Mella Amelia

Kumpulan cerpen karangan "Mella Amelia" , Total diketemukan sebanyak 27 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Terpaksa Kupacari Saja (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 23 June 2016
“Joshua, maukah kamu menjadi pacarku?” Tangannya gemetaran, jantung berdebar-debar, keringat makin deras mengucur dari balik seragam putih abu-abu yang dikenakannya. Nafas memberat. Ia pun berusaha mengaturnya. Hirup. Hembuskan, hirup. “Siapa lo?” tegur cowok bernama Joshua– tak disangka-sangka. Ia terlihat » Baca lanjutan ceritanya...

Sheila: The Last Day (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 2 April 2016
Apa yang dilakukan saat ajal menjemputmu? Menangis. Tak ada yang dapat ku lakukan kecuali menangis sepuas-puasanya. Setiap saat. Selama tiga hari belakangan, setidaknya hingga bayang kengerian tentang kematian kering dari benakku. Memang laku yang sia-sia. Namun air mata dan » Baca lanjutan ceritanya...

Deathless (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 March 2016
Bunyi sirene ambulans baru saja melintas terdengar sahut-menyahut. Suaranya seolah mendengung dalam telinga, terekam menjadi sel-sel anyar dalam kepala Kazuya, sambil mengatur napas yang keluar-masuk, matanya mengerjap beberapa saat. Ia bersumpah satu dua detik lalu sendi-sendi di balik kulitnya » Baca lanjutan ceritanya...

Bunga Itu Mawar

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 December 2015
Sebulir peluh menetes melewati rahangku. Jantungku berpacu cepat, berlomba-lomba dengan adrenalin yang mengalir deras melalui pembuluh darahku. Tak sedetik pun aku memelankan langkah, berzig-zag di antara pepohonan, melompati akar-akar yang menyembul dari dalam tanah. Menjemput maut yang siap menyambut » Baca lanjutan ceritanya...

Mentari Di Ujung Senja

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 December 2015
Kaki-kaki berlarian, hentakkan sepatu saling mengejar diiringi canda tawa, terdengar memekik di telinga Aisyah, selagi bola matanya masih sibuk menyisir suasana riuh, riang wajah-wajah calon teman-temannya itu. Tak sadar sedari tadi bibirnya pun menyimpul senyum termanis tak kalah senangnya » Baca lanjutan ceritanya...

Skizofrenia

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 December 2015
Dokter Herman menuliskan sesuatu pada layar i-pad di pangkuannya. Garis wajahnya terlihat serius. Dengan kacamata dan tumpukan berlipat keriput kulit di dahinya, membuatnya tampak terlihat lebih tua dari umur sebenarnya. Sedangkan Vani, gadis bersweter biru itu, hanya berdiam beku » Baca lanjutan ceritanya...

Unconcious (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 10 September 2015
Pahit! Itulah kata pertama yang muncul di otakku ketika baru masuk pintu toko si china itu. Segala macam bau-bauan kayak ramuan jamu atau apalah namanya, menyengat menyerang lubang hidungku tajam. Maksudku sangat-sangat tajam. Entahlah ini bau apa. Mungkin juga » Baca lanjutan ceritanya...

Unconcious (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 10 September 2015
Brreemm!! Brreemm!! Tit! Tit! “aaarrrghh!” “ughh ouch!!” “Kenapa kasur gue kasar sih?! kayak tembok aja” keluhku sambil mengusap-usap jidat yang sakit akibat terbentur benda keras tadi. Ku lirik sekeliling dengan mata setengah merem melek. “uh kok rame” bisikku kaget. » Baca lanjutan ceritanya...

Miss Gosip

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 August 2015
Namaku Lydia. Aku hanya gadis remaja SMA biasa sama seperti kalian semua. Entah kenapa mereka memanggilku miss gosip. Bukannya aku keberatan sih atau peduli apa kata mereka. Ibuku selalu mengajarkanku bila melakukan apapun sebaiknya tak dilakukan setengah-setengah. Nah sebagai » Baca lanjutan ceritanya...

I’m Death and He’s My Soulmate

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 March 2015
Aku dan DIA bagaikan kucing dan tikus, apa mau dikata dialah yang mengharap semua ini terjadi. Sejak kejadian setelah malam itu kita seakan-akan seperti tak mengenal satu sama lain. Aku membencinya sangat sangat membencinya padahal DIA adalah sahabat sejatiku » Baca lanjutan ceritanya...
« Cerpen SelanjutnyaCerpen Sebelumnya »