Faddilatusolikah

Kumpulan cerpen karangan "Faddilatusolikah" , Total diketemukan sebanyak 6 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Surgaku

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 September 2015
PLAK!! Tamparan laki-laki itu tepat mendarat di pipi kirinya. Isak tangis di pendamnya. Digosok-gosoknya pipinya yang terasa panas. Ditatapnya wajah laki-laki itu dengan segumpal rasa jengkel. Wajahnya merah padam. Emosinya mulai naik. Ingin berteriak. Namun, ia sadar itu hanya » Baca lanjutan ceritanya...

Sebelah Mata

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 September 2015
“Menunggu bus nak?” Tanya seorang Bapak-Bapak kembali menyadarkanku dalam lamunan. Aku hanya mengangguk. Ku tatap wajah lelaki yang tadi membuat lamunanku berlari menjauh. Tampak kerutan-kerutan di wajahnya. Tubuhnya yang tinggi kurus itu menenteng sebuah karung putih. Entah apa isinya. » Baca lanjutan ceritanya...

Mutiara Tanpa Cela

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 16 July 2013
Seperti malam biasanya. Pak Rahmad selalu mengisi malamnya dengan bermunajah pada Rabbnya. Bibirnya basah dengan bacaan dzikir. Seketika bibirnya yang komat-kamit terhenti saat gendang telinganya mendengar derap langkah kaki. Diintipnya sumber suara itu dari pintu kamarnya. Terlihat sosok laki-laki » Baca lanjutan ceritanya...

Kembali Keniat Awal

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 February 2013
Mentari masih enggan menampakkan sinarnya. Namun pagi ini harus ku paksakan melangkahkan kaki untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Udara dingin menyelimuti tubuhku yang mulai menggigil. Ku intip wajah kakakku lewat sepion sepeda motor yang selalu setia menemaniku kemanapun » Baca lanjutan ceritanya...

Cintaku Salah

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 24 January 2013
Mataku sembab dan kepalaku terasa berat . Masih membekas sisa tangisku tadi malam. “ srek…srek… “ kupaksakan kakiku tuk melangkah . Aku harus segera mandi . Hari ini ada pelajaran akuntansi . Pelajaran yang tak menggunakan ilmu hafalan ini » Baca lanjutan ceritanya...

Sebelum Habis Masa

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 26 December 2012
Kabut hitam tebal berfose di angkasa sang pencipta. Udara dingin merasuk menembus pori-pori kulit keriput yang menyimpan seribu sejarah. Gubuk sederhana menjadi saksi bisu sandiwara kehidupan. Yang terkadang ada tawa bahagia dan terkadang ada duka nestapa. “Kreeeeek,,,,pagi yang mendung, » Baca lanjutan ceritanya...