Zuni Lilaifi

Kumpulan cerpen karangan "Zuni Lilaifi" , Total diketemukan sebanyak 7 cerita pendek

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Bus Hitam Kursi Nomor Tiga

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 25 February 2017
Hari ini tiba waktunya punggungku harus menempel di kursi penumpang bus selama tiga jam. Ya, dihitung juga dengan berhentinya kira-kira segitulah, kalau lebih ya disimpan saja. Ah lupakan. Aku berjalan menapaki jalanan yang sepi bagai jalan ini milik diriku » Baca lanjutan ceritanya...

Hipotesis Hidup

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 17 December 2016
Gedung-gedung menjerit karena telah tua, masih ada ribuan muda-mudi menginjaknya demi ilmu. Ruangan-ruangan berdebu tidak seperti baru dulu ketika dia dilahirkan dengan menggunting pita. Perempuan berambut keriting tampak memandang laptop, benda masa kini pegangan muda-mudi. Ditemani pensil yang menari-nari » Baca lanjutan ceritanya...

Andai Tahu Jawabnya

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 April 2016
Keanehan ini berawal dari kegelapan sunyi malam hari yang mendatangkan dingin sampai menusuk kulit hingga ke tulang. Dan diiringi guyuran air mata langit yang senantiasa menemani kesendirianku di bumi ini. Tak lain dan tak bukan adalah ciptaan yang Maha » Baca lanjutan ceritanya...

Mengeluh Tandanya Lemah

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 11 April 2016
Suasana dalam hidup memang berbeda setiap waktunya. Tiap jam, menit, bahkan detik suasana bisa berubah. Suasana apa pun yang membuat seseorang berubah lebih cepat dari detak detik berjalan adalah ketika seseorang itu refleks. Suasana sedih, gundah, merana, susah, dan » Baca lanjutan ceritanya...

Molly, Kisah Sahabat Sejati

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 February 2016
Memang tempat yang tak layak untuk binatang lahir, berteman sepi, dan dingin tanpa ibu di siang hari saat perut waktunya diisi dan malam hari saat badan terjaga di pelukannya. Itu hidup yang akan dia jalani jika tak ada orang » Baca lanjutan ceritanya...

Lupa Cara Menangis (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 February 2016
Langkah kaki menggeser waktu lebih cepat dari perpaduan putaran jarum pengarah waktu yang melingkar di tanganku. Balok beroda empat ku tancap melaju begitu cepat tak peduli apa yang menghalangiku. Macet karena ditutupnya palang itu untuk mempersilakan jajaran gerbong ular » Baca lanjutan ceritanya...

Lupa Cara Menangis (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 February 2016
Terlalu sering aku merasakan rasa sakit. Rasa sakit itu akan merasakan apa yang tidak aku rasakan saat sakit. Terlalu sering aku bersedih namun aku lupa caranya menangis. Aku tidak akan menangisi hal ataupun orang yang tidak pantas untuk ku » Baca lanjutan ceritanya...