Dwi Kusuma Wardani Purnomo

Kumpulan cerpen karangan "Dwi Kusuma Wardani Purnomo" , Total diketemukan sebanyak 5 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Tumhare Liye (Untukmu)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 July 2017
Kita adalah dua sosok berbeda, yang terlahir dengan sedikit sekali persamaan. Dua sosok yang memiliki arti nama yang sama. Hujan, dia seseorang yang pertama kali aku benci karena kesombonganya. Dan aku, rain, seorang perempuan buta yang kini dapat melihat » Baca lanjutan ceritanya...

Soulmate

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 July 2017
Kakiku bergetar, aku berdiri tepat di depanya dengan sebuah nama indah yang sama. hanya raganya yang kulihat, di balik gudukan tanah merah bertabur bunga tujuh warna. Tiga tahun enam bulan sepuluh hari sebelumnya seorang gadis cantik berseragam SMA berlari » Baca lanjutan ceritanya...

Bertangan Tuhan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 January 2017
“Suatu hal yang diyakini dengan kuat akan menumbuhkan hasil hebat tanpa pernah kalah dengan proses pahitnya” Seorang laki-laki dewasa terpekur risau di pinggir trotoar. Matanya tak lepas dari genangan air mata. Ia memandang tangan kanannya lalu terisak di menit » Baca lanjutan ceritanya...

Alzheimer

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 January 2017
“Cinta yang sempurna hadir dan selalu mengingatkanmu tentang kejadian kejadian yang terlupakan oleh keadaan bukan meninggalkan saat keadaan membuatmu melupakanya” -Aku- “aku tak pernah memahami semua getaran sampai aku temui getaran lain karena dirimu” Aku bertemu dengan Liu ketika » Baca lanjutan ceritanya...

Kereta Tengah Malam

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 October 2016
Aku berlari sekuat tenaga. “maaf mbak, keretanya sudah berangkat 10 menit yang lalu” ucap seorang pemuda tinggi berseragam abu-abu. “huh, aku terlambat” gusarku. “tenang saja mbak, ada satu kereta lagi yang akan berhenti tengah malam nanti” ucapanya kemudian menenangkanku. » Baca lanjutan ceritanya...