Ika Septi

Kumpulan cerpen karangan "Ika Septi" , Total diketemukan sebanyak 6 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Lebih Baik Padam Daripada Pudar

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 June 2018
Aku tak pernah menyangka bahwa semuanya datang dan pergi begitu cepat bagaikan kilatan petir di langit yang menghitam. — Tempat kos yang aku tempati ini lebih nyaman dari yang terdahulu. Kamar-kamarnya yang menghadap ke sebuah halaman yang maha luas » Baca lanjutan ceritanya...

Berjuanglah Ren!

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 9 April 2018
Lira duduk diam memandangi tumpukan buku yang tertata rapi di emperan gedung peninggalan Belanda itu. Dari buku pelajaran sampai majalah bekas luar negeri yang selalu terlihat menarik di matanya. Ia selalu menyukai tempat itu. Tempat dimana ia bisa membaca » Baca lanjutan ceritanya...

Teman Perjalanan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 December 2017
Jarum jam di tangannya masih menunjukkan pukul 6 pagi ketika Keira menginjakkan kaki di terminal kota. Udara pagi yang dingin menusuk-nusuk tulangnya tanpa ampun. Keira merapatkan jaket denim yang memberinya kehangatan tak seberapa. Sementara itu calo angkutan mulai berteriak » Baca lanjutan ceritanya...

September

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 27 November 2017
September adalah bulan keramat. Bulan dimana aku selalu mendapatkan ucapan selamat dan todongan makan-makan yang salah alamat. Ini semua gara-gara nama yang disematkan oleh orangtuaku kala aku baru saja dilahirkan dengan selamat. Ya, ternyata selamat tidak hanya menemani Neil » Baca lanjutan ceritanya...

Katatonia

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 27 November 2017
Pedih dan letih, itulah yang kurasakan. Aku kembali kehilangan teman dan sahabat. Di tempat baru ini aku benar-benar merasa sendiri. Tak ada satu pun orang yang kukenal. Rasa takut menghantuiku. Aku benci hidupku. Aku benci semua hal yang telah » Baca lanjutan ceritanya...

Di Sebuah Bangku Semen

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 11 November 2016
Lara menatap bangku semen itu dari kejauhan, bangku yang selalu menjadi singgasananya yang nyaman. Ia merasa tentram duduk di sana dalam kesendirian. Menikmati desau angin yang membelai belai wajah muramnya dan membaui wangi lembab rerumputan, ditemani sebuah novel yang » Baca lanjutan ceritanya...