Benny Hakim Benardie

Kumpulan cerpen karangan "Benny Hakim Benardie" , Total diketemukan sebanyak 15 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Menadah Cinta Neptini

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 20 July 2016
Pagi itu 23 Juni 1987, matahari sudah mulai memancarkan sinar lembutnya di Kota Bengkulu. Dang remaja baru tamat sekolah menengah pertama masih lelap tertidur di kamar, di balik selimut kusamnya. Rupanya, begadang malam itu membuat remaja berambut kribo ini » Baca lanjutan ceritanya...

Hoofd Jaksa Tuanku Radja Bilang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 16 May 2016
Siang itu tahun 1824 sekira pukul 02.19 WIB, para nelayan di kejauhan tampak sibuk berjibaku di tengah laut, mengais rezeki. Sementara para ibu tampak sibuk menjalin atap rumbia, guna mencari tambahan ekonomi keluarga. Tepian pantai tampak anak-anak berlari-lari sembari » Baca lanjutan ceritanya...

Menangiskah Gadis Bengkulu Di Eropa

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 16 May 2016
Angin senai-senai berhembus lembut dari balik gemerisik pohon bambu di Negeri Mati, sebutan lain Negeri Bengkulu di 190 Tahun nan lalu. Negeri ini terus menjadi lirikan para pengarung lautan saat melintas di perairannya. Hasil bumi dan keramahan penduduknya menjadi » Baca lanjutan ceritanya...

Si Miskin Dundai

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 16 May 2016
Abah Si Miskin Dundai duduk di beranda gubuk reot tengah Negeri Bengkulu. Deburan ombak sayup terdengar membisik telinga, seakan mengirim pesan kias singkat. “Wahai Abah Si Miskin Dundai, hantamlah tembok tebal kemiskinan itu. Angkat arai terendam setinggi-tingginya, agar derajat » Baca lanjutan ceritanya...

Aku, Fitnah Dan Pesan Kakek Ku

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 16 May 2016
Pagi itu mentari bersinar lembut di kota kelahiran Fatmawati Soekarno. Pancar darah orangtua Ersa seakan bergolak dari dalam bumi, ingin berang, namun tertahan oleh tetesan air mata pilu derita fitnahnya. Nana, begitulah sebutan nama kecil Ersa yang biasa dipanggil » Baca lanjutan ceritanya...
« Cerpen Selanjutnya