Intan Elok Okti Wardani

Kumpulan cerpen karangan "Intan Elok Okti Wardani" , Total diketemukan sebanyak 8 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Rintihan Sembilu Duka

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 May 2017
Di celah jendela kamarku, hujan begitu derasnya mengguyur halaman rumahku, suara deru angin mendesau ikut besendu mesra bersama hujan. Dan keramaian petir menari-nari di atas angkasa, yang terdengar bising di telingaku. Ku lirik jam dinding kamarku menunjukkan pukul 15.00 » Baca lanjutan ceritanya...

Rasa Tabu Bersamamu

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 May 2017
Suasana pagi yang cerah, telah menyelimuti desa Rajun Pasongsongan Sumenep. Mulai termusiki kokok ayam tetangga yang memenuhi gendang telingaku. Orang-orang kesana kemari merangkul cangkul membawa celurit dan bekal terbungkus kresek hitam di tentengnya. Tapi bukan berarti bersiaga untuk carok » Baca lanjutan ceritanya...

Tangisan Pilu Dukaku

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 May 2017
Ilalang malam membingkis kegelapan membentangkan mimpi di dekapan jiwa, Menyisahkan puing-puing duka yang terselip di balik doa. Lagu sendu menjelma dalam muara tangis, celoteh buih jeritan sakal musnah tenggerai dalan lelapan imajinasi yang memuncratkan beribu-ribu kata dalm gubahan ranum » Baca lanjutan ceritanya...

Bukan Karena Cinta Kak

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 31 December 2014
Percayalah kak, ini bukan kisah cinta, dan bukan pula karena aku mencintaimu. Memang teman-teman sering menafsiriku bahwa aku tengah jatuh cinta sama kamu. Tidak…! Itu salah kak, jangan pernah dengarkan kata mereka bahwa aku mencintaimu. Namun, ini hanyalah kisah » Baca lanjutan ceritanya...

Antara Kau dan Kejora

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 25 June 2014
Pohon yang berjulang tinggi, menguak rindang pada dedaunan. Sepoi-sepoi angin pun mendesau, melambaikan dedaunan dan rerumput seolah-olah menyambut suasana malam yang hening. Malam ini, aku begitu setianya duduk mesra di bawah pohon jambu biji yang rindang, sembari melihat langit » Baca lanjutan ceritanya...