Love Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 21 May 2014

“Hai” sapa ku pada seorang cewe yang duduk manis di taman sambil baca buku.
“Hai juga” balasnya
“Boleh aku duduk disini”
“Boleh aja, tidak ada yang larang kok”
“Perkenalkan nama ku M sidik, bisa dipanggil sidik”
“Aku Afrina Afipah, panggil aja Rina” sambil tersenyum
Tepat jam 10.00 aku pulang.

Pagi-pagi aku sudah bersiap berangkat sekolah, aku bersekolah di SMAN 1 Simpur, sekarang aku duduk di kelas Xl ips 2.

Jam 14.00 bel pulang berbunyi.
Di jalan aku dan sahabatku ajis melihat ada kecelakaan, aku terkejut ternyata yang kecelakaan itu adalah cewek yang aku temui di taman itu.

“Kamu tidak apa-apa” kata ku pada Rina
“Aku baik-baik saja, hanya luka sedikit”
“Biar aku antar kamu pulang ya”
“Tidak usah nanti repotin”
“Tidak repotin, kan kasihan kamu sendirian”
“Baiklah”

Di jalan tidak terlalu banyak percakapan antara kami, aku hanya minta nomor handphonenya. Karena kami tidak satu sekolahn, jadi jarang bertemu. Rina bersekolah di SMA 1 kdg.

“Makasih ya” kata rina
“Iya, sama-sama”
Ia tersenyum, senyumnya sangat manis sampai-sampai hati ku bergetar.

2 bulan aku kenal Rina, membuat rasa cintaku tumbuh. Tepat tanggal 23 november 2012 aku menyatakan cinta ku, dan ternyata dia punya perasaan yang sama.

5 bulan sudah kami bersama, banyak suka dan duka yang kami lewati, meski kami jarang bertengkar.

Tanggal 15 april, sekolah kami mengikuti perkemahan di gunung murjani, aku mengikuti perkemahan itu, sangat berat rasanya berpisah dengannya meski 3 hari.

“Kamu hati-hati ya sayang” kata rina
“Iya sayang, kamu baik-baik ya, jangan nakal loe”
“Emang, aku nakal ya” candanya
“Hehe” tawa ku

3 hari berlalu
Seperti biasa, senin pagi aku kembali sekolah, karena kemah yang kami jalani itu hanya hari jum’at – minggu

Di sekolah
“Dik” kata teman ku dengan nafas terengah-engah
“Ada apa san” kata ku pada hasan
“Rina dik, rina”
“Ada apa dengannya?” aku gugup
“Rina koma di rumah sakit”
“Apa!, kamu tidak bercanda kan?”
“Tidak, cepat kamu ke rumah sakit”

Sampai di rumah sakit, aku mencari kamar nomor 17 karena rina dirawat disana.
Disana telah berkumpul keluarga Rina.

“Tante, om ada apa dengan Rina” kata ku pada orangtua Rina
“Rina selama ini menderita penyakit kanker otak, tapi dia menyembunyikannya pada mu, karena dia tidak ingin kamu sedih”
Aku sedikit shock, aku beserta keluarga Rina menunggu dokter yang sedang menngoperasi Rina.

1 jam menunggu, dokter keluar.
“Dok bagaimana dengan anak ku” kata ayah rina
“Maaf sebelumnya pak, kami tidak bisa menyelamatkan anak bapak”
Aku sangat sedih, dan menangis, aku hanya bisa memandangi orang yang selama ini mengisi hari-hariku.
“Kamu nak sidik kan?” kata dokter padaku
“Iya dok, ada apa?”
“Ini ada surat dari rina seblum dia dioperasi katanya untuk kamu, kalau dia telah tiada”
Dengan berat aku menerima surat itu, dan aku pun pulang.

Di rumah aku membaca surat dari Rina, di dalamnya tertulis.

Dear Sayang ku
Maafkan aku ya, selama ini tidak bilang padamu kalau aku menderita penyakit kanker.
Aku tidak ingin kamu sedih, bila aku tiada lagi jangan kamu sedih, selalu ceria.
Aku sayang kamu, 5 bulan kita bersama, aku sangat senang dan bahagia. Makasih ya sayang.

Ttd
Afrina Afipah

Dengan menangis aku membaca surat itu, tepat tanggal 18 april aku kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup ku.

Cerpen Karangan: Muhammad Sidiq
Facebook: Sidiik Kanakan-Belva’pmj Manuntung’caramnya
Nama saya sidiq, saya dari banjarmasin.

Cerpen Love Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Paras Sang Saras

Oleh:
Lamban laun umurku semakin lama semakin tua, kini usiaku sudah dewasa sudah siap untuk membina rumah tangga. Umur yang sudah seperempat abad ini aku ingin merasakan bagaimana indahnya membina

The Poor Jane

Oleh:
Ini sudah larut malam, tapi Harold belum datang juga. Aku sampai lelah menunggunya. Sejak dua jam yang lalu, aku sudah duduk di bangku yang terletak di taman kota ini,

Give Me a Reason (Part 2)

Oleh:
Lama kami hanya dalam posisi yang sama. Hingga Unhy melepas pelukannya. Dia tersenyum dan memegang pundakku. “Gimana? Udah mendingan?” Tanyanya, menyodorkan tisu untuk menghapus sisa air mataku. aku mengangguk,

Tas Terakhir Untuk Risa (Part 1)

Oleh:
Berubah, setiap orang pasti bisa berubah, dan mungkin itu yang terjadi pada diriku. namaku Risa. kini aku bersekolah SMK PUTRA BANGSA Jakarta. tepatnya aku kelas 2 SMK. seperti biasanya

Kereta Bawah Tanah

Oleh:
Suara roda bercampur dengan rel kereta di kejauhan terdengar oleh telingaku. Aku bangun dari dudukku, memanggul ranselku, dan berdiri di pembatas masuk kereta. Suasana sepi di stasiun bawah tanah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *