Wardatul Jannah

Kumpulan cerpen karangan "Wardatul Jannah" , Total diketemukan sebanyak 5 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Your Eyes Oppa

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 September 2017
Namaku Kim Taeyeon, aku baru kelas 2 SMA. Aku memiliki seorang sahabat yang bernama Jung Min-hyuk. Sebenarnya, aku sudah lama mencintainya diam-diam. Aku tidak tahu apakah dia juga mencintaiku atau tidak. Ketika jam istirahat aku sering menghabiskan waktu bersamanya » Baca lanjutan ceritanya...

Wanita Berkerudung Nasionalis (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 10 May 2016
Angin malam membelah keheningan di bawah siraman cahaya rembulan, semilir menikmati keanggunan yang tersuguhkan, benda-benda yang diam membisu seakan tersihir oleh keagungan Tuhan yang menciptakan purnama mengambang, seakan berisyarat memberi dukungan, menyambut sebuah takdir besar yang akan terjadi, adanya » Baca lanjutan ceritanya...

Wanita Berkerudung Nasionalis (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 10 May 2016
“Shodaqollahul adzim,” bunyinya, mengakhiri bacaan yasin di tempat peristirahatan terakhir para Kyai, tepatnya di pesantren Nurut Tholabah, pesantren yang sudah berdiri sejak delapan puluh tahun yang lalu, konon para Kyai yang telah di alam baka tersebut merupakan para pejuang » Baca lanjutan ceritanya...

Badai Keharmonisan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 26 January 2016
“Apa kau tahu? laki-laki yang sudah beristri memiliki kebutuhan yang harus dipenuhinya, mungkin ini kedengarannya agak risih, tapi karena kau sudah remaja jadi aku tidak terlalu sungkan untuk menyampaikannya, orang laki-laki itu butuh nafkah batin Nak, kemungkinan akan sulit » Baca lanjutan ceritanya...

Terima Kasih Telah Melindungi Ku

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 19 January 2016
Ku pastikan diri bahwa semua ini hanya kebetulan semata, menyadari seseorang yang sedari tadi mengikutiku dari depan, lebih tepatnya mendahuluiku dengan hanya berjarak satu langkah, ia menyertai langkahku, bahkan selangkah di depanku, saat ku putuskan beranjak dari arena lapangan, » Baca lanjutan ceritanya...