Wayan Widiastama

Kumpulan cerpen karangan "Wayan Widiastama" , Total diketemukan sebanyak 7 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Bukit Angin

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 May 2013
Bukit mungil itu berdiri di pinggir Desa Sunyi. Di punggungnya ilalang tumbuh dengan subur. Pohon besar yang tumbuh di sana tak sampai 20 batang. Belasan pohon jambu mente tersebar mengelilinggi bukit. Sisanya adalah sepasang nangka dan 3 batang pohon » Baca lanjutan ceritanya...

Aku Kakek dan Foto

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 May 2013
Sudah lebih satu jam ku bolak-balikan lembar foto yang berserakan di atas meja kerjaku. Aku lelah dan mulai putus asa. 113 foto, karya terbaiku sudah aku tunjukan, tapi belum ada yang memuaskan Si Kakek. Si Kakek Misterius, begitu aku » Baca lanjutan ceritanya...

1966

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 27 April 2013
IBU: Ibu masih bayi saat itu, paling cuma bisa menangis. Kata kakekmu, saat itu, ibu dibawa oleh kakek dan nenekmu mengungsi ke kebun kami yang ada di timur desa. Kami bersembunyi dibawah pohon randu besar yang tumbuh disana. Akar » Baca lanjutan ceritanya...

Penjaga Keris

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 11 April 2013
Aku hanya menunduk tak sanggup menatap dua orang didepanku. Ribuan kata bernada nasehat, rayuan, bahkan bernada ancaman keluar dari mulut mereka. Aku tatap bibir hitam mereka yang menari-nari. “Kau mengerti anaku?” Ayah berkata sambil menepuk pundaku. “Paman harap kamu » Baca lanjutan ceritanya...

Luh Sari

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 April 2013
BALI… Tak pernah terbayang olehku kalau aku akan kembali menginjakan kaki di Pulau ini. Tanah tempat aku dilahirkan 32 tahun yang lalu. Hari ini untuk pertama kalinya sejak 12 tahun aku kembali. Aku kembali ke Bali bersama Paolo suamiku » Baca lanjutan ceritanya...

Onta

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 24 March 2013
Cahaya bulan malam ini tampak ragu membasuh bumi. Mungkin bulan takut pada gumpalan awan yang berbaris di langit. Mungkin juga bulan sudah jenuh melihat bumi yang telah menua dan banyak panu tumbuh dikulitnya. Dan malam ini penduduk bumi tampaknya » Baca lanjutan ceritanya...

Hutang Tingkat Dewa

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 March 2013
Aku terus berlari menerobos hutan cemara, entah berapa lama aku berlari aku tak tahu pasti. Yang kurasa nafasku sudah hampir habis. GEDEBUGG… aku terjatuh. Kuarahkan pandangan kesekelilingku, rupanya aku sudah keluar dari hutan cemara tadi. Kini yang tampak oleh » Baca lanjutan ceritanya...