Imuk Yingjun

Kumpulan cerpen karangan "Imuk Yingjun" , Total diketemukan sebanyak 22 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Janji Leria

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 28 March 2013
“Jadi, Anda adalah tuan Radiskh yang dulu pernah menjadi hakim di kerajaan?” tanya Leria agak terkejut setelah ayahku banyak bercerita pada gadis itu tentang masa lalunya. Ayah mengangguk. Seketika, wajah Leria berubah menjadi muram. Ada guratan kecewa yang ku » Baca lanjutan ceritanya...

Perjanjian Maut (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 26 March 2013
Cerpen ini lanjutan cerita dari “The Train”, dan “Deja Vu” dan Perjanjian Maut Part 1 “Aku tidak mau!” kataku ketus menolak permohonan Ainara. “Alfi, tolonglah. Hanya kamu harapan negeri kami, apapun yang kau inginkan, akan aku penuhi setelah ayahku » Baca lanjutan ceritanya...

Perjanjian Maut

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 24 March 2013
Sebelum membaca cerpen “Perjanjian Maut”, alangkah lebih baik lagi jika membaca cerpen “The Train”, dan “Deja Vu”. Karena cerpen ini adalah Trilogi dari kedua cerpen sebelumnya. Terima kasih. Saat tersadar, aku tengah berbaring di atas gundukan pasir tandus dan » Baca lanjutan ceritanya...

De Ja Vu

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 March 2013
“Kok, jam segini Bu Maya belum datang, yah?” lirih Dimas yang duduk di bangku sebelah kananku. Aku mengernyitkan dahi. Benar, dalam hati aku juga bertanya kenapa wali kelas kami sekaligus guru Matematika itu belum juga mengajar. Apa dia sakit? » Baca lanjutan ceritanya...

The Train

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 20 March 2013
Decit suara kereta terdengar memekik di gendang telingaku. Beberapa orang terlihat turun dari mulut pintu gerbong di depanku dan beberapa lagi naik dari pintu gerbong lainnya. Aku menarik koper sesaat setelah berpamitan pada Ayah, Ibu, juga kakaku. Mereka melambaiakan » Baca lanjutan ceritanya...

Telefon Misterius

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 21 January 2013
Aku berjalan menapaki lorong gang yang gelap tanpa cahaya. Rintik hujan masih berjatuhan menemani langkahku yang semakin melemah. Dingin. Sepi. Dan pengap. Sampah menggunung di kanan dan kiri jalan ini. Aroma busuk menyengat hidungku dan sukses membuatku mual hendak » Baca lanjutan ceritanya...

Musaffir

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 24 November 2012
Jika waktu bisa berhenti walau sedetik Apalah jadinya aku yang tidak pernah sabar menanti Walau dunia ini terasa luas, akankah hidupku bahagia jika diri-Mu menjauhiku… Seberapa besar dosa ku yang Kau genggam, apakah bisa ku lebur dalam tangis semalam » Baca lanjutan ceritanya...

Do’a Seekor Anak Ikan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 21 November 2012
Senja ini, seperti biasa aku menanti kedatangan dua bocah bersaudara itu. Orang yang mungkin sengaja Tuhan kirimkan untuk menjaga dan merawat tempat kami yang selama ini tentram dan damai. Jauh dari hiruk pukuk kekacauan dan hingar bingar sekumpulan manusia » Baca lanjutan ceritanya...

Khayalan Zahra

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 16 November 2012
Semarang, 12 Februari 2012. Gemercik suara air terdengar menetes di sebuah bilik kamar gadis bermata teduh. Ia meraupkan banyu untuk mensucikan diri sebelum mengahadap Ilahi. Dua rakaat pertama jiwanya seakan di sirami embun sejuk. Dua rakaat kedua hatinya tenang. » Baca lanjutan ceritanya...

Diery

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 November 2012
Siang itu matahari kota London seakan membara. Jilatan api menjulur diatas petala langit dan membuatmu bersimbah peluh. Kau berlari dari gedung bertingkat itu dan mendekatiku. Aku berdiri dan tersenyum menunggumu. Ya. Aku ibarat orang yang selalu setia menanti dan » Baca lanjutan ceritanya...
« Cerpen SelanjutnyaCerpen Sebelumnya »