kaki. Meski tempias air curug yang begitu kuat » Baca lanjutan ceritanya...

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 September 2017
Pagi itu langit cerah. Gumpalan awan putih nampak bertebar membentuk suatu formasi yang indah jika dilihat lebih seksama. Namun tidak seperti kemarin, jika pandangan diarahkan jauh ke utara, puncak Gunung Slamet yang biasanya terlihat jelas, kini tenggelam tersaput awan. » Baca lanjutan ceritanya...

Status Ikhtiar

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 25 August 2014
Sani, namanya begitu akrab di telinga teman-temannya. Kediamannya itu menjadi julukan sebagai gadis pendiam seribu bahasa. Setiap ada masalah yang menjelma, ia tak mau berbagi kepada siapa pun, hanya disimpan dalam hati, dalam-dalam, lalu membusuk dengan sendirinya. Itu semua » Baca lanjutan ceritanya...

Malam Minggu Itu Mengingatkanku Pada Masa Lalu

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 December 2013
“Kamar ini berantakan sekali”. Ucapku ketika membuka pintu kamar. Kamar ini begitu berantakan tidak terurus, ranjang dan kasur berserakan seperti diterjang banjir yang telah melanda saat itu juga, debu-debu sesekali membuat aku bersin, kamar yang berada di lantai empat » Baca lanjutan ceritanya...