Nika lusiyana

Kumpulan cerpen karangan "Nika lusiyana" , Total diketemukan sebanyak 12 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Crazy Autumn (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 April 2016
Satu tahun berlalu. Seperti kasus kematian Samuel, kematian Ibuku tak pernah terungkap kebenarannya oleh pihak kepolisian. Ayah memang luar biasa hebat untuk bisa menyembunyikan semuanya. Sementara aku sendiri, tak pernah berdaya untuk mengatakan bahwa aku adalah saksi dari pembunuhan » Baca lanjutan ceritanya...

Crazy Autumn (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 April 2016
Musim gugur. Daun-daun ketika itu juga dilihat dengan berbagai macam pandangan. Ia terlihat indah ketika melayang, meliuk, berhembus lembut menggapai tanah. Tak hanya itu, kerap kali beberapa orang yang terlalu dramatis pun memandang mereka iba. Daun-daun itu terlepas dari » Baca lanjutan ceritanya...

Surat Kapten (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 1 July 2015
Seraut wajah yang benar-benar kurindukan apa yang ada padanya. Ia pucat, kenapa? tubuhnya terbaring, sakitkah? Ia tak menjemputku seperti yang lainnya, tak mendekapku dan hanya tersenyum sayu padaku. Dadaku sesak, tak mengerti atas apa yang sebenarnya telah terjadi. Aku » Baca lanjutan ceritanya...

Surat Kapten (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 25 December 2013
Tak terasa setahun sudah aku menjalani semua ini. Entah mengapa, awalnya ini seperti mengejar kebebasanku. Tapi semakin lama, rasa penyesalan ini mulai menampakkan buihnya di sela-sela hatiku. Membuat rindu yang tak bisa terobati lagi dan menyesap semua kebebasan yang » Baca lanjutan ceritanya...

Hitam Putih Hari Raya

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 September 2013
Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.. Allaahu akbar.. Walillaahilhamdu Samar, kudengar lantun merdu takbir raya memenuhi langit maghrib petang itu. Aku mengusap wajahku dengan kedua telapak tangan, setelah kewajiban sholat ku selesai dilaksanakan. Butir » Baca lanjutan ceritanya...

Pesan Yang Kurang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 June 2013
Sepi. Berat. Itulah yang setidaknya ku rasakan saat ini. Semua indraku belum berfungsi dengan baik. Telingaku, tengah berusaha menyempurnakan pendengarannya. Aku menarik nafas kembali. Mataku, masih terpejam dan seluruh tubuhku terasa kaku. Meski begitu, samar-samar ku dengar suara indah » Baca lanjutan ceritanya...

Oppa, Mianhae

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 9 June 2013
Jingga matahari terbit seakan tak nampak tertutup gumpalan awan yang redup. Gemuruh guntur di langit terdengar samar dari kejauhan Kota Seoul. Udara sekitar menghembus gigil beku, menghempas tubuh seorang bocah yang tengah menyangga dagunya di rangka kayu jendela kamarnya. » Baca lanjutan ceritanya...

Potongan Yang Hilang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 7 June 2013
Dua tahun. Berlalu dengan cepat, layaknya laju kereta yang terisi penuh oleh bahan bakar. Sekarang boleh ku ingat apa saja yang sudah terukirkan di tembok masa yang berada di belakangku. Cat-cat itu telah mengelupas sedikit demi sedikit seiring dengan » Baca lanjutan ceritanya...

Love is Really Pain

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 7 June 2013
Bulan purnama masih setia menggantung di atas sana dengan kepersikannya yang membias, melapisi legamnya langit yang bercorak awan-awan pembawa takdir. Lengkingan suara jangkrik yang khas sepertinya mendominasi kesunyian malam ini. Di sebuah kamar yang sederhana, sepasang mata tengah mengintai » Baca lanjutan ceritanya...
Cerpen Sebelumnya »