Buah Manis Kesabaran

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 12 June 2014

Rintik-rintik suara hujan terdengar lebat. Seseorang berwajah muram duduk di teras rumah, Sebut saja dia Diva. Wajahnya yang muram rupanya diselimuti berbagai macam masalah. Pandangan nanar matanya tampak memberikan pesona yang menyedihkan. Sudah dua bulan ini Diva ingin membeli sepasang sepatu baru. Karena sepatu sebelumnya sudah berlubang dan hampir jebol.

“Diva kamu di mana!, Ibu mencarimu nak?”, Terdengar keras suara panggilan ibu Diva.
“Iya bu. Diva ada di teras.”. Jawab Diva.
Sontak ibu Diva segera pergi ke teras rumah untuk menemuinya. Di teras ibu Diva dengan seksama memperhatikan kondisi Diva yang tampak murung digeluti gelisah. Dan bergegas mengambil sikap.

“Nak, kenapa kamu terlihat sedih”, suara lirih dan lembut
“Enggak loh bu Diva nggak sedih”, balasnya dengan napas terengah-engah.
“Masa, Mari nak jangan bohong. Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi!”, Pinta ibu Diva.
“Diva ingin beli sepatu baru karena sepatu yang dulu sudah jebol”.
“Kasihan…” (di dalam hati) sambil menggelengkan kepala.
“Diva, ibu berjanji akan membelikan asalkan kamu berjanji pada ibu!”.
“Apa bu, cepat katakan!”, Diva dengan penuh semangat bertanya.
“Menabung dulu..!!”, dengan sedikit santai.

Diva tidak habis pikir kalau harus menabung. Padahal ia ingin cepat-cepat pakai sepatu baru. Ditambah uang sakunya hanya Rp. 2000. Yang biasanya ia habiskan untuk jajan. Dia sempat bingung memikirkan antara menabung dan jajan. Beli dengan tidak jadi beli. Pada akhirnya ia putuskan untuk membagi uang sakunya. 1000 untuk jajan sisanya ditabung. Meski dia sempat kikuk dengan keputusannya. Tetapi manakalanya harus dicoba terlebih dahulu.

Di waktu istirahat sekolah. Diva bersama kedua temannya. Andi dan Rifa berjalan menuju kantin. Sesampainya di kantin Diva seperti biasanya membeli jajan. Tak sempat berpikir akan keputusannya yang dibuat kemarin. Diva diingatkan oleh Rifa.

“Div kamu lupa?”, Tanya Rifa.
“Lupa apa.”.
“Lupa sama janjimu”.
“Menabung yoi…”.
“betul betul betul.”, Rifa meledek dengan gaya Upin-Ipinnya.

Seusai pulang sekolah Diva bergerak cepat menuju kamarnya. Dilihatnya sebuah celengan bebentuk katak berwarna hijau berada di meja belajarnya. Dia melihat-lihat bentuk celengan itu. Setengah terheran Diva bingung ini celengan siapa. Di hatinya berbicara mungkin celengan pemberian dari ibu. Segera ia merogoh sakunya dan didapatinya selembar uang seribuan. Lalu ia masukkan uang tersebut ke dalam celengan pemberian ibu itu.

Hari demi hari terus berlalu. Senin, selasa, rabu, sampai minggu. Terasa seperti dilaluinya dengan cepat. Seperti biasanya Diva melakukan rutinitasnya menabung. Biarpun ia ingin segera mendapatkan sepatu barunya. Dia harus bersabar dalam menggapai keinginannya.

Seseorang berperawakan tinggi sedang menaiki sepeda menuju rumah Diva. Sesampainya di sana orang tersebut mengetuk-ngetuk pintu. Setelah pintu rumah dibuka Diva kaget didapatinya orang tersebut sahabatnya andi. Tidak memakai lama Diva segera mempersilahkan masuk.

“Tumben ndi kamu main ke rumahku. Memangnya ada urusan apa?” tanya Diva sambil mempersilahkan sahabatnya berbicara.
“Yah seperti biasanya main lah. Ini ada titipan dari Rifa. Tadi dititipin sama aku untuk diberikan ke kamu.”, Andi mengambil sesuatu dari tasnya dan segera memberikannya kepada Diva.
“Boleh aku buka?”.
“Tentu saja boleh.”.
Waktu yang ditunggu-tunggu telah datang. Ketika dibuka kardus pemberian temannya itu. Terbelalak heran dilihatnya sepasang sepatu baru mengkilap. Apalagi merek Tom Kins. Merek yang sudah terkenal dengan harganya yang mahal. Rasa senang menghampiri benaknya. Ucapan terima kasih sesegera dia ucapkan.
“Terima kasih ya ndi!”.
“Ya sama-sama”.
“Jangan lupa bilang terima kasih sama rifa atas kejutannya.” .
“Oke dehh.. beress”.
Hati riuh sedang menggelayuti hatinya. Kesabaran yang Diva lakukan ternyata memberikan hikmah tersendiri baginya. Walaupun sesekali melakukannya tidak mudah. Nyatanya masih ada yang dapat melakukannya. Di balik pahit ada manis.
“(Semoga ini menjadi pelajaran bagiku.)”, Ucap acap Diva di dalam hati.

Tamat

Cerpen Karangan: Fairus Umar Faruq
Facebook: Fairus Umar Faruq ( Umar Cah Gadjo)

Cerpen Buah Manis Kesabaran merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Si Raja Usil

Oleh:
Namanya Gagah pratama. seperti namanya, badanya terlihat gagah, tinggi dan berisi. Namun teman temannya lebih suka menjuluki dengan sebutan Gagah si raja usil. Tak heran bila teman teman gagah

Pelangi

Oleh:
Hari ini, hujan sangat deras. Aku menunggu bus untuk pulang. Dengan temanku, Florence. Kami berdua menunggu bus dengan kedinginan. Florence, memecah keheningan di antara kami berdua. “Mossie, kamu tau

Piala Untuk Nara (Part 1)

Oleh:
Di suatu pagi terlihat dua kakak beradik sedang menyemir sepatu pelanggannya di dekat gerbang sekolah SD HARAPAN BANGSA. Mereka giat sekali bekerja di saat anak seumurannya masih harus bersekolah.

Hidup Si Lumut

Oleh:
Di sebuah halaman belakang, di sekolah yang kecil, terdapat sepetak paving dengan lumut di atasnya. Setiap istirahat tiba, selalu ada dua anak yang mengamati lumut tersebut. Anak yang pertama

Kamu Sangat Setia

Oleh:
“Hai Siska, lagi apa?” Lala menyapa Siska, sahabatnya ketika di kelas. Tapi Siska hanya tersenyum sejenak dan malah meninggalkan Lala menuju mejanya Bella lalu mereka berdua mengobrol. “Aneh” gumam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *