Batu Mayoga Menangis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat)
Lolos moderasi pada: 1 November 2020

Pada zaman dahulu kala, ada seorang anak perempuan cantik bernama Mayoga. Ia tinggal bersama ibunya yang sudah tua. Mereka tinggal di gubuk jelek di tengah hutan. Ibunya bekerja sebagai penjual kayu bakar di pasar. Mayoga adalah anak yang malas. Ia jarang membantu ibunya bekerja. Ia lebih suka bermain dakon dengan teman-temannya.

Suatu hari ibunya jatuh sakit. Mayoga marah-marah kepada ibunya karena ibunya tidak bisa membuatkan sarapan dan mencuci bajunya.
“Ibu, sarapanku mana? Aku lapar.” tanya Mayoga dengan suara keras.
“Maaf mayoga. Hari ini ibu sakit. Ibu tidak bisa memasak. Ada ubi di dapur, kamu bisa merebusnya untuk sarapan.” Jawab ibunya.
“Ah, Ibu!. Aku mau nasi! Aku lapar, bu. Jika ibu tidak masak nasi sekarang, Mayoga tak mau makan.” Kata Mayoga sambil memaksa ibunya memasak.
Akhirnya Ibu Mayoga mencoba bangun dari tempat tidur dan masak nasi untuknya.

Beberapa tahun kemudian, Mayoga tumbuh menjadi gadis cantik yang disukai banyak laki-laki. Mayoga hanya mencintai satu laki-laki bernama Raka. Suatu ketika, Raka ingin mengajak Mayoga datang ke rumahnya. Ia sangat senang dan segera pulang ke rumah mencari baju yang bagus.

“Dudududu… Mana ya baju yang kelihatannya bagus untuk pergi dengan Raka.” Kata Mayoga sambil melempari seluruh bajunya untuk mencari baju yang bagus.
“Ibu, Aku mau pergi dengan Raka. Aku harus terlihat cantik dengan memakai baju yang bagus. Tapi semua baju ini jelek semua, bu.” Kata Mayoga pada ibunya.
“Kamu sudah cantik, nak. Mau pakai baju yang seperti apapun, kamu akan tetap terlihat cantik anakku.” Kata Ibu.
“Ah, Ibu berkata seperti itu karena ibu tidak mau membelikan Mayoga baju bagus kan? sekarang Mayoga mau beli baju baru di pasar. Mayoga minta uang bu. Mana uangnya?”
“Ibu tak punya cukup uang untuk membeli baju baru, nak. Uang ini hanya bisa untuk makan saja. Ibu yakin Raka akan tetap menyukaimu meski bajumu sederhana” kata Ibu kepada Mayoga.

Mayoga membentak meminta baju baru dan mengambil uang ibunya dengan paksa hingga ibunya terjatuh. Ibu Mayoga kecewa dan berlari ke dalam hutan.

Suatu ketika, Ibunya duduk di dekat sebuah pohon besar dan berkata
“Jika anak yang kucintai tidak mencintaiku lebih baik aku hidup sendiri seperti batu.”

Tiba-tiba cuaca berubah. Hujan dan petir berdatangan seperti menjawab perkataan Ibu Mayoga. Petir itu menyambar ibu Mayoga. Sang Ibu berubah menjadi Batu yang luarnya memiliki rumput hitam seperti rambut ibu Mayoga.

Keesokan paginya, Mayoga mencari ibunya karena ia ingin dibuatkan sarapan. Mayoga segera berlari ke hutan mencari ibunya namun dia tak bisa menemukan ibunya. Mayoga kelelahan dan bersandar pada sebuah batu besar.

“huhuhu… anakku. Aku sayang padamu, nak.” Terdengar suara menangis yang berasal dari batu itu. Batu itu mengeluarkan air bagaikan seseorang yang menangis. Batu itu mengeluarkan suara merintih seperti menangis menahan kecewa. Mayoga ketakutan dan pulang ke rumah.

Mayoga memberi tahu penduduk. Sejak saat itu, penduduk menyangka bahwa ibu Mayoga menjadi batu karena kecewa memiliki anak seperti Mayoga. Penduduk setempat memberi nama Batu Mayoga Menangis.

Batu itu tidak benar-benar menangis. Ibu Mayoga lah yang bersuara dengan bersembunyi di balik batu. Tetesan air dari pohon-pohon jatuh kebetulan tepat di atas batu itu. Setelah tahu bahwa anaknya menyesal, Ibu mayoga pulang ke rumah. Mayoga memeluk ibunya dan meminta maaf.

Kini Mayoga dan Ibunya hidup bahagia.

Cerpen Karangan: Abriani Ori Ratnasari
Facebook: facebook.com/abrianiori.ratnasari

Cerpen Batu Mayoga Menangis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mengapa Semua Ini Terjadi

Oleh:
Suatu hari, hiduplah seorang anak yang bernama Fitri. Fitri adalah anak yang cantik, kaya, dan pintar. Sayangnya ia adalah anak yang cukup sombong dan sangat malas serta selalu melawan

Keep Action Guys!

Oleh:
Rasanya merinding melihat raut muka Miss Fika dengan matanya yang melotot. Terlebih lagi ketika setumpuk soal Matematika berada di tangan beliau. Ini akan menjadi hal terburuk bagi kami, seperti

Sang Juara

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama UKK alias Ujian Kenaikan Kelas. Gilang merasa sangat senang karena hanya dia murid pintar di kelasnya. Raina adalah peraih juara dari tahun ke tahun,

Lailaha illallah

Oleh:
Alam terbentang luas, berbagai makhluk Allah berada di desa itu, mau hewan ataupun manusia. Seorang anak perempuan bernama Zahra, sedang berdo’a setelah shalat magrib. “Ya’Allah, berilah kesembuhan pada bapak

Musyawarah Untuk Mufakat

Oleh:
“Aku harus belajar untuk ujian nanti”, kata Andri. Seminggu lagi akan diadakan ujian, jadi Andri harus belajar giat. Teman-teman Andri banyak yang sudah mempersiapkan catatan kecil untuk menyontek. Lain

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *