Ari Irawan

Kumpulan cerpen karangan "Ari Irawan" , Total diketemukan sebanyak 14 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Darah di Nusakambangan (Part 4)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 October 2018
Di balik sebuah pohon yang pangkalnya tertutup semak belukar lebat, Singkrik Kuning pria yang salah satu bola matanya hanya merupakan warna kuning polos menatap Jambal bagai tak habis fikir. “Kau gila Jambal, perbuatanmu melepas peluru sama saja menantang!” Jambal » Baca lanjutan ceritanya...

Darah di Nusakambangan (Part 3)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 October 2018
“Benar-benar biadab!” maki Hardijo melihat pandangan mata di depannya. Dibantu Badrun yang masih ada di situ dan sejumlah sipir yang ikut serta, Kapolda Jateng Jhony mengangkat dan membaringkan berjajar dua mayat sipir itu di beranda pos. “Kepala bagian belakang » Baca lanjutan ceritanya...

Darah di Nusakambangan (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 October 2018
DILIHAT dari pohonnya yang tinggi-tinggi dan batangnya besar-besar, singkong-singkong di area perkebunan yang tak terlalu luas itu seharusnya sudah di panen berhari-hari lalu. Akibatnya sekarang, sejumlah pohon singkong yang tak mampu menjaga keseimbangan tubuhnya sendiri akibat terlalu jangkung, doyong » Baca lanjutan ceritanya...

Darah di Nusakambangan (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 October 2018
“PUKUL sembilan, batas waktu kita makan, ketika para sipir berwajah tengik itu sedang serah terima pergantian jaga, kita keluar dari rombongan dan menyelinap ke belakang WC…” Suara itu keluar dari mulut seorang pria bertubuh gempal yang duduk di ujung » Baca lanjutan ceritanya...

Misteri Jasad Dalam Air (Part 3)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 November 2017
Selagi dia berfikir, tiba-tiba pemuda bernama Lamidin memanggilnya. “Kang, apakah harus kupanggil Kepala Kampung untuk melaporkan kejadian ini?” Daud mengangguk saja. Setelah Lamidin menghambur pergi, Daud melangkah lebih dekat ke mayat. Tubuhnya dibungkukkan meneliti tubuh mayat. Tidak ada tanda-tanda » Baca lanjutan ceritanya...

Misteri Jasad Dalam Air (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 November 2017
Dari sorot matanya, Lazuardi jelas tak suka dengan pertanyaan itu. Namun memandang nenek itu adalah guru spiritualnya sejak dia masih menjadi bromocorah hingga kini dia pensiun karena usia serta kedatangannya untuk meminta bantuan, dengan sabar dia menindih rasa jengkelnya. » Baca lanjutan ceritanya...

Misteri Jasad Dalam Air (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 November 2017
Tepi Situ Elok Pernasidi yang landai menjelang sore itu masih ramai ditongkrongi para pemancing kampung meski tak sesemarak pagi tadi. Memang sejak lima purnama lalu, semenjak disebarkannya beratus-ratus kati berbagai jenis ikan oleh Kepala Kabupaten, yang di dalam itu » Baca lanjutan ceritanya...

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 5)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 September 2017
“Ibu.. Ibu kenapa?! Apa yang tidak tenang…?!” Dewi garuk-garuk kepala semakin tidak mengerti dengan sikap Bibi Siti. “Gadis muda…” ucap Bibi Siti. “Tentu, tentu kau tidak mengerti. Diangga.. Diangga keponakanku, orang yang kau sebut tadi, dia sudah meninggal dua » Baca lanjutan ceritanya...

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 4)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 September 2017
Di hari terakhirnya dia liburan, sebelum esoknya pulang kembali ke Purwokerto, Dewi kunjungi Telaga Pucung. Sebuah telaga berair jernih tak jauh dari Curug Cipendok. Di telaga itu dia berniat hanya sekedar mencuci matanya yang kuyu karena beberapa malam dirinya » Baca lanjutan ceritanya...

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 3)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 September 2017
Samkosim, Kepala Desa Karangtengah baru saja menyelesaikan kebutuhan biologisnya dengan istri mudanya pada penghujung malam itu ketika di halaman rumah besarnya terdengar suara mobil berhenti. Belum lagi sang Kepala Desa yang tubuhnya masih panas berkeringat itu merapikan dalaman bawahnya, » Baca lanjutan ceritanya...
Cerpen Sebelumnya »