Ria Rizky Darmawan

Kumpulan cerpen karangan "Ria Rizky Darmawan" , Total diketemukan sebanyak 6 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Kisah Umi

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 May 2017
Tak pernah kusangka jika gubug reotku ini bisa menjadi terkenal. Warga kampung menamainya Gubug Bidadari. Semua itu lantaran Umi, gadis berambut kuning yang hampir setiap hari mengunjungi gubugku. Parasnya ayu, kulitnya putih, matanya kadang biru, hijau, kadang-kadang juga berwarna » Baca lanjutan ceritanya...

Dibalik Alasan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 May 2017
Senyumku masih berseri-seri, mengingat tentang kebersamaan aku dan Ka. Di senja yang indah kemarin sore, betapa tampannya Ka dengan stylean Ka yang terlihat modern menemuiku di rumah. Ka meminta izin Umi dan Abah untuk mengajakku berjalan-jalan dengan sopan dalam » Baca lanjutan ceritanya...

Bagai Hujan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 April 2017
Bagai hujan, ucapnya. Na melongo menatap surat kusam berwarna kecoklatan ditangannya. Rasa yang tertinggal, dulu. Menyeruak begitu saja tanpa pintanya. Sosok itu. Kenangan itu. Membuka segel yang telah ia kunci rapat-rapat, tanpa berharap kan terbuka. Tangis kali ini tak » Baca lanjutan ceritanya...

Rain

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 3 January 2017
Bunyi alarm membangunkanku tepat pukul 06.00 pagi. Aku berusaha beranjak dari tempat tidurku walaupun mataku ini masih belum bisa diajak kompromi. Ketukan orang di luar mengagetkanku hingga aku terjatuh di lantai yang masih basah ini. “Apakah tadi malam hujan? » Baca lanjutan ceritanya...

Pertemuan Musim Dingin

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 June 2016
Musim dingin. Lagi-lagi ia datang. Kenapa musim dingin tahun ini begitu membosankan seperti tahun-tahun yang lalu?. Tak ada yang spesial. Tak ada yang dapat membuat deretan gigi putihku terlihat. Tak ada yang dapat membuat perutku sakit karena seharian penuh » Baca lanjutan ceritanya...

Kenyataan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 28 August 2015
Angin bertiup sangat kencang. Awan hitam mulai menampakan sinarnya sedikit demi sedikit. Aku masih saja terus bertahan di bawah rerimbunan pohon tempat biasa ku mencurahakan isi hati, walaupun awan hitam itu memenuhi langit di atasku. Seakan ia ingin mencurahkan » Baca lanjutan ceritanya...