Dewi Apriani

Kumpulan cerpen karangan "Dewi Apriani" , Total diketemukan sebanyak 6 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Aku dan Ilalang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 10 June 2013
Sabtu, 19 Januari 2013 Mulai hari ini, komitmen itu harus ada. Aku harus bisa melupakan dia untuk sekarang atau bahkan mungkin untuk selamanya. Mungkin jalan yang aku pilih ini adalah salah. Aku telah salah dalam menaruh hati dan perasaan » Baca lanjutan ceritanya...

Tentang Sandy

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 10 June 2013
3 Juli 2006 Namanya Sandy. Sandy Nur Huda. Aku mengenal sesosok dia ketika awal masuk SMP ini. Ya, ketika aku dan dia sama sama masih siswa baru, di sebuah sekolah yang bagi kami merupakan sekolah terbaik yang ada di » Baca lanjutan ceritanya...

Tentang Apriani

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 10 June 2013
7 Juli 2006 Ini adalah hari kelima aku menjalani kegiatan MOS di SMP baruku, terhitung sejak hari senin yang lalu. Selama lima hari aku menjalani MOS ini, begitu banyak kejadian-kejadian baru yang aku alami, mulai dari perkenalan sekolah, guru, » Baca lanjutan ceritanya...

Amanah

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 May 2013
Waktu terus berjalan semakin larut. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun wanita tua itu belum juga tidur. Beliau masih terjaga di depan pintu. Hatinya gelisah dan cemas. Tampaknya wanita itu tengah menunggu seseorang yang belum juga datang. » Baca lanjutan ceritanya...

Love is Silent

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 May 2013
Suasana tempat itu lenggang. Hampir semua remaja sudah meninggalkan masjid itu sejak satu jam yang lalu. Namun tampaknya, ada sepasang remaja yang masih berdiam diri untuk berdiskusi bersama. Naira dan Farah. Dua orang sahabat itu tampak sibuk dengan pembicaran » Baca lanjutan ceritanya...

Belum waktunya

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 May 2013
Assalamu’alaikum wr.wb Dias, sepertinya hubungan kita selama ini sudah terlalu jauh. Aku merasa terlalu banyak mudharat yang terjadi di antara kita. Mungkin lebih baik kita mengakhiri saja semua ini. Maaf… Degg. Aku terbelalak saat membaca pesan singkat yang tertera » Baca lanjutan ceritanya...