Shortage is Love (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 August 2017

“Ayo cepat bangun ini hari pertamamu di sekolah barumu, kamu tidak boleh terlambat di hari pertamamu”.
“Iya ma ini aku udah bangun” Jawab Vino dengan mata tertutup.
“Kalo kamu tetap tidak bangun si Ana akan mama buat soup” Teriak mama.
“Jangan ma!!! Ini aku udah bangun” Jawab Vino.

Vino langsung bangun dan bersiap siap untuk pergi kesekolah barunya. Vino sering berpindah pindah sekolah bukan karena dia anak yang bandel tapi dikarenakan pekerjaan orangtuanya yang berpindah pindah tempat. Vino merupakan anak yang patuh terhadap orangtuanya apalagi terhadap ibunya. Jika ibunya sudah melarangnya melakukan sesuatu dia pasti tidak akan melakukannya. Vino memiliki 4 saudara dan Vino merupakan anak ketiga. Semua saudara Vino adalah perempuan jadi Vino adalah satu satunya anak laki laki di sana. Vino sangat ahli dalam bela diri, Vino belajar bela diri dari kakeknya karena ia merupakan satu satunya cucu laki laki jadi kakeknya menurunkan ilmunya kepada Vino.

Sesampainya di sekolah Vino langsung mengikuti bu guru ke kelas barunya.
“Assalamualaikum anak anak” ucap bu guru sambil masuk kekelas
“Waalaikusalam bu Ermi” Jawab anak anak serempak
“Anak anak ini ada murid baru, ia baru pindah kesini jadi tolonglah bantu dia dalam beradaptasi”
“Baik bu Ermi”
“Tapi bu itu anak baru kok diem aja kayak patung” Ucap Andre
“Silahkan perkenalkan dirimu Vino kepada teman barumu”

Setelah selesai berkenalan bu Ermi langsung mempersilahkan Vino duduk. “Beruntung banget anak baru itu ya” kata anak di belakang Vino. “Maksudnya beruntung gimana” Jawab Vino sambil menengok ke belakang.
“Oh hi namaku Udin dan ini teman sebangkuku namanya Yuda” ucap Udin sambl tersenyum.
“Hi salam kenal ya semoga kamu betah di sini” Sambung Yuda.
“Oh iya salam kenal juga, tadi kalian bilang kalo aku beruntung maksudnya?” Tanya Vino.
“Jadi gini teman sebangkumu adalah murid paling populer di sekolah” Kata Udin.
“Kenapa dia populer?” kata Vino.
“Tunggu dulu aku kan belum selesai cerita kamu nyamber aja kayak bensin”.
“Oh maaf”.
“Dia populer karena dia murid yang pintar, cantik, ketua osis lagi”.
“Yak betul tapi sayangnya dia agak sombong” sambung Yuda.
“Kalo boleh tau namanya siapa ya? ucap Vino dengan wajah penasaran.
“Namanya adalah Vina” ucap Udin.
“Hah Vina!!!” Ucap Vino dengan wajah kaget.
“Kenapa kamu kaget? apa kamu sudah kenal sama Vina?” kata Yuda.
“Hei ayo jangan bicara sendiri sekarang waktunya belajar bukan bukan waktunya bicara” Teriak bu Ermi. “Apakah dia adalah Vina yang kumaksud? Tapi ke mana dia sekarang? Apa dia sedang sibuk karena dia ketua osis” ucap Vino dalam hati.

Vino masih penasaran dengan orang yang bernama Vina. Sehingga setelah pelajaran berakhir Vino bertanya pada Udin dan Yuda lagi.
“Hei ngomong ngomong Vina ke mana?”
“oo Vina dia lagi ikut lomba fisika jadinya dia gak masuk hari ini” kata Udin.
“Iya Padahal lombanya sampai jam 10.30 tapi udah boleh pulang enak banget” kata Yuda
“Enak dari mananya sih dia kan ikut lomba Fisika, fisika kan pelajaran paling sulit dan paling tidak berguna di dunia” Sambung Vino.
“Hahahaha benar juga tuh, Udah ada Spidometer tapi kecepatan mobil masih dihitung” kata Yuda.
“Iya jadi gak berguna deh spidometernya hahahaha” kata Udin sambil tertawa.
“Tapi kalo ke Vina fisika adalah pelajaran yang sangat mudah”.
“Iya benar tuh Din” kata Yuda.

Kriingg, bel sekolah pun berbunyi. Karena guru matematika tidak masuk jadinya mereka disuruh belajar sendiri. Anak anak pun gembira akan tetapi kegembiraan mereka hanyalah sesaat karena rupanya ada tugas yang harus dikerjakan.
“Hei yang sudah kasih ke gua ya, dimohon kesolidaritasnya kawan” kata Andre.
“Sayang gak ada Vina ya kalo ada kan enak pasti cepat selesai ini tugas” kata Bayu.

“Hei Vino sambung lagi ngobrolnya yuk” kata Udin dari belakang.
“Kan disuruh ngerjain tugas Matematika Din” jawab Vino.
“Kerjain di rumah aja, lagian tugasnya kan dikumpulin pertemuan berikutnya” Sambung Yuda.
“Benar juga sih, ya udah ayo sambung yang tadi”
“Sekarang kita ngobrol apa lagi ya?” kata Udin.
“Oo ya aku mau tanya si Vina itu wajahnya gimana sih?” tanya Vino.
“gue mau nunjukin wajah Vina ke lo tapi sayang hp gue gak ada baterainya” kata Udin
“Hp gue juga gak ada baterainya” sambung Yuda.
“Ya udah deh deskripsikan aja si Vina itu gimana?”
“Vina itu kulitnya putih wajahnya imut dan lagi dia punya lesung pipi yang ngebuat dia jadi tambah cantik” kata Udin.
“Apalagi kalo dia senyum, wah bikin hati setiap laki laki meleleh” sambung Yuda.
“Ah lebay banget sih lo Yud” kata Vino sambil tertawa.
“Lo gak pernah ketemu dia sih, kalo lo ketemu dia pasti loh bakalan bilang kayak gitu juga”
“Betul tuh apa kata Yuda”
“Udah sambung besok lagi ngobrol serunya udah mau pulang nih” kata Vino.
“Oh iya jangan lupa kalau besok itu jadwal kamu piket di sekolah Vin” kata Udin
“Oh iya thanks udang ngingetin gue”

Akhirnya jam sekolah berakhir dan mereka pun pulang ke rumah masing masing. Di rumah Vino penasaran apakah orang yang bernama Vina itu. Sambil memberi makan si Ana, Vino terus berpikir tentang orang yang bernama Vina tadi. Ana adalah nama hewan peliharan Vino, Ana adalah seekor kura kura. “Gue lupa lagi gak nanya nama panjangnya Vina, kenapa gue seyakin ini kalau Vina itu adalah..” ucap Vino dalam hati. “Vino… Vino ayo makan dulu terus belajar” teriak mama dari dapur.
“Iya ma Vino ke sana”. Vino langsung menuju dapur dan makan malam, setelah itu dia langsung menuju kamarnya untuk belajar. Akan tetapi di dalam kamar ia masih penasaran dengan orang yang bernama Vina.

Keesokan harinya Vino berangakat ke sekolah lebih pagi karena hari ini adalah jadwal piketnya. Tapi sepertinya dia berangkat terlalu pagi karena tak ada satu orang pun di sekolah hanya ada penjaga sekolah.
“Wah pagi sekali berangkat sekolah, belum ngerjakan pr yah? Hahaha” kata penjaga sekolah.
“Nggak kok pak saya mau piket” kata Vino.
“ini terlalu pagi, lagian kan sekarang masuknya jam 7.30”
“Loh kenapa jam 7.30 pak?” Tanya Vino.
“Emang kamu gak tau kalo ada guru yang meninggal jadinya para guru melayat kesana dan jam masuk diundur ke jam 7.30” jawab pak satpam
“Ya sudahlah pak lebih baik kepagiankan daripada kesiangan, ya permisi dulu ya pak”

Vino langsung menuju ke kelas dan benar saja tidak ada orang di dalam. Vino merasa kesal kenapa si Udin dan Yuda gak ngasih tau kalau masuknya diundur.
“Adduh gue kesal, tau gini gue sarapan dulu sekarang aku di kelas sendirian dan kelaparan, aduh malangnya nasibku” kata Yuda dengan wajah kesal. “Ya udah deh daripada ngeluh gue piket aja, kalo ngeluh gak akan ngubah apa apa juga” kata Vino. Vino akhirnya mulai piket dan saat Vino ingin membuang sampah keluar dia bertemu dengan seseorang.

“Oh permisi gue mau buang sampah” kata Vino sambil membawa keranjang sampah.
“Oh ya silahkan kamu murid baru ya?” Kata orang tersebut sambil melihat ke Vino.
“Iya aku baru masuk kemarin, dan kamu siapa?” Kata Vino sambil melihat kearahnya.
Sesaat mereka terpaku tanpa ada kata kata yang bisa diucapkan. Mereka saling bertatapan satu sama lain seakan akan ada gaya tarik menarik yang membuat mereka diam.
“Vino kamu masih ingat sama aku kan?” kata orang tersebut.
“Hah kamu tau namaku, kayaknya kamu salah orang deh aku kan murid baru pasti yang kamu maksud itu orang lain” kata Vino. “Tapi wajahnya mirip seperti dia, apakah mungkin orang tersebut adalah dia, ah tidak mungkin orang tersebut berbeda dengan dia” ucap Vino dalam hati.
“Ini aku Vino, temanmu dulu Vina maksud aku Ana” kata Vina.
“Apa Ana?” kata Vino dengan wajah kaget.

Bersambung….

Siapakah Ana dan mengapa dia mengenal Vino?. Apakah hubungan mereka berdua?, dan bagaimanakah kisah selanjutnya.
NB : Ok cerpen kali ini aku buat bersambung karena beberapa alasan.
1) kalo jadi satu bakal kepanjangan.
2) Kalo di pendekin ceritanya gak akan seru.
3) Karena gue pengen coba buat cerpen berseri.
Ok sekian dulu update cerpen kali ini semoga bisa menghibur dan jangan lupa untuk berikan kritik dan saran kalian di bawah ya.

Cerpen Karangan: Alvin Maulana Shobari
Blog: alpinsil.blogspot.com
Alvin Maulana Shobari asal Sumenep, Madura.

Cerpen Shortage is Love (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tak Berbalas

Oleh:
Pagi yang cerah. Matahari pun mulai menampakkan wajahnya, memberikan senyuman seolah telah siaga untuk menyinari dunia ini. Begitu pun denganku, ku kibaskan selimutku dan segera ku rapikan kamar kostku

Budaya Yang Terhina

Oleh:
Saat itu sang surya masih sanggup memancarkan sinarnya dari ufuk timur, Sekar adalah remaja yang berasal dari Palembang. Sekar adalah remaja yang cerdas, baik, rajin, telaten, cantik, dan juga

Pergi

Oleh:
Entah berapa lama aku harus tinggal dalam kesepian yang begitu sangat menggangguku, apa yang sebaiknya aku perbuat dengan segala situasi yang sangat tidak menentu ini? Mencoba melihat sekeliling dan

Sisi Lain Dari Sebuah Cerita

Oleh:
“Mbak dian.. cepetan bangun. Kamu gak sekolah? Udah jam berapa ini?!” Teriakan itu sukses menghancurkan mimpi indahku. Padahal aku baru saja bertemu Shawn mendes di mimpiku, tapi seolah tiba-tiba

Terselip Cinta di Bumi Perkemahan

Oleh:
Sinar mentari memeluk lembut tubuh ini, menghangatkanku dari dinginnya setetes embun pagi ini. Sebuah bus telah melaju membawaku menuju ke suatu tempat. Berhenti. Kini aku berada di sebuah taman

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Shortage is Love (Part 1)”

  1. Maria says:

    Bagus… Aku suka
    Di lanjut ya… part 2 nya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *