Jagoan Kok Cengeng

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 12 May 2013

Ciaaatttttt… dengan tampang masam dan melototkan mata Indra memperlihatkan jurus-jurus silat dihadapan teman-teman sekelasnya.
Ayoo… siapa yang berani lawan aku tantang Indra sambil meletakan kedua tangannya di atas pinggang, matanya masih saja melotot dan menatap tajam ke arah teman-teman yang sedang duduk rapi di hadapannya. Hampir semua teman-teman di kelasnya pada tertunduk ketakutan dan tidak berani menatap Indra yang sedang berdiri di depan kelas. Murid-murid SD di kelas 3A itu pun terdiam dan tidak berdaya. Begitulah tingkah Indra dua minggu belakangan ini kepada teman-teman di kelasnya. Semenjak ia di masukan ke peguruan bela diri oleh Ibu nya, Indra yang bertubuh besar itu selalu memamerkan kekuatan dan jurus-jurus yang ia dapatkan sewaktu latihan. Sekarang Indra menjadi anak yang sombong dan sok kuat di hadapan teman-temannya.

Tidak jarang Indra membuat anak-anak perempuan menangis ketakutan jika permintaannya tidak di turutin oleh mereka. Kadang dengan seenaknya Indra suka merebut bekal makanan anak-anak perempuan di kelas. Tingkah laku indra membuat teman-temannya geram dan akhirnya mereka pun mempunyai rencana untuk menantang Indra sepulang dari sekolah nanti.
“Apa yang harus kita lakukan, tubuh Indra besar sekali? Aku takut kata Kiki”.
“Kita keroyok saja sampai dia menyerah usul Vino”.
“Jangan Vin, pasti nanti Indra akan mengadu ke Bu Guru, lantas nanti kita bakalan kena hukuman di kelas jelas Arief”.
Sepulang sekolah diam-diam Kiki, Vino dan Arief mengikuti Indra dari belakang. Mereka pun masih bingung dan belum mempunyai rencana untuk membuat Indra jera dan tidak akan mengganggu teman-temannya lagi.
“Apakah kita akan mengikuti Indra sampai rumahnya Bisik Arief”.
“Aku juga tidak tahu, menurut kamu bagaimana Vin? Tanya Kiki”.
“Kita adukan saja perbuatan Indra selama ini kepada Ibu nya, pasti dia kena omelan sama orang tuanya usul Vino”.
Kiki dan Arief tersenyum sambil menganggukan kepala tanda mereka setuju dengan ide Vino.

Mereka bertiga pun berjalan pelan-pelan sambil mengumpat-ngumpat di belakang Indra. Tiba-tiba di pertigaan jalan ada seekor Anjing yang terlepas dari ikatan tali pemiliknya, Indra pun ketakutan setengah mati. Indra langsung lari tunggang langgang dan anjing itu pun mengejarnya. Indra berlari kencang tanpa di sadari ia pun tersandung sebuah ranting pohon lalu tubuhnya terperosok jatuh kedalam Got besar. Anjing yang berwarna coklat itu segera di ikat kembali oleh pemiliknya. Pemilik Anjing itu pun segera meminta maaf pada Indra. Mengetahui kejadian itu Arief, Vino dan Kiki tertawa terbahak-bahak melihat Indra yang sedang menangis ketakutan.
“Kenapa kalian ada di sini teriak Indra sambil menangis sesegukan”.
“Tadinya kami bertiga akan membuat kamu jera karena kelakuan kamu selama ini, tapi melihat kejadian ini sekarang sepertinya aku sudah puas… kata Arief sambil tertawa terbahak-bahak”.
“Awas… yaa kalian semua, besok di sekolah akan aku balas ancam Indra sambil berlari meninggalkan teman-temannya”.

Keesokan paginya Arief, kiki dan Vino menceritakan apa yang telah terjadi dengan Indra kemarin kepada teman-temannya. Teman-teman pun pada tertawa terbahak-bahak mendengarnya, sebagaian di antara mereka malah ada yang mensyukuri kejadian yang menimpa Indra. Sewaktu Indra masuk ke dalam kelas dengan tampang masamnya, teman-teman pun pada menyorakinya.
UUuuhhhhhhhh… sorak teman-temannya sambil tertawa terbahak-bahak.
“Huhhhhh… Jagoan kok cengeng…! teriak Arief sambil menjulurkan lidahnya”.
“Iyah… katanya pintar bela diri! Sama Anjing saja kok takut, sampai jatuh kedalam got lagi, terus menangis deh… ledek Wita anak perempuan yang suka di ganggu olehnya”.
“Mangkanya jadi anak jangan sombong… Kata Vino”.
Indra terdiam membisu, kepalanya tertunduk ia malu dengan teman-teman di kelas yang hampir semua meledeki dan menertawakannya.

Keesokan harinya Indra tidak masuk sekolah, teman-teman di kelas pun merasa senang dan bebas tampak kehadirannya karena tidak akan ada yang mengganggu mereka lagi terutama anak-anak perempuan. Tiga hari sudah berlalu tetapi Indra masih saja tidak masuk sekolah, teman-teman sekarang pun mulai bertanya-tanya dan mulai merasa kehilangan seorang anak yang suka menganggu mereka.
“Jangan-jangan Indra sakit kata Wita”.
“Tadi aku melihat Ibu nya Indra berada di ruang Guru sewaktu jam istirahat jawab Arief”.
“Ada apa yaa dengan Indra sekarang kata Vino yang sedikit agak khawatir”.
Tidak lama kemudian Bu Guru masuk kedalam kelas. Bu Guru menceritakan mengapa Indra tidak mau masuk sekolah. Ternyata Indra malu atas sikapnya selama ini kepada mereka, tampak berpikir panjang Arief dan teman-temannya sepakat untuk datang menjenguk Indra sehabis pulang dari sekolah nanti.

Indra tersipu malu ketika melihat teman-temannya datang ke rumah dan mengajak ia untuk masuk sekolah kembali. Lalu Indra meminta maaf kepada teman-temannya atas perbuatannya selama ini.
“Kami tidak marah sama kamu kok, asal kamu mau berjanji untuk tidak mengganggu kami lagi ujar Vino”.
“Iyah… terutama anak-anak perempuan kata Wita sambil tersenyum”.
Indra berjanji lalu ia tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Tidak lama kemudian mereka tertawa bersama sambil menikmati sirup dan kue bolu yang di sediakan oleh Ibu nya Indra. Semenjak itu Indra menjadi anak yang baik dan jadi pelindung anak-anak perempuan di kelasnya. Ia pun tidak pernah bertampang masam dan melototkan matanya lagi untuk mentakut-takuti teman-temannya.

Cerpen Karangan: Ayu Soesman
Facebook: Hikari_gemintang@yahoo.com
Hi… ini cerpen anak yg ke empat yg aku tulis, ceritanya sangat sederhana tetapi mudah2an kita bisa dapat belajar dari cerita ini hehehehehe, selamat membaca smoga teman2 menyukainya 😀

Cerpen Jagoan Kok Cengeng merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Emily dan 7 Berlian Ungu

Oleh:
Sudah 4 hari Holly dan kedua adiknya, Lizzie dan Bishop berlibur di rumah paman Aldwin di kota JuemprTown. Kota itu terletak di ujung Provinsi Houldshiz. Mereka berlibur disana karena

Salahku Memendam

Oleh:
Malam itu, Radit si pemuda tampan dan lugu sedang duduk termangu di kursi meja belajar di kamarnya dengan memainkan sebuah pensil yang usai ia gunakan untuk melukis sebuah wajah

Menanti Sahabat

Oleh:
Namaku Anggie, umurku 12 tahun, sekitar 2 bulan lagi aku akan menjalani suatu ujian kelas 6 Sekolah Dasar untuk menentukan kelulusan. Aku berharap lulus, dengan nilai ujianku yang memuaskan,

Penyesalan

Oleh:
Harry seorang Laki-laki yang bisa dibilang waktu SMA sangatlah kelam karena cara pergaulannya yang salah dia Minum-minum dan sebagainya tapi dia berkomitmen untuk tidak menyentuh nark*ba Setelah lulus SMA

Terlambat

Oleh:
Buru-buru aku menarik trolley bagku, tas selempang besarku ternyata mengganggu langkah kakiku. Suasana ribut dan penuh sesak. Aku menghela nafas panjang, mencoba mencari udara segar. “Mama, Vio haus…,” Tangan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *