Mencintai Kehilangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 16 October 2017

Pagi itu hujan sangat deras, aku memaksakan diri untuk pergi ke kampus karena hari ini ada jam kuliahku. Aku segera bergegas ke luar untuk mencari taksi.

Setibanya di kampus, ada seorang Dosen yang baru menurutku dia tampan katanya dia mengajar bahasa Korea, kebetulan aku sedang mengambil jurusan bahasa korea. Ketika aku masuk kelas aku tidak melihat bahwa di meja itu ada pak Dosen, aku meengucapkan salam kepada semuanya. Setelah itu aku duduk di kursi, ketika aku melihat ke depan ternyata Dosen itu adalah seseorang yang aku kagumi sejak tadi pagi, dia itu sangat tampan tapi jangan terlalu berharap untuk bisa memiliki dia.

Ketika aku ke luar kelas, aku tak sengaja bertabrakan denganya “Aduh maaf ya pak Dosen gak sengaja, maaf banget soalnya buru-buru nih” jawab pak Dosen “Iya de gak apa-apa kok, santai aja de, lain kali hati-hati ya” “Iya pak siap” jawabku. Dari situlah aku mengenal dia dan sampai sekarang kami masih begitu akrab, sampai-sampai dia yang selalu temaniku dikala susah senang begitu pun sedih. Satu hal yang aku tak percaya darinya ternyata dia mencintaiku karena Allah, aku senang mendengarnya dan sekarang kami berdua mungkin pacaran.

Hari demi hari, kami menjalaninya dengan sangat baik. “Hai dea? kata pak Dosen kamu ditungguin tuh di taman” kata noura temanku “Oh iya ra makasih ya infonya”. Sesampainya di sana pak Dosen bilang katanya malam ini kamu harus anterin aku pergi ke stasiun kereta api, hmm pak Dosen mau ke mana ya? kok tumben malam-malam dia ngajakin aku pergi ke stasiun, hmm ya udah deh gak apa-apa tetap positif.

Malam pun tiba, aku sudah siap-siap untuk pergi ke sana. Ketika sampai, aku melihat pak Dosen membawa tas dan koper, hmm mungkin dia mau pulang ke rumah ibunya. Aku mendekati pak Dosen, dia berkata seperti ini kepadaku.
“Assalamu’alaikum Dea, akhirnya kamu datang juga malam ini, maafkan aku karena tidak bicara sebelumnya. Aku sempat berpikir untuk memilihku menjadi pendamping hidupku. Sampai saat ini, keyakinan itu tumbuh dan membesar dalam hati. Tapi kalanya keyakinan tak sesuai dengan kenyataan atau memang waktu yang menunggu untuk membuktikan. Masih ada impian yang besar yang harus aku kejar, tak perlu ada ikatan apa pun antara kita. Kita tak perlu saling menunggu, kita hanya perlu belajar untuk saling melepaskan dan menerima ketentuannya”. Aku terjatuh dan tak bisa apa-apa hanya air mata yang terus menetes, dia pergi meninggalkanku dan aku harus kuat, sabar, tabah dan belajar untuk menerimanya.

Setelah kejadian itu 2 minggu aku tidak masuk kampus tapi aku berpikir aku harus mengikhlaskannya. Mungkin aku terlalu berharap kepada manusia sehingga aku lupa berharap kepada Allah, mungkin ini adalah sebuah pelajaran untukku.

Singkat cerita akhirnya aku lulus kuliah. Ketika aku pulang ke rumah, aku langsung memberitahukan kepada ibuku bahwa aku telah lulus kuliah. Ibu sangat senang mendengarnya begitu juga ayahku.

Malam ini sangat sunyi karena diriku ini mungkin sedang singlelillah, menanti jodohku.
Tok. Tok. Tok… “De keluar ada seseorang diruang tamu nungguin kamu, cepat de” kata ibuku “Iya ibu tunggu sebentar” jawabku.

Sesampainya di ruang tamu, ternyata ada seorang laki-laki yang aku tak kenal. Di ruang tamu itu terdapat Ibu, Ayah, dan Keluarganya dia, aku bingung hmm mau apa ya mereka datang ke sini kata hatiku. Ketika dia ingin memulai pembicaraan, ternyata dia adalah pak Dosen, ya Allah ada apa ini? kata hatiku. Pak Dosen itu berbicara sambil mengeluarkan sesuatu yang entah itu apa. Pak Dosen itu berkata. “Sebenarnya saya ingin menyampaikan ini sejak lama. Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat, dengan niat karena allah ingin melaksanakan sunnah Rasulullah. Saya datang ke sini bermaksud untuk meminang Dea, putri yang sangat bapa sayangi untuk menjadi Istri saya” “Bagaimana Dea apakah kau akan menerima lamaran ini?” kata ayahku. Aku menundukkan kepalaku sebagai tanda iya. Setelah itu pun kami berdua menikah dan hidup bahagia.

Selesai…

Cinta tak pernah datang
terlambat. Ia mempertemukan
yang pantas di pertemukan,
dan menyatukan yang pantas
dipersatukan.
sesuai skenarionya Allah.

Cerpen Karangan: Lis Nurlayila
Facebook: Lis Nurlayila

Cerpen Mencintai Kehilangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ikhlas Dalam Duka

Oleh:
Sudah tiga hari ini aku menjalani hidup dengan dan tanpa penuh gairah hidup sedikit pun, makan, minum, bahkan kuliahku pun tak ada yang benar. Sebelum kejadian pada hari minggu

Rahasia Apa?

Oleh:
“Assalamu’alaikum, perkenalkan nama saya Zahra Aswa, murid pindahan dari SMP N 1 Jakarta, semoga kalian semua dapat membantu saya dalam belajar dan beradaptasi di Sekolah ini, terimakasih Wassalamu’alikum” ucapku

Ku Bawa Cinta Sampai Ke Surga

Oleh:
Cinta memang selalu menjadi sesuatu yang bisa saja menggusarkan hati seseorang yang biasanya tenang. Bisa saja membuat kita yang biasa merasa istimewa. Bisa juga biasa-biasa saja. Semua itu tergantung

Kalau Jodoh, Mau Ke Mana?

Oleh:
Aku kembali mnyeruput tehku, lalu meletakkannya krmbali ke meja belajar. Kubalikkan lagi lembaran lembaran novel yang ada di tangan. Tiba di bab pengenalan sosok pemeran utama laki laki yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Mencintai Kehilangan”

  1. Riyan says:

    Bagus kak cerpen nya

  2. Tiffani says:

    Ini seperti cerita trilogi cinta positif, kata kata pak dosennya juga sama seperti yg dikatakan kak anandito di trilogi cinta positif itu, dan judul cerpen ini sama judulnya lagu yang dinyanyikan kak anandito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *