Erdinsyah Mahendra

Kumpulan cerpen karangan "Erdinsyah Mahendra" , Total diketemukan sebanyak 5 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Missing (Part 5)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 September 2017
Salah seorang warga, tepatnya tetua Kampung Batok yang juga ada di sana bersama kami akhirnya membuka mulut. “sebenarnya…” katanya, namun langsung dipotong oleh Dicky. “oh ternyata ada yang bisa bicara di antara kalian” kata Dicky sambil tertawa dengan wajah » Baca lanjutan ceritanya...

Missing (Part 4)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 September 2017
Pukul 3 tepat saat kami sampai di perkemahan dan suasana di sana sangat hening. “hulfah..” teriak Davi memanggilnya tapi suara Fitri yang terdengar menyahut dari dalam tenda perempuan. “di mana Hulfah?” tanya Davi. “baru saja dia pergi dengan Dicky, » Baca lanjutan ceritanya...

Missing (Part 3)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 September 2017
Semua mulai duduk beristirahat sedangkan kami mulai mendirikan tenda. Dua buah tenda ukuran besar berhasil kami dirikan berhadapan dengan jarak sekitar 5 meter. Dengan rencana akan ada api unggun di tengah-tengah. Kuperiksa jam tanganku, waktu masih menunjukan pukul 4.30 » Baca lanjutan ceritanya...

Missing (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 September 2017
Di sebuah cafe, aku mengajak beberapa teman bertemu. Bayu, Davi, Mia, Anty, dan Shiva datang bersamaku. Aku ingin mengajak mereka merundingkan kembali rencana gila yang Mia ajukan dan mereka setujui tadi pagi. Tak kusangka Fitri juga datang, temanku yang » Baca lanjutan ceritanya...

Missing (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 September 2017
Hari ini saat mentari bersinar sembunyi-sembunyi. Awan pekat kehitaman mendominasi langit pagi. Namun sepekat apapun langit, hari ini tetaplah hari ini. Hari dimana semua yang kami perjuangkan selama dua tahun mencapai puncaknya. Pengumuman kelulusan. Kelulusan diumumkan secara online, namun » Baca lanjutan ceritanya...