Sugesty Nurchadjati

Kumpulan cerpen karangan "Sugesty Nurchadjati" , Total diketemukan sebanyak 5 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Kartini Yang Salah

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 23 June 2016
Langkah berisik dari badan jalan benar-benar mengganggu. Bau rokok di mana-mana, tatapan mata yang menghujani lorong-lorong sempit perumahan kumuh. Aku marah, kesal dan segala jenis peluapan emosi negatif. Negeri ini amat busuk, sampah-sampah berserakan di jajaran lantai panggung. Panggung » Baca lanjutan ceritanya...

Kita Beda

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 20 October 2014
Selesai salat Jumat, aku kembali menuju sekolah. Di sekolah memang tidak ada masjid, hanya musala saja. Tapi, bagiku semuanya sama. Soal tempat tidak penting, yang terpenting adalah keadaan kita menghadap Allah. Ponselku berdering beberapa kali. Ada sebuah panggilan masuk » Baca lanjutan ceritanya...

Edelweis

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 20 October 2014
Sejak kepergian Ayah, Ibuku adalah tulang punggung keluarga. Memang tidak terlalu berat. Karena, di dalam keluarga, hanya aku yang selalu merepotkannya dengan segala urusan sekolah hingga pribadi. Aku sayang Ibuku. Wanita yang sempurna itu selalu menjaga dan melindungi anak » Baca lanjutan ceritanya...

The Soul

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 20 October 2014
Semua jiwa memiliki pendamping sejak dilahirkan. Jiwa itu bernama ruh, perbedaan ruhku dengan pria itu hanya satu, kekuatan. Ruh miliknya sangat kuat dan selalu membelanya, selalu melindungi dan menjaganya. Ia benar-benar belum pernah tersakiti secuil pun soal fisik, entah » Baca lanjutan ceritanya...

Angan Tak Sampai

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 5 September 2013
Koridor sekolah nampak ramai. Bagaimana tidak, hari ini adalah pengumuman penerimaan siswa baru. Yup! Papan pengumuman sudah penuh dengan orang-orang yang tidak ia kenal. Hampir saja ia ditabrak-tabrak puluhan manusia yang notabene tidak punya perasaan sabar. Ia harus menunggu, » Baca lanjutan ceritanya...