Antara Narko dan Maryam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 1 August 2014

Aku adalah seorang murid yang sering membuat masalah di sekolah. sering kali aku bolos sekolah, teman teman memanggilku narko.

Pagi ini sangat cerah, langit begitu indah, dan matahari yang menyinari bumi, aku pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor. Di perjalanan menuju sekolah aku melihat seorang perempuan dengan seragam yang sama. sepertinya ia sedang menunggu sesuatu. aku memutuskan untuk berhenti di depannya.
“eh. kamu yam!” dia adalah temanku
“eh kamu. kamu mau bolos ya”
“gak kok. mau bareng gak?” ucapku sambil mengajak maryam pergi sekolah bareng denganku
“gak usah, aku bisa sendiri kok”
“yakin? di depan macet loh, sekarang hampir jam 7 emang gak takut telat dan di hukum?” ucapku
“iya deh aku bareng kamu”
“nah. Dari tadi kek”
“tapi gak apa apa nih?”
“gak apa apa lah”

Setibanya di sekolah. aku berhenti di depan gerbang sekolah dan maryam turun dari motorku. kemudian aku memarkirkan motorku. aku berjalan menuju kelas setibanya di kelas. aku selalu melihat maryam dari kaca jendela rambut panjang yang lurus terurai rapih membuatku terdiam di pintu kelas
“WWOOYYY. diem aja lu.” teriak Anda dengan menepuk bahuku
“ah lu nda. bikin kaget aje”
“serius banget ngeliatin si iyam iya kan.” tanya anda
“sok tau lu udah kaya tukang matrial”
“jujur aja. gue gak bisa dibohongin. lu suka kan sama iyam? jujur aja”
“emm.” ucapku sambil menggaruk kepala

Kring.. kring bel berbunyi bertanda pelajaran akan dimulai. Bu guru masuk ke dalam kelas
“selamat pagi anak-anak.” salam bu yeti guru bahasa indonesia
“selamat pagi bu.” jawab seluruh murid di kelas
“baik. Sekarang kita akan mempelajari laporan. Apa itu laporan?”
“laporan lebih menekankan pada pengelompokan berbagai hal ke dalam jenis jenis sesuai dengan ciri ciri setiap jenis pada umumnya”
“benar laporan adalah…” bu guru menjelaskan. tak terasa 2 jam telah berlalu

kring.. Kring bel berbunyi bertanda belajar hari ini selesai
“maryam pulang bareng ya?”
“kayanya gak deh. aku ada pelajaran tambahan hari ini kamu duluan aja. kalau mau kamu jemput aku aja kalau udah selesai.”
“aku tunggu aja. kalau bulak balik cape”
“terserah kamu aja. maaf membuatmu repot.” ucap maryam sambil memegang lenganku
“kayanya gak bisa diganggu nih.” kata anda
“ya udah yam aku tunggu di luar ya. di sini banyak setan. sampai nanti.” ucap narko dengan senyum
“iya. sampai nanti.” jawab maryam dengan membalas senyum narko

Aku berjalan menuju kantin sekolah. anda dan teman teman ku menyusul dari belakang. Di satu meja kita tertawa dan mengobrol tentang pelajaran hari ini, waktu terus berlalu hingga yang tersisa di kantin hanya ku seorang tak lama setelah teman temanku pulang maryam berjalan ke arahku
“eh. udah selesai iyam?” tanyaku
“udah. maaf ya kamu jadi nunggunya lama”
“gak kok. kalau lagi nunggu kamu gak akan kerasa lama.”
“ya udah kita pulang yuk.”
“kamu tunggu disini ya aku mau ngambil motor di parkiran”
“oke bos.” ucap maryam senyum

Selama di perjalanan aku dan maryam ngobrol tentang kesukaan masing masing ternyata maryam mempunyai kesukaan yang sama denganku yaitu tempat “BERSEJARAH”. aku mengendarai motor menuju rumah maryam dan aku menghentikan motorku di depan rumahnya
“mau mampir dulu gak ko?” tanya maryam
“gak usah yam. aku langsung pulang aja”
“ya udah. makasih ya ko.” ucap maryam sambil senyum kepadaku.
“sama sama ìyam. senyumnya jangan lama lama nanti ada yang nyuri senyum kamu. nanti kalau udah dicuri gak bisa ngeliat senyum cantik kamu.”
“kamu ini, ada ada aja.” maryam sambil memukul bahuku
“hehe. aku pamit ya.”
“iya. hati-hati di jalan yah.”
“iya. kamu juga hati hati juga ya di jalan”.
“hati hati gimana. tinggal buka pintu udah sampe”.
“hehe”
Aku tinggalkan rumah maryam dan akan menuju rumahku

Sekarang telah memasuki bulan desember. UTS sebentar lagi. 1 bulan kemudian hasil uts diberikan. maryam membuatku lebih semangat sehingga nilaiku tak begitu jelek. Aku masih belum mengatakan isi hati aku pada maryam. aku berfikir kalau maryam memiliki perasaan yang sama padaku, dari cara dia menatapku dan mengingatkanku untuk belajar. dulu aku sering bolos sekölah tapi sekarang menjadi rajin sekolah.

Besok adalah hari ulang tahun maryam yang ke 16. aku mengajak anda pergi menemaniku memberi hadiah untuk maryam. setelah selesai membeli hadiah. aku menuju rumah anda untuk membungkus hadiahnya dan sebuah surat yang kutulis, setelah selesai membungkus hadiahnya dengan kertas kado aku berbincang dengan anda
“gak kerasa udah sore. gue pulang ya”
“ya udah”
“makasih udah nemenin gue beli hadiah.”
“iya. kapan lu ngungkapin perasaan lu ke iyam?” tanya anda
“besok pas di hari spesial dia. mungkin di taman gue ngungkapin perasaan gue.” jawabku
“oke. gue tunggu hasilnya”
“siap”.

Aku menuju rumah dengan sangat kencang. di perjalanan menuju rumahku aku memilirkan apakah dia mempunyai perasaan yang sama padaku dan apa dia suka dengan kado yang kuberikan
“kado gue mana. apa ketinggalan di rumah anda”. aku mengambil keputusan untuk memutar balik dan mengambil kado yang tertinggal di rumah anda

Maryam memberi tau ku, agar di hari ulang tahunya aku hadìr. namun maryam masih menunggu penjelasan dariku. karena kesal menunggu konfirmasi dariku akhirnya maryam menanyakanku kepada sahabatku. kemudian maryam menelpol anda
“halo. ada apa iyam? tumben nelpon gue.” kata anda
“aku cuma mau nanya aja. narko lagi sama lu gak? tadi aku sms dia gak dibales.” jelas maryam
“tadi sòre dia sama gue. tapi udah pulang sekarang”
“aku cuma mau nanya aja. di hari ulang tahunku dia bisa dateng gak”
“pasti dateng. mana mungkin dia gak dateng. secara dia kan suka sama kamu.”
“bisa aja kamu. tolong kabarin narko ya”.
“iya”
Maryam menutup pembicaraan. tak lama setelah maryam menelpon. anda langsung menelpon ke rumahku
“hallo. malam.” sapa ibuku
“malam bi. ini anda, narko ada bi”
“narko baru saja mengalami kecelakaan. dia sekarang berada di rumah sakit”.
“ah. yang bener bi, tadi sore baik baik aja. ya udah bi saya mau melihat narko”
“iya sudah”
“ya sudah bi terima kasih.” anda menutup telpon. apa aku kasih tau berita ini pada maryam, lebih baik dirahasiakan aja dari pada ulang tahun maryam kacau.
Loh ini kan kado narko untuk maryam apa mungkin ia kecelakaan karena ingin mengambil kado yang ketinggalan inì

Setibanya di rumah sakit. di depan ruangan di mana narko dirawat anda bertemu dengan ayahku
“bagaimana keadaan narko om?.” tanya anda setelah sampai di rumah sakit
“om juga belum tau. di dalam ada dokter sedang memeriksanya.”
mata anda mulai nampak berkaca-kaca. anda terbayang dengan kegiatan bersama narko bolos sekolah. kabur setengah pelajaran tak lama kemudìan pintu ruangan dibuka dan dokter pun keluar
“bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya ayahku
“anak bapa harus dioperasi.”
“baik dok”
dokter berjalan dengan cepat. dan diikuti oleh suster sambil mendorong tempat tidur rumah sakit menuju ruang operasi

“bagaimana hasilnya dok?”
“saya minta maaf pak. nyawa anak bapa tak tertolong kami telah berusaha sekuat mungkin. inilah takdir sekali lagi saya minta maaf pak”
Ayahku duduk lemas dan menangis di depan dokter
“sudah pak. ini sudah takdir, ikhlaskan saja”
“saya tau dok. tapi saya benar benar kehilangan.” kata ayahku, kemudian ayahku menghubungi ibuku yang berada di rumah, setelah mendengar berita duka dari ayah. ibuku menangis tak tertahankan
“yang sabar ya om. saya juga merasa kehilangan”
“terima kasih. kamu gak pulang? sekarang sudah jam 11 malam.”
“ya sudah om. saya pamit”
Anda langsung menuju rumahnya dan memberi kabar duka kepada orangtuanya. orangtuanya pun terkejut mendengar berita duka ini padahal tadi sore baru saja bertemu. namun sekarang ia sudah tiada

“bagaimana gue menjelaskan ini kepada maryam tentang berita ini. narko pasti gak ingin melihat maryam bersedih. apa lagi besok hari ulang tahunnya maryam”. Anda merencanakan untuk memberi kabar duka setelah pesta

Acara ulang tahun maryam akan dimulai jam 10 pagi. Anda pergi ke pemakaman terlebih dahulu kemudian menuju rumah maryam. Para tamu telah menunggu kehadiran sang putri hari ini. hari ini adalah hari yang penting dinanti oleh maryam. karena hari ini adalah hari ulang tahunnya kali ini maryam akan mengumumkan seorang yang sangat ia cintai

Di aula anda bertemu dengan sahabat maryam. yaitu intan
“tan. sini” anda memanggil intan
“ada apa nda? kok lu dateng sendiri mana narko”
“iya tan. oh iya, maryam akan mengumumkan seorang yang ia cintai kan?”
“iya, kok lu tau?”
“orang itu narko kan.”
“iya. jangan bilang siapa siapa nanti acaranya gak seru”
“oh iya. gue ada berita duka. tapi jangan bilang maryam.”
“berita apa?” tanya intan
“narko sudah tiada. kemarin ia kecelakaan. ntar lu bilang aja narko datengnya malem”
“tapi…”
“udah bilang aja narko datengnya malem. nanti kalau dia tau gue yang menjelaskanya.” kata anda
“ya udah.”

Acara ulang tahun akan segera dimulai, semua tamu memenuhi ruangan tengah rumah maryam. sang putri turun dengan perlahan. maryam menuruni anak tangga dan menuju ruang tengah. semua tamu menatapnya dengan terkesima akan kecantikannya, maryam berhenti di depan kue ulang tahunya, maryam melirik satu persatu tamu yang datang.
wajah maryam berubah ketika melihat narko tak ada di acara ulang tahunya
“iyam. narko datengnya malam.” intan memberi tau maryam
“oh, ya udah aku akan tunggu narko dateng”
“dilanjutin aja. gak enak sama tamu, udah nungguin kamu. aku yakin narko pasti dateng dan memberi kejutan untukmu.” kata intan.
“maaf ya iyam aku bohong sama kamu tapi ini buat kamu.” ucap intan dalam diam
“baiklah”

Acara berlanjut hingga akhir acara. semua tamu berjabat tangan dengan sang putri hari ini dan mengucapkan selamat dan doa kepada maryam. anda adalah tamu yang terakhir berjabat tangan dengan maryam
“nda, narko mana?” tanya maryam
“ikut aku yuk”
“kemana.”
“ikut aja”

Akhirnya anda dan maryam pergi menuju taman tempat dimana narko dan maryam sering bersama. taman yang bersih dan indah. di tengah taman terdapat air mancur menambah keindahan taman
Anda mengeluarkan kado dari tasnya dan diberikan kepada maryam. maryam membuka kadonya. sebuah jam tangan dan tertulis nama maryam pada jam tersebut. maryam menemukan sesuata di dalam kado. ternyata sebuah surat
“selamat ulang tahun yang ke 16 semoga panjang umur dan sehat selalu. kamu suka dengan kadoku? oh. iya besok aku inghn mengajakmu ke taman. kalau kamu suka dengan kadoku besok pake ya. jam empat.” isi surat
“ini kado dari narko kan. kenapa kamu yang memberikan ini padaku? mana narko?”
“maafin aku iyam. narko sudah tiada kemarin ia mengalami kecelakaan”
“kamu bohong kan nda? jawab kamu bohongkan. ini hari spesial ku. kenapa di hari spesialku ada berita bohong seperti ini apa kamu ingin melihatku menangis di hari spesialku.” ucap intan sambil menangis
“ini sudah takdir.”
“kalau begitu antarkan aku dimana narko dimakamkan.” kata maryam sambil menghapus air matanya.
“iya ìyam.” jawab anda

Anda mengantarkan maryam sampai pada tempatnya, dimana dìsana tertuliskan NARKO pada batu nisan. maryam menatap tanah merah sambil menjatuhkan air mata.
“narko. terima kasih atas kado yang kamu berikan padaku. selamat tinggal I LOVE YOU.” maryam menghapus air matanya

“TAMAT”

Cerpen Karangan: Soenarko
Facebook: NarkoThegoonersArsenal Vcc

Cerpen Antara Narko dan Maryam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


A Thausand Promise (Part 3)

Oleh:
20 hari telah berlalu. Nia tak pernah berfikir bahwa mimpinya akan kandas diterpa ombak di pantai. Dia juga tak tahu bahwa semuanya ini nyata, atau tidak. Yang jelas, dia

13 Maret 2016

Oleh:
Pekanbaru, Senin 13 Maret 2016 Dear deary. Sungguh, aku mengatakan jika hari ini adalah hari yang begitu memilukan untukku. Aku sudah sekitar 2 tahun lamanya menyimpan rasa kepada kakak

Kita Dalam Ingatanku

Oleh:
Jemariku tergerak untuk menulis beberapa frasa tentang dirimu. Namun, ketika aku sadar bahwa gambaran tentang dirimu tak lagi terpajang dalam otakku, tiba-tiba aku kehilangan arah. Aku malah terdiam mencoba

Kegagalan

Oleh:
Perlahan ku buka sampul binder dari dalam tumpukan baju dalam lemari ku. Di lembar pertama terlihat jelas tulisan lamaku, sebuah kisah luka dengan gambar “Teddy Bear” di pojok kanan

Aku Terluka

Oleh:
Aku mulai terbangun dari buaian mimpi indahku. Merelakan musnahnya impian indahku bersamamu. Aku tahu semuanya hanya mimpi walau begitu indah dan aku tak ingin terbangun, tapi aku harus bangun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *