Dimas Misbachul Ichsan

Kumpulan cerpen karangan "Dimas Misbachul Ichsan" , Total diketemukan sebanyak 5 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Bertahan Untuk Hidup

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 24 September 2016
Klamono, Irian Barat. 17 Mei 1962. “Muis, berapa orang yang sudah berkumpul di sini?” “Dihitung dengan anda dan saya, semuanya 15 orang, Komandan!” “Keparat!!!” Letnan Manuhua membanting ranselnya ke tanah. Ia menatap ke langit, masih hitam. Berarti pagi belum » Baca lanjutan ceritanya...

Hembusan Terakhir

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 20 January 2016
Suasana hari itu sangat dingin dan terguyur hujan. Gumpalan awan yang gelap menyelimuti langit yang semenjak tadi meneteskan air yang tak terkira jumlahnya. Sepasang orangtua dengan seorang anak laki-lakinya datang untuk melihat-lihat. Entah apa yang ada di pikiran mereka, » Baca lanjutan ceritanya...

Dua Puluh Enam

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 20 December 2015
Sebuah perahu terombang-ambing lembut di lautan Barat Indonesia. Aku duduk tepat di tengah lubang besar yang tercipta pada angka nol besar di sebuah tugu. Seorang nelayan di mataku memugar kendaraannya agar nanti malam ikan-ikan di sana mau mendatanginya. “Ini » Baca lanjutan ceritanya...

Mata Jingga Aldebaran

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 December 2015
Aldebaran, mata jingga sang banteng Taurus yang tegas. Pengikut tujuh pemimpin langit di angkasa, Pleiades. Bintang besar yang menyilaukan itu, mulai berada di ujung usianya. Gas Helium mulai dipaksa terbakar oleh dirinya agar tetap hidup. Tubuhnya mulai membesar, merapuh. » Baca lanjutan ceritanya...

AmneSia

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 December 2015
Aku pulang dengan langkah kaki cepat ketika senja mulai turun sedikit demi sedikit dan langit mulai mendung. Terhitung sudah lima bulan, semenjak amnesia mulai menjalari otakku ini. Beruntung amnesia ini hanya bersifat sementara, sehingga aku hanya perlu bertemu orang-orang » Baca lanjutan ceritanya...