Diyah Ika Sari

Kumpulan cerpen karangan "Diyah Ika Sari" , Total diketemukan sebanyak 6 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Sebuah Rahasia

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 25 March 2017
Amara bahagia sekali. Hari ini dia akan menyusul Adit, tunangannya ke Bali. Ini adalah mimpi yang dinantikan kenyataannya sejak lama. Sejak Adit memutuskan untuk kuliah di sana. “Saat aku wisuda nanti, kamu akan menyusulku ke Bali. Di sana kita » Baca lanjutan ceritanya...

Mencintai Dengan Ikhlas

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 20 March 2017
Hari ini tepat tiga belas tahun usia pernikahan kami. Aku sangat bahagia karena selama itu aku dan Mas Rizal suamiku mampu melalui lika-liku rumah tangga yang selalu tidak pasti. Namun dibalik kebahagiaanku, terselip kegundahan hati sebagai seorang wanita dan » Baca lanjutan ceritanya...

Ternyata Orang Gila

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 March 2017
“Sat, aku boleh pinjam VCD narutomu, ya?” rayu Rohim pada Satria. Satria belum menjawab. Dia masih berpikir. “Aku belum punya cukup uang untuk membeli kaset itu. Tapi aku sangat ingin melihatnya.” kata Rohim sambil memasang muka memelas. Satria masih » Baca lanjutan ceritanya...

Menunggu Kamu

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 March 2017
Pantai sekarang menjadi surga bagi Tania. Tempat melepaskan semua suka, duka, juga kegalauannya. Galau karena cinta. Ya, lagi-lagi karena cinta. Cinta yang tak terduga. Pada orang yang tak terduga pula. Cinta yang tidak ada awalnya dan tidak ada akhirnya. » Baca lanjutan ceritanya...

Sekelumit Kisah Masa Lalu

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 3 January 2017
Dulu, setiap kali aku menonton sinetron atau film yang alur ceritanya rumit, aku selalu berkata, kelak aku tidak mau menjalani kehidupan seperti itu. Kelak aku harus bisa menjalani hidup dengan bahagia, dengan sedikit masalah dan sempurna. Hidup ini hanya » Baca lanjutan ceritanya...

Dalam Hati

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 24 September 2016
Tempat ini masih sama. Persis ketika aku meninggalkannya sepuluh tahun yang lalu. Hampir tidak ada perubahan sedikitpun. Setiap sudutnya, detailnya, masih sama. Hanya saja, rumah yang dulu pernah aku tinggali dulu, sekarang berubah menjadi taman kota yang indah. Aku » Baca lanjutan ceritanya...