Indri Triyas Merliana

Kumpulan cerpen karangan "Indri Triyas Merliana" , Total diketemukan sebanyak 7 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Lelaki Bulan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 February 2014
Begitu tenang dan terang dengan sang dewi malam yang bersinar di tengah kegelapan malam ini. Tidak lupa dengan udara dingin yang menyelimutiku disini. Duduk sendiri di bawah pohon cemara yang hanya ada satu di dekat sungai. Aku tidak takut » Baca lanjutan ceritanya...

Maaf

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 2 February 2014
– Maya – “maaf” ujarnya dengan raut wajah yang sangat bersalah. Aku menatap wajahnya. Ada apa dengan mereka berdua? Bukankah tadi pagi mereka saling tertawa. Ada apa dengan Ika mengapa dia hanya diam saja tanpa mengeluarkan secuil kata untuk » Baca lanjutan ceritanya...

Tentang Aku dan Senpai

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 16 December 2013
Minggu, 25 Agustus 2013 “iya aku berangkat, tunggu sebentar” Hari ini aku tidak mengikuti acara di sekolah karena jarak rumahku dengan sekolah sangat jauh. Tetapi aku masih mengikuti acara jalan sehat yang ada di daerahku. “I-kun! Lama tau!” kesal » Baca lanjutan ceritanya...

Terpenting

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 July 2013
Hai perkenal namaku Hayako Ririmi umurku 15 tahun aku masih duduk di kelas 9 SMP dan aku punya satu sahabat yang aku sayang dia sangat baik namanya Yuko Ayame. Kemarin sesudahnya pembagian kelas seperti biasa aku dan Yuko pagi-pagi » Baca lanjutan ceritanya...

Si Gadis Kecil

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 June 2013
Puluhan burung-burung kecil terbang di bawah langit biru yang indah dengan kicauan merdu mereka. Seorang gadis kecil seperti malaikat tesenyum dengan pakaian putih yang amat kusam, rambut panjang yang lurus dan kulit yang berwarna kuning langsat. Ia telah diabaikan » Baca lanjutan ceritanya...

Menggandeng Tanganmu, Aura

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 January 2013
Sebuah kado yang terletak dikedua telapak tanganku. Dia Aura telah menunggu pagi sepesialnya hari ini dia berada di taman kota. Diseberang jalan sana aku melihat ia sangat gembira dan tersenyum dengan ayah dan ibuku. Dan aku bahagia di pagi » Baca lanjutan ceritanya...