Jangan Meremehkan Orang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 5 May 2016

Arshifa sekarang sedang kesal karena bu Resty -wali kelas- memasangkannya dengan Selina dalam suatu proyek. Ia pun mengeluh kepada Bundanya.
“Bunda, aku tidak mau berpasangan dengan Selina saat mengerjakan proyek nanti,” keluh Arshifa.
“Arshifa sayang, kamu tidak boleh menganggap remeh Selina. Ya… Meskipun dia tidak sekaya kita,” jawab Bunda.
“Yang menjadi masalah adalah, dalam mengerjakan proyek sekolah sebelumnya, aku dipasangkan dengan Selina dan proyek itu gagal total!” ucap Arshifa berteriak.
“Mungkin saja proyek kali ini berhasil.” jawaban Bunda membuat Arshifa mendengus kesal.

Keesokan harinya di sekolah. Sekarang adalah waktu istirahat.
“Selina, nanti sore kamu ke rumahku ya untuk mengerjakan proyek itu,” ajak Arshifa.
“Baiklah.” jawab Selina.

Sore pun tiba.
“Silahkan masuk, Selina,” ucap Arshifa mempersilahkan Selina saat melihat Selina sampai di depan rumah besarnya.
“Terima kasih, Arshifa. Oh iya, aku bawakan cokelat untukmu,” jawab Selina. Arshifa merasa sedikit malu, ia pikir Selina itu sangat sederhana hingga tidak dapat membawa buah tangan. Namun, itu semua salah. Mereka pun ke kamar Arshifa untuk mengerjakan proyek itu.

“Arshifa, aku membawa alat tulisku ini. Kalau memakai ini, semua yang kamu tulis akan bagus,” terang Selina. Arshifa malu. Ternyata alat tulis itu sangat bagus, dan memang benar, tulisan Arshifa sangat bagus daripada tulisan biasanya. “Waw, bagus sekali. Tapi, mengapa kau tidak pernah membawa ini ke sekolah?” Tanya Arshifa.
“Aku tidak pernah membawanya, karena aku takut hilang. Kalau sudah hilang aku harus membelinya lagi. Sementara uangku sangat terbatas.” jawab Selina. Arshifa yang mendengarnya pun merasa sangat kasihan. Akhirnya proyek mereka pun selesai.

“Yaaaa… Hari mulai gelap, bagaimana aku akan pulang?” Ucap Selina panik.
“Tidurlah di rumahku, besok baru kamu pulang, bukankah besok hari Minggu?”
“Tapi aku takut merepotkanmu,”
“Ah… Tidak apa.”

Hari itu Selina pun tidur bersama Arshifa. Selina sudah tidur. Arshifa masih memikirkan hal tadi.
“Apa aku meremehkan Selina?” Batin Arshifa. “Aku berjanji, aku tidak akan meremehkan Selina lagi.” tambahnya lagi. Setelah itu, ia pun tidur. Semenjak hari itu, Arshifa tidak meremehkan Selina lagi.

Cerpen Karangan: Nisrina Kamiliya

Cerpen Jangan Meremehkan Orang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kuda Yang Berani

Oleh:
Terdengar suara tangisan dari dalam hutan, kuda berlari kesana-kemari mencari arah suara itu, akhirnya ia melihat seekor Rusa yang sedang menangis tersedu-sedu. Lalu kuda pun menghampirinya. “Kenapa kau menangis

Akibat Jajan Sembarangan

Oleh:
Sudah dua hari ini Imah tidak berangkat ke sekolah, padahal dia itu anak yang rajin dan sebelumnya tak pernah begini sehingga aku beserta Ana dan Afga berencana mengunjunginya usai

Terimakasih Sahabatku

Oleh:
“Nasyaaaa!!!” suara itu setiap hari selalu terdengar di depan rumah. Yup! Itu adalah suara Sasa. Sasa dan Nasya adalah sahabat. Rumah mereka berdekatan, jadi setiap hari selalu berangkat dan

Pensil Ajaib

Oleh:
Siang hari yang cerah Rara sedang membaca buku di kasurnya, tetapi tiba tiba saja ia mengingat sesuatu. “oh ya kan ada pr bahasa inggris.” katanya sambil beranjak menunju meja

Ramalan Bintang

Oleh:
Hazel sedang memainkan piano miliknya sambil sesekali meneguk jus blueberry dan memakan fettucini carbonara yang ia beli tadi pagi. Sekarang sudah menjelang sore, Hazel belum beranjak dari piano. Padahal,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *