Livia Rossayyasy

Kumpulan cerpen karangan "Livia Rossayyasy" , Total diketemukan sebanyak 5 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Obat Penawar Atau Racun? (Part 3)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 October 2016
“Apa?! Me-meninggal?! siapa, siapa yang meninggal?! Astrid? Iya, benar Astrid?!” seru Salsa. Dia sedang pergi bersama Riska di mall. Mama Astrid menelponnya. “Innalillahi… nggak mungkin, te! Bohong, kan? Salsa aja belum jenguk dia hari ini!” kata Salsa. Riska di » Baca lanjutan ceritanya...

Obat Penawar Atau Racun? (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 October 2016
Krieett, pintu kamar Anggrek III terbuka. Dokter Broto lah yang datang. Tapi hari ini tidak ada jadwal pengecekan. Kenapa dokter Broto datang, ya? “Astrid, mama kamu lagi kerja, kan?” dokter mendekat ke ranjang. “Oh, mama. kalau mau ketemu mama, » Baca lanjutan ceritanya...

12th Secret

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 27 July 2016
Suasana pemakaman yang ramai dan sumpek membuat Wanda ingin kabur dari keramaian walaupun sebenarnya merasa cukup tega dengan almarhumah temannya yang telah di alam sana. Wanda duduk di sebuah bangku sambil menyeka air matanya. Zhara, bisa-bisanya kamu duluan yang » Baca lanjutan ceritanya...

Trouble of Sisters (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 January 2016
Siangnya, Emely dijemput oleh papanya. Jika ia mengikuti kompetisi itu, ia bisa mendapatkan uang sebesar 15.000 dollar. Ya, itu pun kalau menang. Ia membayangkan, 15.000 dollar itu bisa digunakan untuk membeli rumah, membantu orangtuanya mencari nafkah, dan lainnya yang » Baca lanjutan ceritanya...

Trouble of Sisters (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 January 2016
Rambut hitam terurainya, hidung mancung bak putri bangsawan, kulitnya yang putih seputih salju, dan kaki jenjangnya yang bagaikan gadis remaja 17 tahun. Dia adalah Emely, penyanyi cilik profesional yang sudah terkenal di kota London. Suaranya yang khas, membuat semua » Baca lanjutan ceritanya...