Erna Wijiati

Kumpulan cerpen karangan "Erna Wijiati" , Total diketemukan sebanyak 6 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Ilalang Di Tanah Gersang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 21 March 2016
Apa kau pikir mudah jadi ilalang di tanah gersang? Bertahan menanti setitik air untuk kehidupan. Masihkah kau begitu tega wahai angin, mengombang ambing tubuhku yang rapuh dan kering. Apa kematianku dalam dekap panas sang mentari yang kau ingin? Cobalah » Baca lanjutan ceritanya...

Senyum Ku Bersemi Kembali

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 28 December 2015
Satu tahun yang lalu, mimpi itu pernah hadir membawaku melayang ke angkasa. Dua garis itu ku dapati ketika lima bulan pernikahanku. Kebahagiaan itu tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Namun semua itu bagaikan mimpi yang sekedar singgah dalam tidurku. Pagi » Baca lanjutan ceritanya...

Merpati Untuk Melati

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 19 December 2015
Hembusan angin seolah membekukan hati yang penuh luka. Ombak masih menggoda menantang air mata. Pohon kelapa pun menari-nari seolah tak peduli. Ingin rasanya berteriak menghempaskan segala duka yang terus menari di kepala. Tapi percuma, sungguh percuma. Waktu tak akan » Baca lanjutan ceritanya...

Pelangi Untuk Kita

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 December 2015
Hujan masih menyelimuti bumi yang gersang. Air menggenang di jalan yang berlubang. Entah ke mana sang matahari sehingga tiada hadir menyapa. Sepeda tua itu tetap melaju menembus tirai-tirai air yang hampir menutup pandangan. Akhirnya perjuangan itu sampai pada tujuannya » Baca lanjutan ceritanya...

Karam Di Laut Tenang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 December 2015
Keluarga kecil bahagia, mungkin itulah yang terlihat dari pasangan Arman dan Amanda mereka tinggal di rumah mewah bersama anak perempuannya bernama Fika yang baru berusia sepuluh tahun. Kehangatan keluarga ini sering membuat iri teman-temannya. Namun perasaan bimbang mulai menghampiri » Baca lanjutan ceritanya...

Bukan Harta Penggantinya

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 5 December 2015
“Cepat bangun den waktunya sekolah.” Teriakan Bi Imah memecah mimpi Viro. “Aaaahhh berisik banget sih bi nggak cape apa teriak-teriak setiap pagi?!” Viro yang merasa kesal membuang selimutnya ke lantai dan segera mandi memakai seragam sekolah kemudian berangkat tanpa » Baca lanjutan ceritanya...