Menjelang Hari Raya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 7 April 2020

Besok adalah hari terakhir bulan suci Ramadhan, dan malam ini adalah malam terakhir untuk shalat tarawih, Kira dan kakaknya Oliv sedang bersiap-siap pergi ke masjid untuk shalat tarawih.

“kak, ayo dong.. lama banget sih, pake mukenahnya!” tukas Kira kesal sambil menghentak hentakkan kakinya, “oke.. aku sudah siap nih..” jawab Oliv sambil berlari kecil keluar kamar, “ayo anak-anak! Sudah hampir adzan lho!” ayah mengingatkan, Kira dan Oliv hanya mengangguk lalu berlari keluar dengan wajah khawatir.

Ayah, Rendy, Kira, dan Oliv selalu tarawih di masjid setiap malam, sedangkan bunda dan Kavya tarawih di rumah, Kavya adalah kakak dari Oliv dan Kira, sedangakan Rendy adalah anak lelaki tertua.

“kak Rendy, bisa naik motor sendiri kan?” tanya Kira, “iya Kira…” jawab Rendy seraya naik ke atas motor Vespa biru kesayangannya, sedangkan Kira dan Oliv naik ke atas motor ayah, “ayo, kita akan berangkat berdo’a dulu ya!” sahut ayah, Kira dan Oliv lalu melafadzkan do’a naik kendaraan yang telah mereka hafal.

Sesampai di masjid, ayah segera memarkirkan motornya begitu juga dengan Rendy, Kira dan Oliv turun dari motor dan segera masuk ke dalam masjid lewat pintu khusus wanita, sedangkan ayah dan Rendy masuk lewat pintu khusus pria.

“kak, untung saja kita tidak terlambat ya!” seru Kira gembira, “iya, Alhamdulillah…” balas Oliv yang juga senang, setelah beberapa menit akhirnya shalat tarawih pun dapat dilaksanakan dengan khusyuk dan syahdu.

Setelah shalat tarawih selesai dan diakhiri dengan shalat witir, Kira dan Oliv saling bersalaman, mereka juga sempat bersalaman dengan ibu ibu yang duduk tak jauh dari mereka, “ayo Kira kita segera keluar!” ajak Oliv, “baik kak,” balas Kira. Mereka lalu berjalan keluar dengan santai.

“eh.. ayah ada dimana ya?” tanya Kira, “disana! Di samping gerbang itu!” tutur Oliv sambil menunjuk ke arah gerbang biru yang terbuka lebar.

Setelah menemukan ayah mereka semua lalu pulang ke rumah dan segera beristirahat agar besok bisa bangun pagi-pagi di sahur terakhir mereka. Semuanya pergi ke kamar masing-masing.

Di kamarnya Oliv mendapat pesan dari teman kelasnya Fatma,

Fatma: Oliv, kamu udh tidur?
Oliv: blm,
Fatma: oh… udh selesai tarawih?
Oliv: iya.. baru aja pulang dari masjid, nih!
Fatma: klo gitu.. minal aidin walfa idzin yah!?
Oliv: lebaran aja belum, kok udh ngucapin duluan?
Fatma: ya gak papa lah… soalanya klo ngucapinnya pas lebaran kayaknya aku ga bisa terlalu sibuk sama keluarga dan kerabat kan sekarang aku mudiknya ke Bogor…
Oliv: yaudah, klo gitu sama deh.. maafin aku atas kesalahan yang disengaja maupun tidak yah! 😉
Fatma: iya, hehehe…

Oliv: mmm.. kamu baju lebarannya ada brp?
Fatma: ada empat 🙂
Oliv: wuih.. banyak banget, klo aku cuma punya dua tau!
Fatma: hihihi…
Oliv: yaudah deh, aku dah ngantuk nih bsk lagi aja, bye..
Fatma: ok, yaudah deh… bye 🙁

Setelah selesai membalas pesan dari Fatma, Oliv langsung membenamkan wajahnya di balik selimut yang lembut dan hangat.

Cerpen Karangan: Baiq Dhia Fatin Adilah

Cerpen Menjelang Hari Raya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Squishy Bisa Ngomong

Oleh:
Suatu hari alya menemukan squishy di depan rumahnya, kemudian ia mengambilnya dan ia langsung memasukannya ke kamar. “alya” panggil mamanya “iya mah.” saut alya, ia pun langsung berjalan dan

Liburan Ke Telaga Sarangan

Oleh:
“Huft! mana sih Yuvita?!” gumam Savila seraya menatap jam tangan yang melingkar pergelangan tangannya. Savila Finsya Zalita dan Yuvita Naifah Rafsya adalah sepasang sahabat. Mereka tinggal di dusun Banyumeneng,

Tasya and Nita

Oleh:
Tasya dan Nita sudah bersahabat sejak kecil. Mereka berdua selalu bersama disaat senang maupun susah. Bahkan, mereka sering berlibur bersama. Suatu hari, ada anak baru di sekolah mereka, namanya

Dunia Lain

Oleh:
Namaku dicky, aku hanya seorang bocah yang sangat pemalas, tapi kehidupan malasku akan berakhir, karena aku sedang sekarat. Aku dengan malas berjalan keluar rumah, karena desakan ibuku. “Jangan di

Jangan Pernah Bosan Berbuat Baik

Oleh:
Pada suatu hari hiduplah seorang anak bersama ibunya di sebuah gubuk kecil yang sudah usang di sebuah desa. Suatu ketika dia sedang jalan-jalan di desa tersebut tiba-tiba melihat seorang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *