Khairul A.El Maliky

Kumpulan cerpen karangan "Khairul A.El Maliky" , Total diketemukan sebanyak 35 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Di Balik Satir Cinta

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 October 2021
Panas terik matahari siang itu benar-benar menyengat. Jarum-jarum cahayanya menghantam aspal jalan raya tengah jalan kota. Pepohonan yang berbaris di sepanjang jalan menjerit-jerit kepanasan. Berjalan di bawah panas seperti ini dapat membuat ubun-ubun menguap bagai disiram timah neraka dari » Baca lanjutan ceritanya...

Ketika Duka Tersenyum

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 October 2021
Aku baru saja membuka pintu bangunan berbentuk gudang dengan panjang 6×3 meter persegi itu. Lalu, aku keluar dari bangunan tersebut dengan membawa sabun menuju musala yang berada di seberang. Sepi. Aku tidak melihat santri yang biasanya menyapu halaman musala. » Baca lanjutan ceritanya...

Manzilah Cinta

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 October 2021
Dengan menumpang mikrolet jurusan Paiton aku berangkat ke Wangkal. Pagi ini aku hendak pergi ke rumah seseorang. Seorang gadis yang sudah sejak lama menghuni di dalam petala jiwaku. Jauh-jauh aku dari pulau seberang Sumatera datang ke kota kelahiranku hanya » Baca lanjutan ceritanya...

Babi Babi Berburu Emas (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 October 2021
Untuk meningkatkan keamanan kampung, mulai isu babi ngepet itu menyebar luas ke se-antero kampung, kepala desa memerintahkan kepada bawahannya agar mengadakan siskamling. Setiap malam, pos kamling yang berada di setiap penjuru kampung dijaga oleh enam belas orang laki-laki. Terutama » Baca lanjutan ceritanya...

Babi Babi Berburu Emas (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 October 2021
Rombongan babi hutan menggasak semua tanaman ubi jalar dan singkong di ladangku. Sisa-sisa akar yang tercerabut dari tanah tampak berserakan di tanah. Daun-daunnya juga terpontal-pontal ke mana-mana. Bahkan pagar bambu yang menjadi pembatas antara hutan dan ladang juga porak-poranda. » Baca lanjutan ceritanya...

Sepeda Bapak

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 October 2021
Bocah lelaki itu sangat mengagumi Bapaknya. Tiap Bapaknya ada waktu luang setelah pulang dari kerja atau bertepatan ketika hari libur (tanggal merah), Bapaknya mengajarinya cara membuat layang-layang. Mulai dari cara membelah bambu, membilahnya menjadi sebatang lidi bambu, cara menyeimbangkan » Baca lanjutan ceritanya...

Sapi Bantuan (Pak) Presiden

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 October 2021
Orang-orang kampungku terjaga dari tidurnya, tatkala mereka mendengar suara tangis bayi dari arah rumah Sobirin. Tetanggaku yang jarak rumahnya hanya lima rumah dari rumahku. Malam itu anak perempuan pertama Sobirin yang baru berusia 3 bulan menjerit-jerit. Padahal sudah hampir » Baca lanjutan ceritanya...

Anjing Sekarat yang Tertimbun Salju (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 28 September 2021
Perempuan itu melangkah santai ketika keluar dari terminal 2 bandara Internasional milik kerajaan Inggris tersebut. Dia membungkus tubuhnya dengan jaket warna ungu ditambah dengan celana jins biru dan kacamata model terbaru sehingga membuatnya tampil fashionable. Tangannya menyeret sebuah koper » Baca lanjutan ceritanya...

Anjing Sekarat yang Tertimbun Salju (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 28 September 2021
Jam kota London sudah berdentang beberapa kali. Jarum jamnya yang panjang-panjang macam jarum vaksin melepaskan lelah di angka 12 tengah malam. Langit tidak pernah berhenti untuk menyembur-nyemburkan dahak putihnya ke bumi, sehingga salju melayang-layang dengan tidak tergesa-gesa untuk membekukan » Baca lanjutan ceritanya...

Bola Gol! Gol! Gol!

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 26 September 2021
Qasyim, teman lamaku. Dia menghilang sudah dua bulan dari rumahnya. Tidak satu pun keluarganya yang mengetahui ke mana dia minggat. Istrinya juga tidak tahu. Sibuk memikirkan suaminya, ketiga anak-anaknya saja merengek minta uang jajan. Sejak suaminya hilang seolah ditelan » Baca lanjutan ceritanya...
Cerpen Sebelumnya »