Sifa Hasta Marettina

Kumpulan cerpen karangan "Sifa Hasta Marettina" , Total diketemukan sebanyak 5 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Laki Laki di Tengah Hujan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 27 February 2017
Masih setengah perjalanan menuju rumah, rintik hujan mulai turun menerpa tubuhku. Hari semakin gelap dan jalanan begitu terasa sepi, mungkin orang-orang enggan untuk keluar dan lebih memilih bermalas-malasan di tempat tidur. Aku berusaha mengambil payung lipat di dalam tas » Baca lanjutan ceritanya...

Kado Terakhir Untuk Bunda

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 March 2016
Jam weker usangku masih menunjukkan pukul tiga pagi. Namun seperti biasa aku terbangun untuk salat tahajud. Aku segera bangkit dari tempat tidur untuk mengambil air wudu. Seusai salat aku pergi ke belakang untuk mengambil air minum. Saat itu ku » Baca lanjutan ceritanya...

Lee Min Hoo Saranghamnida

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 26 January 2016
Tok.. Tok.. Tok!!! terdengar suara pintu kamarku diketuk. Saat itu hari minggu pukul 6 pagi. Namun aku masih betah di dalam kamar tanpa beranjak dari tempat tidur. Seperti biasa aku sedang asyik melihat-lihat foto Minho oppa di laptop yang » Baca lanjutan ceritanya...

Gadis Berkursi Roda (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 January 2016
Aku pun tak mampu menolak tawaran Ghani dan hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Ternyata Ghani mengajakku ke taman belakang sekolah. Taman itu terlihat lebih indah dari biasanya, seperti telah dipersiapkan sebelumnya. Entah kenapa jantungku kembali berdegup kencang dan ini » Baca lanjutan ceritanya...

Gadis Berkursi Roda (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 January 2016
Gadis itu tengah duduk di kursi rodanya, ia berada di pinggir lapangan basket. Rupanya ia tengah melihat teman-temannya yang sedang basket kebetulan saat itu adalah jam olahraga. Sesekali gadis itu tertawa bebas melihat permainan teman-temannya di lapangan, tak ada » Baca lanjutan ceritanya...